Minggu, 29 November 2015

Profil Feny Mustafa Pemilik Toko Shafira Zoya

Pencetus Baju Muslimah Indonesia


 
Tertarik akan fashion hijab adalah mutlak. Bagi Feny Mustafa, sejak muda adalah satu kesenangan berjualan aneka pakaian muslimah. Sosok Feny menjelma menjadi desainer fashion muslimah. Kepekaan akan fakta bahwa wanita muslimah Indonesia masih dibatasi tumbuh. Langkah wanita 25 tahun (saat itu) jadi semakin mantap mengerjakan bisnis ini.

Visi -nya mulai jauh kedepan yakni mensyiarkan Islam dan mensuport wanita Indonesia berhijab. Ide awal itu ketika mengikuti kerohisan ITB. Dia prihatin akan wanita muslimah kesulita berhijab. Waktu itu tentu belum banyak pilihan bagaimana mengenakan hijab yang baik. "Pada saat itu, jilbab tidak se- booming sekarang," kenang Feny.

Feny memang pandai bergaul. Tak ayal mampu menggaet perhatian banyak teman. Ketika ia membutuhkan modal awal maka disanalah teman. Mereka rela meminjamkan uang meski sendiri masih diberi orang tua. Ia lantas menekankan bahwa bisnis Shafira bukan atas dasar materi. Ini merupakan bentuk syiar dirinya lewat media fashion muslimah.

Momentum Shafira dinilai tepat merespon keresahan masyarakat. Alhasil, bisnis Feny bisa melejit, akhirnya bisa membesar dan membuka lapangan kerja baru.

Karyawan mepet


Modal mepet begitu pula karyawan cuma 1- 2 karyawan. Feny mulai "meminjam" uang teman dan keluarga dari yang Rp.200 ribuan, sampai Rp.1 jutaan, hingga terkumpul Rp.12 juta. Uang tersebut Feny gunakan untuk membuka toko. Ia masih ingat betul bagaimana ibu maupun teman- teman patungan berbisnis. Hasilnya jadi berkah karena permintaan akan busana muslim terus meningkat.

Hingga, ia memutuskan menyewa jasa profesional dibidang fashion. Mereka membantu Feny mewujudkan konsep Shafira lebih matang.

"Dengan bekal Bismillah, saya masih bisa menikmati hingga saat ini," sambungnya.

Ketekunan 25 tahun membawa keberkahan. Buah kesabaran itu terbayar lewat 24 gerai miliknya. Perjalanan terus berlanjut hingga lahir brand Zoya yang punya 140 toko di seluruh Indonesia. Seperempat abad sudah dirinya fokus mengerjakan bisnis ini. Banyak hal tidak menyenangkan ketika menjalankan bisnis. Ia mengakui hal tersebut dan membutuhkan orang- orang terdekat.

Ia memberikan saran bagi pengusaha muda pakain muslim: Jangan berpikir manisnya saja ketika kamu akan memulai bisnis. Usahakan berpikir bagaimana terus menjalani usaha. Masalah terbesar dihadapi mungkin, ia menyebutkan tentang plagiator dan tren bisnis ikut- ikutan. Inilah mengapa brand miliknya selalu melakukan rangkain inovasi.

"Kita juga harus kreatif, jangan sampai loyo di tengah jalan. Karena, kalau kita sudah mentok nanti, koleksi kita akan ketinggalan zaman dan kurang diminati pasar," saran Feny Mustafa kepada pengusaha muda.

Bisnis busana muslim memang menjanjikan. Pasalnya hanya satu model bisnis saja, pengusaha bisa produksi banyak varian produk, seperti hijab, busana, atasan- bawahan, dan aksesori pendukung lain. Saran lain adalah kepekaan akan tren dan minta pasar.

Moto bisnis Feny tersirat adalah kepercayaan. Antara dirinya sebagai pengusaha serta pegawai dibawah satu manajemen. Karyawan dipastikan tau berapa untuk perusahaan dan berapa bagian mereka. Semua jelas ia jabarkan hingga karyawan tidak masalah. Pengelolaan Shafira dan Zoya kini telah dipegang oleh tangan- tangan muda para eksekutif muda.

Meski begitu, Fany tidak lepas tangan, bahkan memberikan pelajaran akan pengalaman. Ia juga masih aktif berkeliling Eropa, khususnya Paris, Amerika Serikat, tujuannya melihat tren busana dunia. Dia masih melihat menjadikan mereka barometer perkembangan bisnis Shafira dan Zoya. Ibu dua anak ini juga membidik pasar dunia maya lewat toko online www.zoya.co.id.

Buah tidak jatuh jauh dari pohonnya. Tepat menggambarkan perjalanan wanita ini tentang keluarganya kini. Ia menjelaskan anak keduanya mulai memperlihatkan bakat bisnis. Si anak bungsu tertarik mengerjakan bisnis seperti bundanya. Padahal Feny tidak secara khusus meminta  mengikuti jejaknya. Ia lantas bercerita suatu ketika ia pernah bertanya, "mau jadi apa?"

"Mereka bilang, saya mau jadi pengusaha dan punya bisnis seperti ibunya. Padahal, saya enggak nyuruh mereka atau kasih arahan jadi pebisnis, mereka sendiri yang ingin," tuturnya. Semangat anak membawa dia semakin bersemangat berbisnis.

Dia berpikir tentang masa depan bisnis untuk anak- anaknya kelak. Tetapi Feny tidak mau memaksa mereka belajar tentang bisnis khusus. Kalau mereka mau, yah, ia siap mengajarkan pengalaman serta ilmunya. "Nanti kalau dia sudah matang dan dewasa, baru saya beri masukan dan arahan, kalau sekarang masih pada kecil," tutup Feny.

Artikel Terbaru Kami