Rabu, 04 November 2015

Mizterpi Bukan Mr.P Sukses Viral Marketing

Profil Pengusaha Sukses Syehpudji dan Iltidas 


 
Nama ini memang bikin penasaran. Tetapi bukan seperti yang kita pikirkan. Sebab, untuk beberapa saat saja nama ini terdengar seperti Mr.P -inisial kata yang tabu diucapkan. Memang Mizterpi terdengar menggelikan tetapi rasanya enak. Produk olahan pisang dari Kota Kudus, Jawa Tengah, yang diciptakan dua pengusaha muda. Adalah Iltidas dan rekannya Syehpudji seolah memberikan penyegaran.

Nama unik memang tengah menjadi andalan. Dua sosok pengusaha ini berhasil menangkap konsep tersebut. Cuma bedanya mereka tidak sekedar memberi nama tetapi benar- benar unik. Ketika ditelisik lebih lanjut, para penggemar kuliner pasti tergoda mencicipi lezatnya si Mizterpi ini. Nama unik memang sengaja dipasang oleh Idas -panggilan untuk Iltidas- dan patnernya.

Mereka terang- terang mengakui kesengajaan tersebut.

"Kalau usaha yang berbahan dasar pisang banyak, tapi kalo sate pisang, rasanya baru Mizterpi," tandas Idas.

Mizterpi kepanjangan dari mizter pisang. Syehpudji sendiri bukan nama pria asal Semarang yang jadi berita karena poligaminya. Keduanya cuma dua pengusaha muda penuh prestasi. Nama Mizterpi memang sempat menggegerkan jagad dunia maya. Lewat model marketing viral lewat sosial media itu, kemitraan sate pisang ini mulai dilirik para pencari peluang, apakah sukses?
Pisang bumbu

Bukan cuma nama memikat nama pencari peluang. Juga bukan lah manisnya pisang saja yang menjadi satu incaran para pecinta kuliner. Namun bumbu rahasia layaknya sate biasanya. Dan Idas tetap kekeh tidak mau menyebutkan apa itu resepnya. Ia hanya meyakinkan kamu bahwa Mizterpi benar- benar berbeda. Pembeda inilah yang membuat keduanya yakin bisa bertahan.

Setiap tusukan sate diberikan sentuhan bumbu rahasia. Kemudian ditambah aneka toping coklat, strawbery, tiramisu, durian, mangga, sambal pedas dan es krim. Lewat aneka toping istimewa membuat pisang menjadi aneka rasa. Aneh bukan mendengar pisang rasa durian bukan. Sedangkan untuk proses pembuatan sendiri terbilang tidak terlalu sulit. Cukuplah digoreng seperti hal pisang goreng biasa saja.

"Bumbunya rahasia, tidak dijual di pasaran," terang Idas.

Pisang dipotong kecil- kecil kemudian ditusuk sate. Tinggal digoreng sampai kering dan diberi toping sesuai selera. Harga perporsi dibandrol Rp.3.000 jadi sangat murah. Sejak diluncurkan pertama kali outlet pisang Mizterpi sudah berdiri tiga di Kudus Jawa Tengah. Idas mengaku tidak kesulitan ketika mulai masuk ke sistem waralaba. Modalnya cukup mempersiapkan konsep gerobak atau booth -nya.

Untuk bermitra dengan Mizterpi cukup membayar merek, maskot, dan booth atau gerobak. Kita sudah siap bahan baku awal untuk berjualan.

Pake waralaba sate pisang ini sendiri terdiri dari 3 paket. Yakni paket reguler, paket silver, dan paket gold. Tenang semua paket sudah disediakan booth berdesain unik. Untuk fasilitas perangkan yang bisa kita dapat meliputi kompor, wajan, baskom, dan lainnya. Paket awal produknya meliputi bahan baku dan juga kemasan. Termasuk seragam pegawai, menyediakan lokasi, terkhusus operator yang punya modal cukup

Artikel Terbaru Kami