Sabtu, 21 November 2015

Bakmi Naga Kembangan Waralaba 30 Tahun

Profil Pengusaha Susanty Widjaya 


 
Menjadi yang terdekat dalam usaha adalah keluarga sendiri. Banyak pengusaha baru memulai menjajakaan produknya ke keluarga terdekat. Selain itu, berawal dari usaha keluarga pula, beberapa orang berhasil bisa bangkit dari keterpurukan. Mereka terpanggil mengerjakan usaha turun- temurun tersebut. Lewat ketekunan dan cinta akan keluarga, Susanty Widjaya mencoba mengangkat kembali Bakim Naga.

Bakmi Naga merupakan usaha mie yang telah bertahan 36 tahun lamanya. Berdiri sejak 1979, didirikan oleh generai pertama yaitu Ny. Liong. Menjaga kualitas menjadi andalan produk ini tetap bertahan. "Dari nenek moyang saya rasanya tidak berubah," papar Susan.

"Keunggulan bakminya tidak mengandung air abu." Lantaran memang usaha ini mengandalkan bakmi buatan sendiri. Cita rasanya tidak sama dibanding mie lain. Ia menambahkan air abu berkaitan dengan penyakit mag. Karena kalau mengandung air abu, Susan menjelaskan, ini akan menyebabkan kembung dan kumat lah si penyakit mag tersebut.

Kualitas terjaga mampu menghantarkan Bakmi Naga menjadi brand kuat. Ditambah melalui sistem franchise selepas 30 tahun; tidak terbendung lah pamornya. Bakmi Naga tercatat memiliki 59 outlet berbeda mulai dari Sumatra, Jawa, Sulawesi, hingga Ternate sejak 2010. Menurut catatan Susan rata- rata outlet barunya bisa menghasilkan Rp.5 juta per- hari, dimana untungnya 25 persen.

Bakmi Naga sendiri merupakan brand lama tangguh. Dimulai dari menjajakan lewat gerobak, kini masuk ke restoran dan diwaralabakan. Mungkin bukan dari nol ketika Susan mencoba masuk ke Bakmi Naga. Tetapi dia telah melewati masa kegalauan dalam hidupnya. Memilih antara menjadi pengusaha atau pegawai di satu perusahaan mapan.

Alasan keluarga menjadi sangat begitu penting bagi kehidupan Susan. Ketika nama Bakmi Naga telah begitu populer, ia kembangkan skema bisnis franchise. Usaha yang dimulai dari grobak tahun 1980 -an ini, telah sukses menjelma menjamur di mal- mal. Dia memang patut bersyukur usaha ini merupakan usaha keluarga. Kalau bukan dukungan anak, suami, dan keluarga, siapa lagi yang mengangkatnya menjadi seperti sekarang.

"Mereka memberikan pelajaran tentang hidup dan bisnis kepada saya. Jika mereka bisa, kenapa saya tidak," tuturnya.

Filosofi "never give up" dijadikan modal bangkit dari keterpurukan. Pantang menyerah dalam melewati segala keterpurukan. Dia adalah seorang ibu rumah tangga. Seorang pengusaha sukses, tetapi masih tetap menjadi istri yang baik. Semua itu dilewati karena dukungan keluarga dibelakangnya. Wajah usaha Bakmi Naga pun mulai bertransformasi menjadi PT. Naga Jaya Sejahtera Indonesia.

Usaha Bakim Naga sendiri menyediakan tiga investasi: restoran, food court, dan gerobak. Untuk model dari restoran sendiri menyediakan investasi Rp.500 juta. Tipe food court sendiri dan gerobak masing- masing itu nilai investasinya Rp.250 juta dan Rp.55 juta. Biaya waralaba sendiri Rp.150 juta dan berlaku salama lima tahun. Bakmi Naga mengutip royalti Rp.6 juta dan biaya pemasaran Rp.2,5 juta.

Perkiraan penjualan menurut Susan adalah 250 mangkok per- hari. Pemegang franchise diperkirakan balik modal selama 14 bulan.

Alamat Bakmi Naga

Jl. Janur Kuning VI Blok WL 2 No. 1B
Kelapa Gading, Jakarta
Telp. 021-45789688
021-96500688

Artikel Terbaru Kami