Jumat, 27 November 2015

Fakta Pepatah Belajar Sampai ke Negeri China

Profil Pengusaha James Tan


 
Salah satu paling mudah memulai bisnis adalah mengamati budaya lokal. Itulah kiranya yang telah dilakukan oleh seorang James Tan. Pengusaha asal Singapura ini melawati harinya sebagai mahasiswa di Negeri Tirai Bambu. Hingga, ia sukses mendirikan perusahaan sendiri, pendiri dari 55tuan.com ini mencoba menceritakan sedikit kisahnya.

Ia menjelaskan dalam dua atau tiga tahun mulailah menyesuaikan diri. Temukan mereka teman- teman baru di tempat yang kamu tuju. Kemudian kamu akan menemukan orang- orang yang bisa dipercaya. Mereka lah yang mungkin menjadi mitra bisnis kamu kelak. Inilah seklumit penjelasan kenapa Tan getol belajar sampai ke negeri China.

Tan mengaku ingin menjadi bagian dari pertumbuhan ekonomi China. Meski dirinya sudah bekerja mapan di Industri Teknologi Singapura selama sembilan tahun; tidak membuat puas. Dia malah pergi ke China buat berkuliah lagi di China lewat beasiswa IE Singapore. Untuk satu ini beasiswa diberikan bagi mereka yang sudah berpengalaman kerja.

Kemudian, ia pun mengikuti program Master Administrasi selama dua tahun sejak 2008.

Kloningan Groupon


Perkuliahan S-2 berjalan ketika Tan bertemu pendiri lain situs 55tuan.com. Waktu itu Groupon masi segar didirikan di tahun 2008. Mereka memulai situs 55tuan.com ketika tahun 2010 tiba. Tidak terlambat karena ia menyasar pasar China yang tengah tumbuh. Dia sama sekali tidak memperhatikan kritisnya situs daily deal. Ia melihat tidak ada Groupon di China (belum ada.red).

Pertumbuhan perusahaan sejalan perkembangan ekonomi China. Dimana mereka mampu menghasilkan uang delapan digit dollar. Situs tersebut tidak terbatas di makanan, tetapi juga produk kecantikan, traveling, dan pakaian. Tumbuh perusahaan ini bisa mempekerjakan 3.9000 orang pekerja dan meluas sampai ke 150 kota di China.

Masalahnya ketika mereka berkembang 5.000 situs sama muncul. Tetapi Tan masih optimis usaha miliknya tetap bertahan. Ia bertahan karena kecintaanya akan dot com. Itu terlahir ketika dirinya memulai kuliah di Universitas Nasional Singapura. Ketika terjadi ledakan dot com langkah pertamanya adalah bekerja paruh waktu di Asia Images sebuah stok foto Asia.

Kala itu, tahun 1999, menjadi jalan Tan memahami seluk beluk internet keseluruhan. Pekerjaan barunya itu sangat menyita waktunya hingga tidak lulus. Dia lantas melompat bekerja di Singapore Computer Systems dan Nets, sebelum ia memutuskan pindah ke China. Dalam program MBA -nya Tan mendapat kesempatan berkunjung ke Silicon Valley.

"Saya bertemu dengan rekan- rekan saya yang sedang belajar ilmu komputer dan merupakan karyawan Google, Apple, dan Facebook," kenang Tan.

Dirinya semakin bersemangat menjalani hidupnya. Di China sendiri belum banyak BUMN yang bergerak dibidang internet. Kue yang dibagi masih milik pencari kesempatan seperti dia. Kebanyakn bisnis internet di China sendiri "meniru" di Amerika. Tetapi tidak semua ide bisa dikembangkan di China seperti halnya kisah Twitter (made in China). Ia berkisah butuh pemahaman dan relefansi akan kebutuhan pasar.

Dia cuma butuh dua minggu agar lisensi web hosting 55tuan.com disetujui. Sisanya adalah kebranian dirinya untuk bisa bernegosiasi dengan hukum, tentu itu dalam tataran legal ya. Ia cuma punya rencana bisnis terus menjalankannya sebaik mungkin.

Menjalankan 55tuan.com bukan perakara mudah. Situs ini sekarang salah satu situs jual- beli terbesar di China. Banyak kloning Groupon bermunculan tetapi tidak mampu bertahan. Mereka tidak bisa bertahan dari pesatnya pertumbuhan Internet di China. Tan pun sudah mengambil ancang- ancang mendirikan perusahaan baru berupa VC atau Venture Capital.

Dia bersama kawan lantas mendirikan QuestVC, sebuah perusahaan pendanaan asal China. 55tuan miliknya menarik banyak pendiri startup. Mereka pemilik eCommerce tentu tidak akan melewatkan satu sesi mentoring. Tan lantas menjelaskan fokus QuestVC adalah investasi angel. Bukti kerja kerasnya ada 6 perusahaan yang berumur 1,5 tahun dan dua perusahaan teknologi asal Singapura, Carousell dan Burpple.

Artikel Terbaru Kami