Rabu, 23 September 2015

Contoh Kerajinan Koran Oleh Ranny Kreasi

Profil Pengusaha Haerani Erlina Fairida 



Tren bisnis daur ulang koran namapnya bisa jadi pilihan. Ini bisa menjadi pilihan sobat pengusaha muda. Unik, lewat lembaran- lembaran koran bekas itu bisa dijadikan aneka produk. Menghasilkan nilai ekonomi yang cukup tinggi. Dulu kami pernah membahas kisah sukses FX. Harso Susanto. Lewat tangan dinginnya merubah koran bekas jadi aneka furnitur. Kini, kisah Haerani Erlina Fairida, ibu rumah tangga yang merubah koran bekas jadi aneka pajangan.

Pemilik Ranny Kreasi berkisah kepada Moneter.co kapan tepatnya.  Awalanya sih karena timbul rasa ingin memanfaatkan limbah koran bekas. Mau didaur ulang cuma mau dijadikan apa. Diakuinya ini sebagai proses iseng- iseng. Koran- koran diubahnya menjadi aneka wadah keperluan sehari- hari. Melalui belajar otodidak keahlian Ranny mulai terasah. Lewat teman- teman yang berkunjung, lambat laun karya seni itu diminati, apa dijual?

"...bagus ya ini belum ada di pasaran. Terus dari situ ada pesenan dari beberapa teman dan saudara jadi semangat," kata Ranny menirukan.

Permintaan makin banyak datang. Modal pertama Rp.100 ribu dibantu seorang karyawan. Mereka bersama mencoba memenuhi kebutuhan pesanan. Sayangnya, tak semudah itu menjalankan bisnis karena benar melelahkan. Ranny sendiri sudah bereksperimen lewat bentuk, warna, dan macam- macam kegunaan. Usahanya semakin diminati, apa yang bisa dilakukannya.

Untuk memenuhi permintaan bergabunglah Ranny dengan PKK. Lewat organisasi tersebut didapatkan dana pinjaman lunak. Modal tersebut digunakan kembali untuk memenuhi kebutuhan pasar. Tambahan modal dari PKK senilai Rp.500 ribu. Digunakan untuk menambah jumlah karyawan dan membeli bahan perlengakapan. Total ada 3 karyawan perajin, ditambah 20 karyawan produksi sampai sekarang. Setelah mampu memenuhi kebutuhan apa selanjutnya.

Ranny mulai bermanuver mengikuti aneka perlombaan kerajinan. Tahun 2012, ia memenangkan lomba Juara 1 UKM Award dari Kementerian Koperasi dan UKM. Kemudian Ranny Kreasi juga memenangkan Juara 1 Sapta Pesona Alam dari Dina Pariwisata. Ada pula aneka pameran yang mulai diikutinya hingga sampai ke luar negeri Bangkok International Gift Affair dan Bangkok International House Fair 2012.

"Akhirnya saya dikenal sama Dinas dan Kementrian Perindustrian serta Dekrenas," jelasnya. Usahanya ini memang punya banyak manfaat buat lingkungan.

Ibu rumah tangga


Penjualan Ranny Kreasi dimulai lewat orang- orang terdekat. Penjualan beralih lewat penjualan door- to- door. Hasilnya membangun nama dan pesanan meningkat. Soal lomba dimulai dari paling bawah yakni lewat lomba kelurahan. Lomba itu fokus tentang usaha masyarakat mendaur ulang. Dia pernah menang Ciputra Entrepreneur 2012 loh. Inilah usaha yang dikenal sebagai industri kreatif. Kerajinan dan bisnis yang banyak membantu masyarakat sekitar.

Istilahnya 3R: Reuse, Recycle, dan Reduce, Ranny menjelaskan bagaimana kita memanfaatkan kembali, lalu mendaur ulang bentuk, dan ini mengurangi sampah tak terpakai. Mengurangi sampah- sampah yang merusak lingkuangan. Oleh dinas penanangan entrepreneurship, dia diajarkan lebih dekat soal marketing. Mereka lah yang memberikannya kesempatan mengikuti bazar, pameran, bahkan membantunya masuk ke mall.

"Seperti kemarin di pameran inacraft belum selesai pameran hanya dalam waktu 4 hari produk habis terjual," jelasnya.

Beda FX Harso Susanto menghasilkan furnitur. Namun, keduanya sama- sama sempat diremehkan. Itu karena produknya dibuat 100% kertas koran. Memulai sejak tahun 2010, produknya dari vas bunga, tikar, tempat buah, tempat payung, tutup saji, tempat tisu, dll. Harga jualnya dari termurah Rp.5 ribu- Rp.150 ribu. Ranny Kreasi bertempat di Jalan Saaba, Jakarta Barat 11640, perempuan 51 tahun ini awalnya cuma ibu rumah tangga biasa.

Konsumen tidak percaya ini koran. Katanya sih tidak memiliki ketahanan lama. Baik Harso dan Fanny sudah punya resep caranya sendiri. Namanya pengusaha harus bisa menghadapi aneka tantangan. Termasuk soal pandangan sebelah mata pembeli. Ranny membuktikan hal tersebut langsung. Ibu dari dua anak dan sudah punya satu cucu ini sudah mendapatkan pengakuan.

Cara pembuatan sederhana, ambil kertas koran selebar 5cm, basahi dan linting panjang berfariasi sesuaikan panas matahari. Sangat tergantung matahari, kalau pakai pemanas menurutnya hasil keringnya tak akan rata. Selepas kering bentuk sesuai keinginan modal kertas lem. Setelah itu setelah kering benar barulah difernis biar awet. Total ada tiga cara digunakan oleh Ranny: bubur kertas, bahan kering, dan bahan direndam dulu.

Kendala terbesar bisnisnya ada di panas matahari. Soal membentuk barang cukup pakai cetakan sederhana. Sebut saja ember bekas buat cetakan tempat payung. Bisnisnya juga merambah souvenir pernikahan. Ranny Kreasi bisa memproduksi 500 souvenir tiap bulan. Dia juga aktif mengajar pembuatan kerajinan kepada ibu- ibu PKK. Seperti di daerah Cakung, ada satu kelompok 30 orang, yang memintanya mengajari mereka cara membuatnya.

"Saya beri pelatihan lewat PKK dan Dharma Wanita. Kemarin ada permintaan dari Kedutaan Malaysia di Indonesia minggu ini untuk melatih ibu- ibu kedutaan," jelasnya kepada Detik.

Masa liburan sekolah dihabiskannya mengajar anak- anak sekolah. Ia berangkat ke Malaysia, atau datang ke anak- anak binaan Bambu Apus. Ranny mencoba membantu anak kena kasus agar, ketika keluar dari tempat itu bisa menjadi mandiri. Kesenangan menurutnya adalah bisa menghasilkan. Dan, juga bisa memberi manfaat buat orang banyak.

Hadapi MEA, Ranny cukup optimis, apalagi permintaan eksporny ada. Dia pernah mendapat pesanan asal Saudi Arabia. Dua kali pesan tapi jumlahnya sampai 100 buah souvenir. Apalagi bicara Eropa- Amerika yang mulai jenus produk tak ramah lingkungan. Masih ada peluang bagi Ranny dan pengusaha lain. Bahkan orang Tiongkok terheran- heran produknya terbuat dari koran. Padahal kita tau betul bagaimana raksasa industri ini berkreasi.

Wanita berjilbab ini yakin akan kualitas produknya. Kendalanya mungkin dia belum bisa berproduksi banyak memenuhi semua pesanan. Karena memang masih dibuat manual tangan manusia. Bicara pemasaran buat hadapi pasar bebas ASEAN adanya internet dan workshop sudah dipersiapkan.

Artikel Terbaru Kami