Sabtu, 14 November 2015

Bisnis MLM Haram Memilih Pancake Durian

Profil Pengusaha Sukses Subakti 


 
Rahasia passive income jutaan rupiah setiap harinya. Bahkan sosok agamis satu ini pernah "merasakannya", apakah bisnis semacam ini halal atau haram. Berbisnis MLM menjanjikan Subakti, 30 tahun, sangat tergiur dengan aneka hadiah dari perjalanan ke luar negeri, rumah, atau mobil. Subakti merupakan salah satunya agen MLM perusahaan asal China.

Lima tahun sudah dirinya menjalankan usaha model MLM. Dia pun mulai diliputi perasaan ragu apakah halal atau halal kah. Hingga, suatu hari, ia mendengar ceramah Ustadz di Rodja TV menganai muamalah yang dilarang oleh Islam. Transaksi dalam MLM dinyatakan tidak sesuai syariat Islam olah sang Ustads. Inilah jadi alasan membuatnya tidak melanjutkan kembali.

Akhirnya ayah tiga anak ini memilih berjualan gorengan saja.

"Ustadz tersebut menjelaskan bahwa salah satu muamalah yang dilarang ternyata ada pada sistem bisnis MLM. Dari situ saya mulai melakukan koreksi tentang muamalah yang sedang saya jalani," ujarnya. Ia tidak cuma mempertanyakan kehalalan MLM loh. Selain bisnis ini termasuk bisnis yang dijalani selanjutnya yaitu bisnis jasa servis komputer dan kursus komputer.

Pasalnya, Subakti memanfaatkan software bajakan buat menjalankan bisnisnya. Inilah hal yang dilakukan oleh mahasiswa Teknik Komputer yang cuma bertahan 3 semester.

Mundur bisnis MLM saatnya berbisnis sesungguhnya. Dia juga menjual semua aset bisnis komputer miliknya. Usang tersebut digunakan untuk melunasi hutang dan pindah ke Kota Medan. Tepatnya rumah di daerah Deli Serdang dimana keluarga kecilnya melepas penat. Sesampai di Kota Medan sudah banyak usaha terlebih dahulu dia geluti.

Bisnis durian


Terkanal akan duriannya membawa Subakti berbisnis sama. Dia berjualan aneka pancake durian ataupun daging durian beku. Hasilnya diluar dugaan ternyata begitu sangat menjanjikan. Subakti memberanikan diri membuka usaha ini sejak awal Januari 2015. Dimulai dari mengamati pasar yakni maraknya sup durian dan lain- lain. Ia memutuskan menjadi produsen dan suplier pancake durian.

"Saya memberanikan diri merintis usaha dengan nama Kampung Durian," papar Subakti, yang mana nama itu terinspirasi teman di group KPMI Korwil Medan. Mereka merupakan group produktif yang membahas soal Medan serta potensi bisnisnya.

Subakti mengambil durian tersebut langsung dari kebunnya, seperti daerah Sidikalang atau lainnya. Awalnya ia mengaku cukup kesulitan memenuhi bahan baku. Pasalnya durian merupakan buah musiman. Ketika tidak musim maka harga jualnya bisa melonjak tajam. "Sistem stok disaat musim durian menjadi solusi utama bagi kami untuk tetap bisa produksi sepanjang tahun," tuturnya.

Dia juga siap menghadapi anaka komplain terkait produknya. Dari komplain tersebut kemudian dijadikan bahan evaluasi baginya. Ia mulai memperbaiki produk dan pelayanan bisnisnya. Dia bahkan mempekerjakan beberapa orang karyawan untuk membantu. Total ada 9 karyawan yang ia miliki, pengusaha pancake durian ini mengaku berproduksi bisa sampai 200 bok pancake.

Untuk harga disebut cukup fluktuatif atau naik turun. Terutama jika berbicara pusat durian seperti Medan. Ia sendiri tidak berpangku tangan. Usahanya sudah merambah ke daerah lain di Indonesia lewat port- to- port -jemput cargo di bandara. Subakti memberikan minimal order 25- 30 kotak dan untuk kamu yang mau jadi reseller pemula, cukup membeli 15 kotak.

Total Kampung Durian memiliki 70 reseller tersebar di seluruh penjuru dunia. Dia sendiri memberikan tips buat kamu tentang hutang usaha. Pastikan hutang kamu terbayar tepat waktunya jangan menunda. Karena menurut pengusaha muslim satu ini hutang akan mematikan kreativitas kamu.

"...membuat pikiran kita menjadi tidak tenang baik siang maupun malam hari, yang pada akhirnya bisa mempengaruhi kreativitas kita dalam mengembangkan usaha," tutup interviewnya bersama BisnisUKM.com

Artikel Terbaru Kami