Selasa, 08 September 2015

Dua Kisah Pengusaha Hispanik Berjuang

Contoh Kerja Keras



Alkisah, ini kisah Adriana Rodriguez, seorang wanita kelahiran Meksiko mencari jalannya. Wanita 38 tahun yang memiliki latar pendidikan master dari National Pedagogic University. Kuliah yang diambilnya di tempat asalnya Meksiko sebelum memutukan pindah ke Austin, Texas. Ia sebagai seorang anak punya mimpi membuka sekolahnya sendiri. Meski maunya begitu tapi hidup berkata lain.

Dia memilih membuka usahanya sendiri. Akhirnya ia bisa membuka sekolahnya sendiri. Semua berkat modal pinjaman sang ayah. Dibukannya sebuah bisnis pendidikan dibantu ayahnya, seorang pegawai di Departemen Pendidikan Meksiko. Ternyata pinjaman tersebut tak mencukupi, biayanya bahkan menanjak dan jikalau ia mengajukan pinjaman ke bank akan sia- sia. Karena bisnisnya tak punya arus kas tetap. Dia bersama suami, Henry, memilih bertaruh.

Seminggu sebelumnya, seperti dikutip dari Nbcnews.com, dia merasakan tegang dimana- mana. Akhirnya ia membuka bisnis sekolahnya sendiri. "Oh my gosh. Saya tidak tau jika saya akan bertahan," jelasnya. Mungkin sebuah perasaan tegang karena bisnis pertama. Tapi nampaknya menjadi pertanda buruk kelak. Di tahun 2008, dia bersama suaminya, memutuskan mempertaruhkan rumah empat kamarnya ke bisnisnya. 

Mereka menjual rumah, membayar beberapa hutang, mengurangi biaya ini- itu dan akhirnya pindah tinggal di apartemen. Mereka bersama dua anaknya yang masih 6 dan 9 tahun, bersama- sama berbagi satu ranjang kamar. Anaknya pindah dari sekolah privat ke sekolah publik.

 "Itu transisi besar, terutama untuk anak-anak, dan itu adalah tantangan besar. Kami bekerja 24-7 pada bisnis," kata Rodriguez kepada NBC.

Sebagai pengusaha baru memulai bisnis sekolah bukanlah mudah. Bayangkan, wanita paruh baya ini harus lah bekerja ganda. Dia adalah direktur sekolah, guru sekaligus tukang bersih- bersih. Selepas seharian dia bekerja, langsung melarikan diri ke rumah, memberi makan kedua anaknya. Ketika mereka tertidur, ia akan kembali lagi bekerja dan membalas email wali murid.

Ini adalah gaya hidup baru. Susahnya menjadi pengusaha cukup membuatnya keteteran. Semakin sulit saja ia merasakan, "makin banyak waktu yang kamu ambil dari keluarga ke bisnis." Pengorbanan ini terbayar ketika ia bisa membayar hutang orang tuanya. Akhirnya sekolahannya bisa punya daftar tunggu. Yah, sekolah itu kini tumbuh dari satu jadi tiga dengan total aset lebih dari $2 juta, mempunyai 260 murid, dan 58 pegawai. Bisnisnya berubah jadi Austin Eco Bilingual School.

"Itu tidak mudah," dia berkata dia akan menyarankan kamu agar jadi entrepreneur. "Jangan pernah berhenti percaya. Lakukan yang terbaik dan percaya kepada mimpi mu. Itu butuh waktu."

Website: www.austinbilingualschool.com

Pengusaha McDonald



Lain halnya German Ustariz, berbeda dengan Rodriguez, ketika berumur 13 tahun dirinya sudahlah bekerja keras. Dia bekerja sebagai pembersih meja dan lobi di restoran McDonald di asalnya Los Angles. Hari ini, dia dan istrinya Delmy, yang juga bekerja sebagai pegawai bersih- bersih, keduanya kini menjadi pemilik dan operator franchise McDonald di Austin. Dari hasil bisnisnya saja mereka menghasilkan $13 juta dan punya 120 orang pegawai.

Pasangan German dan Delmy menikah di tahun 1988. Ketika itu ia sudah menjabat supervisi di McDonald, sementara istrinya adalah cleaning service. Butuh waktu 10 tahun semenjak itu buat memastikan keduanya jadi pemilik franchise sendiri. Keduanya pindah ke Dallas. Mengorbankan dan tantangan sendiri bagi hidup mereka. "Kami tidak kenal siapapun," jelasnya. German mulai membangun 6000 meter persegi bangunan baru.

"Kami harus mulai dari awal membangun dasar untuk bisnis. Bagian tersulit adalah hanya menemukan orang yang tepat anda dapat percayai buat berbisnis dengan anda." jelas German, yang kini berusia 50 tahun.

Semua yang dia ketahui adalah pengalaman bekerja di McDonald. Dari pelatian itulah kesempatan buatnya jadi pengusaha sendiri. Tahun 2000, pasangan suami istri ini punya kesempatan membuka tiga toko lagi, itu ada di Austin. Mereka semakin berhasil hingga punya total empat franchise di tahun 2010. Bisnis baginya itu adalah bisnis orang. Maksudnya pemilik usaha harus tau lingkungan. Haruslah tau siapa pekerja kamu seperti latar belakangnya.

Artikel Terbaru Kami