Selasa, 24 November 2015

Pembuat Mainan TK PAUD Sugiono Fiber

Profil Pengusaha Sukses Sugiono



Sugiono memang bukan siapa- siapa kala itu. Sosok seorang manusia biasa yang beradu nasib. Setamat dari sekolah STM di Blora, dia pindah ke Solo dan bekerja serabutan. Mulai berjualan cilok, roti terang bulan, serta pekerjaan lainnya berkeliling kampung. Ide bisnis muncul ketika bersentuhan langsung dengan anak- anak. Bermodal ijasah STM -nya, Sugiono lantas melamar kerja ke sebuah perusahaan mainan elektronik.

Cuma bekerja delapan bulan hingga mengantungi Rp.1 juta. Uang tersebut lantas digunakan untuk memulai usaha utamanya. Modal Rp.1 juta dijadikan produk papan seluncur anak TK. Ia cukup mencari tukang fiber yang biasanya digaji Rp.17.000 per- hari. Tidak mau setengah dikeluarkan uang Rp.45.000 per- hari. Inilah bukti bakat berbisnis seorang Sugiono terlihat.

Jadilah bisnis mainan anak ini berkembang. Semakin banyak pesanan, dirinya semakin percaya diri akan arah usaha kedepan. Meski begitu usaha barunya tidak begitu efektif. Usaha yang dimulai sejak 2004 ini cuma bermodal marketing door- to- door dari Pedan, Kelaten. Perlu usaha keras ekstra memang buat mainan fibernya laku tinggi. Akhirnya, Sugiono masuk ke ranah iklan di Internet, memanfaatkan berbagai situs iklan gratis.

Usaha tersebut berhasil membawakan pesanan besar. Suatu hari, dia ditelepon oleh sesorang asal Meulaboh, Aceh. Kala itu tengah diadakan proyek pembangunan playground pasca gelombang Tsunami. Semua untuk anak- anak Aceh yang tengah dirundung duka. "Itu pesanan pertama saya yang bernilai besar," kenangnya.

Semenjak itu pesanan datang tidak terbendung. Seperti pesanan dari Kota Bogor berupa 200 unit perahu bebek. Belum lagi pesanan dari Pantai Benter Purbalingga, Selecta Malang, hingga Sindrap Sulawesi. Ia juga mendapatkan pesanan dari mal- mal di kota- kota kecil. Mereka memesan kereta- kerat apian kecil beserta relnya dan paket wahana playground.


Menjamurnya water park atau water boom di daerah, ternyata menimbulkan fenomena menarik. Orang pikir mereka adalah hasil buah karya orang Jakarta. Padahal kenyataanya tidak seperti pikiran kita. Siapa sangka bahwa beberapa wahana di Solo adalah hasil karya seniman lokal. Mereka merupakan pengusaha sekitar salah satunya adalah Sugiono.

"Ada orang Solo mencari pembuatnya ke Jakarta. Justru saat itu orang Jakarta sendiri yang memberi tahu bahwa mereka juga memesan dari Solo," ucap pemilik Rumah Fiber ini.

Tujuh tahun sudah sosoknya bermain di bisnis fiber. Sudah tidak terhitung berapa karyanya memanjakan kita dan anak kita. Fokusnya kini mengerjakan aneka pesanan water park. Nama Sugiono di Solo memang tidak begitu dikenal tetapi tidak di Jepara, Colomadu, Tasikmadu, dan Kudus. Dia lah sosok dibalik wahana air di kawasan tersebut.

"Sekarang saya sedang mengerjakan water park di Taman Puncak Sindrap, Sulawesi." tutunya kepada Solo Pos. Selain itu, usaha Rumah Fiber miliknya juga masih fokus mengerjakan yang kecil- kecil. Yang terbaru ia mengerjakan pesanan bak sampah pemerintah daerah dan perusahaan.

Juga termasuk mengerjakan wahanan mainan koin. Itu loh yang sering kita lihat dibeberapa mal ataupun di minimarket. Belum lagi pesanan buat taman kanak- kanak. Tidak terbayang sibuknya mantan penjual cilok ini sekarang. Kalau memesan sekarang sudah dipastikan menunggu. Karena Rumah Fiber punya begitu banyak pesanan diterima.

Sugiyono sendiri bukan karakter bekerja muluk- muluk. Pencapaian sekarang disukurinya karena memang masih buatan tangan. Pembuatan dan finishing menggunakan tangan menjadi andalan. Mungkin lebih berseni dibanding hasil karya perusahaan produksi masal.

Artikel Terbaru Kami