Senin, 23 November 2015

Produsen Panci CKA Asli Indonesia

Profil Pengusaha Mochammad Nur Arifin


 
Anak muda satu ini tidak pernah malu berjualan panci. Karena dalam benaknya, ini bisnis spektakuler yang patut dia coba. Meski merupakan bisnis keluarga sering memberikan rasa tidak nyaman. Mochammad Nur Arifin, pemuda kelahiran 1990, yang kini menjadi Wakil Direktur UD Cipta Karya Abadi. Selain itu dia juga dikenal sebagai komisaris MG Corporation dan PT. Karya Mugi Sentoso.

Dia merupakan pewaris usaha keluarga. Ia sendiri punya visi memajukan usaha keluarga tersebut. Meski pun gempuran produk China menggempur, usaha pembuatan panci tetap mengepul. Justru masuknya produk dari China malah membuatnya semakin semangat. Pemilik usaha UD Cipta Karya Abadi ini, mengatakan potensi masih terbuka lebar.

"Dari permintaan sebanyak 30.000 unit, kami hanya sanggup memenuhi sekitar 21.000 unit perbulan," ujar pria yang akrab disapa Avin ini. Permintaan kitchen set menjadi paling tinggi. Terutama, Avin menjelaskan untuk produk khusus panci.

Produk bermerek CKA, diklaim Avin, telah menguasai pasar Pulau Jawa. Bahkan menurutnya lagi share marketnya mencapai 65% panci. Atau, 65% panci di rumah- rumah sekarang merupakan buah karya perusahaan miliknya. Usaha yang dirintis oleh Alamarhum Mugianto. Dimana sang ayah memulai sejak tahun 1990 -an yang awalnya cuma distributor panci. Sejak 2007, setelah sang ayah meniggal, usaha ini lantas berubah.

Fokus usaha berubah bagaimana caranya memproduksi panci. Berekspansi lewat pembukaan pabrik wajan cor alumunium. Sosok ibu menjadi pengambil alih nahkoda dibantu Avin dan dua adiknya. Mereka bersama bisa mempertahankan eksistensi usaha panci tersebut. Mereka memanfaatkan berbagai macam rongsokan alumunium untuk dijadikan panci. Itu kejelian seorang Avin cepat berekspansi menguasai dua kota disekitar.

Dari sanalah sampai berdiri dua pabrik di kawasan Jawa Timur, yakni Mojokerto dan Trenggalek. Avin juga menambahkan pabrik di Mojokerto menghasilkan 6.000 unit. Sementara itu di Trenggalek bisa menghasilkan lebih besar yakni 15.000 unit. Dua pabrik tersebut bukan sekedar memproduksi panci loh. Ia memplot dua pabrik tersebut juga menjadi tempat pengolahan alumunium.

Usaha pembuatan panci yang dianggap sepele itu menjadi "wah". Kini, Avin sudah memiliki 2.000 orang karyawan yang tersebar di 22 cabang seluruh Indonesia. Ia dibantu oleh 1.500 karyawan untuk sales. Avin mampu menjual wajan alumunium ke seluruh penjuru Indonesia. Model bisnis direct selling, setiap cabang itu ditergetkan menjual 1.000 panci. Metode marketing langsung tersebut terbukti ampuh, apalagi ada stimulus bonus.

"Melalui metode ini, kami tetap bisa melakukan produksi sebagai stok yang untuk sewaktu- waktu bisa dipasarkan" imbuh Pengusaha muda.

Batang alumunium rongsokan cukup dicor diatas 2000 derajat. Dari sana lah, Avin mampu mencetak ratusan unit panci dari sana. Selepas benar cair dituangkan ke cetakan panci berbahan baja. Panci tersebut lantas dihaluskan agar rapih. Proses terakhir jelasnya ialah finishing atau dipercantik agar terlihat wajan sempurna.

"Pengawasan berupa QC diperlukan agar aluminium yang berhasil dicetak dalam menghasilkan produk berkualitas," tutur pemuda yang kini juga pengusaha properti dan Calon Bupati Trenggalek 2015 ini.

Artikel Terbaru Kami