Minggu, 11 Oktober 2015

Lulusan Terbaik Universitas Malah Jualan Mie Pedas

Profil Pengusaha Fendra Agoprilla Putra 


 
Mahasiswa Ekonomi ini malah memilih menjadi wirausahawan. Padahal katanya nih, diatermasuk mahasiswa berprestasi di kampusnya. Namanya Fendra Agoprilla Putra, lulusan Ekonomi Manajemen pernah ditawari bekerja di sebuah bank. Juga pernah dia belajar berbisnis saham. Meski tampak hebat mimpi tentang jualan mie lebih utama. Ya Ago begitu panggilannya adalah pemilik Mie Nyonyor khas Banyuwangi itu.

Dimulai sejak masih berkuliah berkat kegemaran makan bakso. Ketika ada bazar di kampus maka keluarlah kegemarannya itu. Hasilnya bakso buatan sendiri yang menjuari bazar tersebut. Ago memilih mengikuti alur passion -nya. Bahkan soal berbisnis memilih berjualan apa yang dia suka. Bakso tersebut lantas diberinya nama bakso cinta. Bakso yang berbumbu aneka sayuran sehat. Ada sayur tomat dan beberapa sayur lain warna- warni.

Bisnis mie sendiri


Namun, setelah diamati, menurutnya bisnis bakso tidak bertahan lama. Dia berpikir ulang bisnis lain yang masih sejenis. Maka mulailah otak- atik selama dua minggu. Ago mulai mencari tau aneka resep mie enak. Hingga lahirlah resep sendiri yakni resep Mie Nyonyor. Untuk menarik perhatian pembeli ditambah konsep level pedas 1-5. Soal mienya cukup memakai mie kering biasa ditambah bumbu istimewa tersebut.

"Rahasianya ada dari saos yang saya buat sendiri," jelasnya.

Sukses membuat resep tinggal bergeriliya mencari pembeli. Awal berjualan ditawarkan kepada teman- teman satu kampus. Pria lulusan Untag Banyuwangi ini pun mendapat respon positif. Modal 1,5 juta digelontorkan untuk berjualan di depan rumah. Warung mie sangat sederhana berdiri bermodal teras rumah dan dua meja kecil bekas kosan. Uang tersebut merupakan uang pribadi juga dari mantan pacar.

"... uang mantan pacar yang sekarang menjadi istri saya. Uang itu juga termasuk uang "jaga- jaga" kalau gagal," pungkasnya.

Ia tngat betul pertama kali Mie Nyonyor diluncurkan. Pelanggan pertama mienya 20 orang yang sebagian besar teman satu kampus. Ketika pesanan datang Ago akan bergegas lari ke belakang. Letak dapur yang jauh dibelakang membuat keluar ekstra tenaga. Selepas itu barulah dibongkarnya garasi rumah dijadikan dapur. "... memanfaatkan garasi rumah yang dulu pernah jadi kamar saya untuk di jadikan dapur," kenang Ago.

Memang kenangan pertama kali itu begitu membekas. Dia ya menjadi kasir, menjadi tukang masak, menjadi tukang bersih- bersih yang dibantu ibu. "Istri yang saat itu masih menjadi pacar," jelasnya lagi. Dalam tempo singkat Mie Nyonyor sudah memiliki 20 orang pegawai. Startegi marketing pertama Mie Nyonyor ialah lewat teman satu kampus. Kemudian marketing itu ditambah penggunaan aneka media sosial memakai nama sendiri.

Untuk meramaikan medsos diadakan aneka lomba. Yakni aneka lomba ekspresi kepedasan ketika memakan Mie Nyonyor. Ternyata cara ini terbilang cukup ampuh menarik perhatian pelanggan. Hadiahnya berupa makan gratis atau bisa aneka diskon. Respon dari marketing tersebut cukup baik. Bahkan banyak pelanggan yang datang membawa teman dan seterusnya. Dari mulut ke mulut nama Mie Nyonyor mulai dikenal oleh masyarakat.

Sukses Mie Nyonyor membuatnya percaya diri menolak pekerjaan. Lowongan pegawai bank atau broker saham ditolak. Semua demi fokus di bisnis mie buatan sendiri. Hasil kerja keras Ago terlihat dari berdirinya cabang di beberapa daerah. Ada cabang Sukowidi, Ganteng, kemudian di wilayah Banyuwangi. Di luar kota ada di Surabaya (dua cabang), Jember, dan Sidoarjo. Dia dibantu keluarga lewat bagi hasil 3-4 persen omzet.

Soal pengiriman bumbu utama serta ayam tabur khas memanfaatkan jasa travel. Pesatnya pertumbuhan Mie Nyonyor menarik tawaran membuka cabang lain jauh, seperti di Palembang, Batam, Sulawesi, dan Jakarta. Namun kesempatan ini ditolak karena masalah jarak tidak memungkinkan. Ago tau pesawat pasti menolak paketnya. Mereka menolak pengiriman paket berupa barang cair seperti pasta. Ago tidak berkecil hati soal ini.

Tidak mau berhenti cuma di mie pedas aneka level. Ago naik pangkat bermodal resep kreasi lain, seperti Mie Nyonyor Saus Bolognese, Ramen Nyonyor, Club Sandwich Panggang dan aneka buah salad. Adapula layanan tawaran tambah toping atau porsi. Ditanya soal apa resep Mie Nyontor, Ago menjelaskan sedikit rahasianya yaitu tanpa MSG dan cabe tanpa biji. Dimaksudkan agar lebih sehat dan tidak menyerang usus buntu.

Cabai diblender kemudian direbus hingga menjadi pasta. Lalu dicampurkan diatas mie kering siap masak. Ini ternyata menghasilkan kombinasi menarik. Kemudian tidak ada minuman soda karena selepas makan pedas tidak boleh minum soda. "Itu sudah saya coba sendiri," jelas Ago. Meski cuma berjualan mie, Ago mengaku tidak malu, meski dia menjadi lulusan terbaik dari kampusnya.

Berawal dari konsep mie sendiri yaitu Mie Nyonyor, Ago mulai melirik resep masakan lain seperti mie raman khas. Kebetulan sekali karena di Banyuwangi belum ada mie ramen. Ternyata hasil karyanya banyak disukai tidak cuma anak muda, tetapi segala usia. Ini bisa dilihat dari banyaknya sepeda motor berjejer. Mereka rela datang jauh ke rumahnya yang disulap menjadi warung. Total sudah ada 6 cabang yang bersebar di daerah Jawa Timur.

Satu porsi mie ramen Nyonyor ada ayam, wortel, sayur hijau, kembang tahu, sosis dan jamur. Tidak cuma itu ada pula potongan sayap ayam dicampurkan. Untuk minuman ada khas juga yakni Es Temulawak Ndut yang segar bergelas super besar. Ini disebutnya kombinasi makanan Jepang dan tradisional Indonesia, tutur Ago lagi.

"Rekomendasi buat mereka yang suka mie dan suka pedas. Apalagi ramennya lengkap toppingnya mulai sayur sampai telur dan jamur," ujar Herpein salah satu pelanggan tetap.

Artikel Terbaru Kami