Rabu, 21 Oktober 2015

Baggu Bags Online Shop Melegenda

Kisah Sukses Toko Online Tas



Menurutnya bisnis tas tidak ada ruginya. Tidak akan pernah mati sepanjang jalan. Tentu saja kita harus siap secara matang untuk persaingan ketat. Itulah penjelasan singkat Ion tentang bisnis Baggu Bags. Wanita yang belum jelas kami ketehaui identitasnya. Namun, menurut Warta Wirausaha, adalah ibu satu orang anak yang dulu pernah bekerja di sebuah perusahaan tas. 

Mengetahui untungnya, dia bersama sang suami memulasi usaha ini dari nol. Dia bermodal kepercayaan saja. Bisnis tas kulit produksi sendiri yang punya pasar tersendiri. Ion mendirikan perusahaan tas pada 2001. Ia berbekal ilmu pengetahuan dari pengalaman masa lalu. "Asalkan kita terus berinovasi dan memiliki strategi pemasaran yang baik," jelas Ion.

Apakah semudah itu?

Fakta Ion tidak lah semudah dibayangkan. Perjalanan selama tiga tahun, Ion harus rela berkeliling door-to- door. Berjualan dari satu rumah ke rumah lain. Dia mengadaptasi startegi marketing klasik. Dia menuturkan meski klasik atau kuno tetapi ampuh. Startegi lain adalah penguatan bahwa produk Baggu Bags merupakan hasil rancangan sendiri. Bahkan, Ion meyakinkan orang mereka punya perusahaan sendiri. 

Ini menjadikan tas mereka tidak pasaran. Alhasil, penjualan Baggu Bags diluar dugaan, sukses door-to-door kemudian disusul menyambangi perusakaan lain.

"Aku memberanikan diri saja. Aku sama sekali tidak punya jaringan waktu itu. Kira- kira 15 kantor yang aku sambangi" kata Ion.

Kunci sukses Baggu Bags ada pada keyakinan sang pemilik. Untuk klien pertama tuturnya, ada perusahaan yang bernama ACE Hardware. Awalan mereka menjual tas milik Ion dengan mereka mereka. Ya, diawal itu produk Baggu Bags belum tercipta. Nama tersebut kemudian disematkan sendiri. Tentu agar bisa menunjang konsep bisnis mereka selanjutnya.

Pemasaran berikut meliputi pameran- pameran dan online. Namun, menurut Ion waktu terbuang percuma ketika mengadakan pameran. Dia memutuskan menjual melalui online saja. Bagi wanita yang juga pernah bekerja sebagai marketing ini, menjual lewat online membuatnya mempunyai banyak waktu luang untuk keluarga. Baggu Bags memang tidak memiliki model umum. Ion merancangnya aneka model menurut konsep sendiri.

Untuk meyakinkan konsumen termasuk memberikan garansi. Selama satu tahun kalau produk Baggu Bags rusak; langsung diperbaiki.

"Kalau resleting atau aksesoris lainnya rusak kami bisa memperbaikinya," tutur Alumni Universitas Indonesia Jurusan Hukum.

Tidak menyakiti kepercayaan konsumen merupakan kunci Baggu Bags. Semua produk merupakan yang terbaik dan terjangkau. Baggu Bags dijual antara harga Rp.150- 350 ribu. Variasi Baggu Bags buatan Ion, meliputi pemilihan bahan kulit domba, kambing, dan sapi. Untuk berproduksi Ion dibantu oleh 15 karyawan. Dalam sebulan menghasilkan laba Rp.10 juta- Rp.15 juta. Seminggu ia memproduksi 400 buah tas aneka bentuk.

Tetapi itu semua belum memuaskan hasratnya dalam berekspansi. Meski sudah punya banyak reseller masih belum cukup. Selanjutnya, adalah keinginan untuk memiliki galeri sendiri khusus Baggu Bags. Ia masih yakin betul akan bertahan, karena Baggu Bags memang memilik ciri khas dibanding produk luaran sana.

Catatan: ketika kami mencari siapa sosok Ion. Hal mengejutkan kami temukan bahwa "online shop ini sudah tutup". Bahkan ditengarai terlibat penipuan dari testimoni Facebook. Melalui akun Baggu Bags di Facebook, kami menemukan situs toko onlinenya www.baggu-bags.com sudah tutup. Atau, apakah ini ada hubungan dengan pemilik merek Baggu milik Emily Sugihara.

Artikel Terbaru Kami