Jumat, 04 September 2015

Sepatu Bogoriginal Ditta Harakita dan Astiti Puriwigati

Kisah Toko Online Sepatu Lokal


 
Model sepatu Bogoriginal memang cantik- cantik. Siapa sangka semuanya berawal dari rasa penasaran akan sepatu asli Bogor. Adalah dua orang sahabat berbisnis bersama, ialah Astiti Puriwigati atau dipanggil Putie, kemudian Ditta Harakita atau Ditta, keduanya sama- sama pemikiran yang sama. Yakni produk lokal asli dari Bogor layak dipasarkan. Itu merupakan hasil produksi lokal.

Hasilnya cukup menarik dan sangat layak. Dimata keduanya sebagai perempuan dan pecinta fashion pastilah beda. Meski keduanya mempunya latar belakang bukan bisnis. Keduanya sepakat menangkap peluang itu nyata. Jadilah kedua alumni jurusan Ilmu Pertanian IPB memulai kisahnya. Mereka tak sendiri dibantu para perajin sepatu Bogor. Usaha bernama Bogoriginal dibentuk. Mewadahi cita rasa dua mahasiswi ini buat berbisnis online.

Sebenarnya hidup mereka sudah berkecukupan. Mereka adalah wanita karir sekaligus ibu rumah tangga sukses. Cuma saja hati mereka tergelitik mencoba. Ranah internet dimanfaatkan keduanya sejak 2012. Jujur alasan lain kenapa memulai usaha sendiri; kerena tak fokus. Usut- punya usut keduanya mulai tak fokus di rumah tangga kerena beban pekerjaan. Itu alasan lain selain untuk mempromosikan sepatu lokal asli Bogor. Mereka ini saling memahami satu sama lain.

Pilihan hati mereka jatuh di pengrajin lokal sekitar mereka. Ini layak dipasarkan secara luas. Hingga kedua sahabat ini mulai fokus mengerjakan bisnis.

Bisnis online


Memutuskan keluar dari pekerjaan mungkin bukan hal tersulit. Kemudian memperkenalkan nama brand milik mereka sendiri, Bogoriginal. Modal awalnya cuma Rp.400 ribu tapi membengkak jadi Rp.15 juta. Mereka lantas memasarkan produknya ke beberapa teman terdekat. Berjalannya waktu meningkat melalui sistem bisnis online menyasar perempuan muda. Mereka aktif memanfaatkan Twitter, Facebook, lain- lain. Tak cukup ditambah sistem reseller membuatnya lebih "wah".

Tak disangka lambat laun nama brand -nya mulai dikenal. Hingga pertengahan 2012 sudah bisa balik modal hanya dalam hitungan bulan saja. Kini, sudah punya toko di kawasan Darmaga Bogor, dikawasan bernama Graha Kartika Pratama Cluster Srikandi, Blok DD2 nomor 14 Cibinong- Bogor. Harga jual sepatu milik mereka dipatok cukup murah antara Rp.65 ribu sampai Rp.235 ribu per- pasang. Sukses Bogoriginial lalu disusul brand baru.

Brand yang mewakili jati diri mereka. Yang merupakan kemantapan keduanya dalam mendesain sendiri. Lini khusus yang diberi mereka nama Edrea Harakita. Mereka cukup dibantu 12 orang pekerja. Terdiri dari 8 pegawai di gudang, 4 sebagai customer service, dimana ada 4 bengkel produksi. Apakah mereka menyesal meninggalkan pekerjaan buktinya tidak. Sukses memasarkan brand Bogoriginal menghasilkan omzet sampai Rp.100 juta sampai Rp.300 juta.

Ditta menuturkan kepada pewarta Liputan6, sukses bisa diraih karena mereka mampu menjaga kepercayaan pelanggan. Bukan perkara mudah mereka harus tetap jadi bisnis online amanah. Cara menjaganya selain itu ada pada pelayanan konsumen juga menjaga kualitas produknya. Barangnya harus berkualitas, modelnya itu mengacu pada sepatu yang nyaman. Ditta menjelaskan awalnya mereka memproduksi sepatu hak tinggi tapi menyakitkan.

Sepatu hak tinggi nan cantik tersebut ternyata menyakitkan. Kemudian mulailah mereka melakukan survei kecil- kecil. Hasilnya ternyata perempuan muda suka sepatu empuk, desain nyaman di kaki, jadilah semua itu menjadi fokus bisnis mereka sekarang. Bukan tanpa halangan bayangkan saja ceruk pasar mereka tuju. Ia harus bersaing dengan bisnis sejenis menawarkan produk sama. Apalagi sekarang kemudahan berjualan di media sosial; siapa saja bisa.

"Tapi kami mengubah kendala jadi peluang," ujarnya.

Mereka masih bersemangat menyebarkan brand -nya ke penjuru Indonesia. Bahkan kalau bisa mencapai ke pasar manca negara. Mereka berdua punya tujuan baru sama lagi. Mereka ingin membangkitkan brand lokal ke kancah internasional. Sebagai perempuan mencoba menghadirkan produk estetika. Memproduksi aneka sandal dan sepatu menarik bagi konsumen.

Sebagai putri daerah keduanya tidak cuma soal uang. Melainkan partisipasi aktif membangun lapangan kerja baru. Mereka dibantu pengrajin asal Ciomas, dipasarkan melalui online lewat Bogoriginal, memanfaatkan sosial media seperti Twitter di @bogoriginal atau Facebook fanspage Bogoriginal Store. Kemudian ada dua brand baru Edrea Haratika dan Gratica. Dibantu oleh teman- teman kuliah, saudara di Bogor, dimana aktif bekerja menjadi reseller mereka.

Artikel Terbaru Kami