Rabu, 14 Oktober 2015

Usaha Keripik Sayur Sederhana Omzet 9 Juta

Profil Pengusaha Sunarsih Hariwati 



Kisah keripik aneka buah sudah biasa. Bagaimana kalau keripik aneka sayuran. Sebut saja, keripik sayur kenikir, kacang panjang, dan juga keripik wortel. Dikutip dari Koranjitu, seorang pengusaha asal Jaten, Karanganyar, sudah sejak 1997 -an, Ibu Sunarsih Hariwati memulai usaha aneka keripik sayuran. Dibawah label Chrisna Snack, Sunarsih awalnya cuma memproduksi keripik daun bawang. Bisnis pertama yang masih level rumahan.

Ibu Sunarsih memulai dari jajanan bernama luncang. Atau, bisa juga disebut jajan cumi- cumi atau kalau kamu bingung. Itu adalah keripik daun bawang khas, yang sayang tidak cukup memuaskan. Para pelanggan inginkan hal berbeda dari Sunarsih. Jawaban atas itu ada di potensi daerah yang penghasil sayur. Ia menciptakan inovasi dibidang keripik. Kalau di Malang terkenal keripik buah, maka ini keripik sayur khas Karanganyar.

Daerah tersebut memang penghasil sayur mayur. Sayang, banyak miris karena dia banyak melihat banyak orang dewasa tidak suka sayur. Kalau yang tua saja tidak suka sayur. Tidak dibayangkan Sunarsih apa yang terjadi kepada generasi muda. "...jadi saya bikin bentuk keripik," pungkasnya. Disela- sela kegiatan produksi keripik dia bercerita.

Memang masih tergolong usaha rumahan atau home industry. Pekerjaan produksi juga masih dikerjakan oleh keluarga sendiri. Jumlah ada empat orang karyawan (masih keluarga) selain dirinya. Kendala terbesar keripik ini menurutnya cuma masalah mesin saja. Oleh karena itupula dirinya enggan mengangkat karyawan lain. Dia masih betah dengan usaha nan sederhana. Wanita kelahiran 17 Desember 1962 ini belum punya mesin besar buat berproduksi.

Sekitar 6- 7 tahun lalu, ada kegiatan jalan sehat yang dihadiri Bupati Rini Iriani, melihat sukses Sunarsih yang mampu mengangkat potensi daerah. Tanpa segan pemerintah daerah menawarkan pembinaan. Ini disambut baik olehnya melalui ikut serta pembinaan. Dampak dari pembinaan ialah terjalin kerja sama antara produk Sunarsih dan Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi Kab. Karanganyar. Rina sendir tertarik akan usaha ini.

Dukungan pemerintah


Sunarsih memilih sayuran terbaik di daerah Karanganyar. Dipilih terlebih dahulu barulah dibuat keripik sayur. Untuk keripik daun kenikir pilihan harus berdaun hijau tua. Ini mengandung anti- oksidan tinggi bila dikonsumsi. Adapula wortel berawarna cerah diambil dari daerah bernama Cepogo. Dipilih yang berwarna orange cerah. Kemudian keripik kacang panjang yang hijau cerah. Ia mengaku tidak mengalami kesulitan bahan baku.

Cukup dibeli di pasar terdekat semua tersedia. Setelah terkumpul, sayur kenikir, wortel, dan kacang panjang langsung diblender halus. Adonan dihaluskan diberi bumbu biar terasa gurih dan dicampur tepung. Selepas itu kamu bisa campur hingga kalis. Adonan siap dipotong- potong berbentu sesuai keinginan. Adonan keripik tinggal digoreng saja hingga kering. Selepas itu, Sunarsih biasanya akan segera mempacking agar tidak cepat rusak.

Sebelum dipacking jangan lupa ditimbang dulu ya. Chrisna Snack menghabiskan 10kg sayuran untuk empat jenis keripik. Packing kemasan terdiri dari ukuran 175gram, 1,5kg, dan 3kg. Untuk ukuran 175gram seharga Rp.9000. Kemasan 1/2kg seharga Rp.17.000 dan kemasan 3kg seharga Rp.105 ribu. Buat kamu yang mau jadi reseller ada kesempatan besar.

Tentu Sunarsih sudah menyiapkan harga grosir atau potongan. Soal pemasaran sementara masih menyebar di daerah Surakarta, lewat toko roti, toko oleh- oleh, dan reseller perorangan. Kalau ada tamu dari luar kota datang di Karesidenan Karanganya, maka Sunarsih siap menyetok kebutuhan makanan khas. Dari situ sudah mengantongi omzet Rp.9 juta per- bulan. Tambahan pemasukan meningkat jika sudah masuk di musim lebaran.

Kendala maka ada dua: kendala permodala yang masih mengganggu. Istri dari Kristianto Wicaksono ini, yang kerap merasakan namanya di PHP soal modal usaha. "Waktu pelatihan katanya ada bantuan tapi sampai sekarang belum ada kejelasan," jelas Sunarsih. Karena minim modal kalau ada yang minta sistem titip. Sunarsih harus berpikir dua kali kalau tidak laku. Bayangkan kalau tidak laku mau modal apa produksi lagi.

"Padahal saya butuh uang untuk perputaran modal," keluhnya. Ibu Sunarsih memang selama ini turun tangan langsung.

Jika tidak maka rugi apalagi tidak punya karyawan. Hitunganya rugi juga kalau memakai sistem titip. Padahal mimpi Sunarsih termasuk memberdayakan petani. Sistem titip maka uang datang ketika barang laku terjual. Dia juga berharap bantuan berupa mesin. Saat ini cuma mesin kecil berproduksi terbatas. Bila saja mesin besar tentu bisa berproduksi sampai luar Surakarta. Dan, itu akan membuka lapangan pekerjaan baru di sekitar.

Alamat: Chrisna Snack Perum. Josroyo 19 RT 7 RW 20, Jaten, Karanganyar
Telepon : 085647229748

Artikel Terbaru Kami