Selasa, 15 September 2015

Ibu Pecinta Burung Bukti Mudahnya Berbisnis

Bisnis tak monoton itu- itu saja. Tak harus punya sawah puluhan hektar buat ditanami singkong. Cukup apa yang dirasa sesuai passion -nya. Berikut kisah ibu- ibu rumah tangga doyan memelihara burung. Sukses dari sekedar hobi malah menghasilkan banyak keuntungan melimpah. Berikut daftar perempuan- perempuan luar biasa berbisnis burung yang notabennya passion -nya laki.

1. Kisah Ny. Alex asal Depok


Ibu muda satu ini sukses menangkar burung cucakrowo. Bermodal cuma halaman rumah lamanya di Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat, terlihat kandang- kandang kecil berejer berisi Cucakrowo. Ny. Alex menyebut ini bukan hasil seberapa karena rumahnya ini sudah tak cukup. Saking banyaknya permintaan dan hasil dari tangkarannya ciamik. Pemilik CBS Bird Farm ini haruslah memindahkan bisnisnya ke tempat lain.

Dipindah lah bisnisnya ke rumah barunya semuanya ya berkat bisnis ini. Sukses menangkar cucakrowo ini mampu membuatnya bisa membeli rumah baru, di kawasan Jalan Sawang Permai Baya, Kampung Kupu RT. 02/RW. 08, di depan GKLH An- Nur, Bedahan Pasir Putih, Depok. Suksesnya menangkar Cucakrowo menghasilkam 28 kandang indukan produktif. Setiap bulan kadangnya mengasilkan anakan laris manis terjual.

Cucakrowo milik CBS Bird Farm memang eksotis. Beda dari biasanya dijual dipasaran. Ny. Alex tepatlah memilih cucakrowo kepala hitam. Dimana dikepalanya ada bercak bulu berwarna hitam. Warna itu menurun ke anak- anaknya dan ternyata mengundang perhatian pecinta burung. Anak menetas dalam perawatannya, akan ia biarkan diasuh induknya 1 minggu. Barulah diangkat dan dipanen, maksudnya dipindahkan ke ruang inkubator.

Sebuah ruangan hangat beralas rerumputan atau alang- alang. Siap dipasarkan setelah umur 1,5 bulanan dimana sudah bisa makan sendiri. Nah, sukses menangkar burung cucakrowo, kamu bisa mengikuti jejak Ny. Alex dalam budidaya jangkrik. Ini bisa menambah pundi- pundi uang keluarga loh. Sukses mengangkar cucakrowo apalagi burung idaman ibu muda satu ini; burung murai batu. Bahkan dalam jangka waktu dekat Ny.Alex akan mendatangkannya dari Sumatra.

2. Kisah Ibu Andri Bogor


Kalau ibu berhijab satu ini sudah lebih jago soal menangkar burung. Juga punya burung cucakrowo yang ia tangkar di lahan terbatas, tak jauh dari rumahnya yakni di komplek Mutiara Bogor Raya Blog E9/No 1, di daerah Kutalampa, Bogor. Pertama kali punya burung buat ditangkar. Ia mengaku cuma punya tiga pasang indukan cucakrowo, dan dua pasang indukan jalak bali.

Berkat usahanya kini sudah ada 17 kandang permanen. Untuk jenis burungnya juga sudah bertambah, yakni burung jenis lovebird. Jenisnya juga beragam antara lain lution, albino, blorok, dan lain- lain. Yang mana dari setiapnya menghasilkan burung- burung nan- eksotis. Usaha bernama MBR Farm memberikan perawatan 10 hari buat induknya. Kemudian dimasukan inkubator dan dirawat sendiri selepas umur 1,5 bulan.

Dua minggu setelah dilepas dari induknya; sang induk bertelor kembali.

Diakuinya dirinya cuma penangkar pemula. Dari perawatan dan lain- lain dikerjakannya sendiri. Mulai proses penjodohan, memanen anakan, hingga perawatan sebelum penjualan. Sukses menangkar membuatnya siap untuk memperbesar folume kandangnya.

3. Ibu Sadimin dari Cibinong


Beda wanita diatas, ibu yang satu ini bertekat menjadi breeder, justru karena ingin membantu bisnis sang suami. Enam tahun lalu, Sadimin, memulai usahanya menjadi penangkar sendiri. Usaha bernama Dwi Jaya Bird Farm Cibinong ini khususkan menangkar burung cucakrowo. Mereka lantas bersama membangun ini dari nol. Modal usaha pun didapat dari menjual sepeda motor.

Uang tak seberapa dibelikannya dua pasang induk cucakrowo. Hasilnya dari indukan produktif ini jadilah satu pengorbanan manis. Bayangkan dari satu pasang terus berkembang biak. Kesemuanya seolah tanpa ada hambatan. Memang jika tak berkorban mana ada kesuksesan. "Alhamdulillah, semuanya lancar. Baru sehari masuk kandang, induk langsung bertelur," kenang Ibu Sadimin.

Mau tau kunci sukses Ibu Sadimin breeder cucakrowo?

Pertama adalah kamu harus penyuka burung. Penangkar dari hobi atau hati biasanya akan lebih sukses. Ini jika dibandingkan mereka yang punya uang banyak tapi tak suka burung. Kalau hobi pasti sayang ketika nanti diharuskan merawat burung. Kedua, kamu tak boleh malu ketika harus belajar dari awal bagaimana cara merawat burung.

Caranya ya kamu harus belajar -berteman dengan para penangkar burung yang lebih profesional. Bertanya lah dari mereka dan belajar lah dari mereka. Nah, terakhir atau ketiga, maka perlu kamu ketahui bahwa ini adalah mahluk hidup. Butuh tempat penangkaran yang baik bukan alakadarnya. Meski dari nol haruslah kamu paham resiko burung mati, sakit, terlepas, atau dicuri oleh orang, dan juga gagal beternak.

"Misalnya, induk sudah jodoh dan bertelur. Tetapi saat mengeram tidak menetas. Bisa juga sudah menetas, tiba- tiba anakan dibuang oleh induknya," ujarnya. Perlu sebuah kesabaran buat kamu menjalani prosesnya. Diperlukan kesabaran, dievaluasi kembali apa yang salah, jikalau gagal maka itu pengalaman yang nyata, yang bisa kamu ingat ketika menjalankan kembali.

4. Kisah Ibu Marni asal Samarinda


Kalau Bu Marni sama juga mau membantu sang suami. Wawan, nama suaminya memang hobi soal burung, tapi biasanya soal perlombaan jadi beda kalau mau menangkar burung. Karena merasa tidak kunjung merasa beruntung maka beralihlah menjadi penangkar kenari dan lovebird. Tiga tahun lalu, keduanya membangun satu kandang di kawasan Suryanata Air Putih, Samarinda.

Usahnya tak disangka maju pesat. Dan, Wawan kwalahan untuk mengerjakanya sendiri. Dari sinilah sang istri datang ikut membantu nyemplung di bisnis penangkaran burung. Telaten sang suami mengajar Ibu Marni dari memberi minum, makan, kemudian membersihkan kandang. Memulai dari kenari dan lovebird, kedua breeder semua istri ini juga melirik cucakrowo.

Sayangnya, memiliki dua pasangan indukan cucakrowo, belum menghasilkan piyikan jadi tapi ini tak lantas menjadikan mereka menyerah. Mereka bersama tetap berusaha hingga mendapatkan piyikan cucakrowo.

Sumber: Omkicau.com dari Tabloid Burung Agrobis

Artikel Terbaru Kami