Jumat, 18 September 2015

Jualan Hotdog Pengusaha Muda Riza Mr.Unyu

Profil Pengusaha Riza Hariadi


 
Ini dia contoh alumni kampus sukses buat kamu. Kalau kamu kuliah ada baiknya pikir betul jurusan apa. Lantas apa juga bisa membuat kamu menjadi wirausaha. Kisah berikut adalah kisah pengusaha alumni Akpar Majapahit. Dia tak cuma kuliah tapi mempraktikan kuliahnya. Sejak masuk Majapahit Tourism, cowok 28 tahun ini, memang sudah membidik jurusan pariwisata. Dia membidik jurusan yang mampu menjadikannya seorang pengusaha.

Tak mau menjadi pegawai hotel atau restoran, akhirnya Riza Hariadi, memilih membuka usaha sendiri. Usaha bernama Burger Gosong Saus Jodoh yang terkenal di sekitar Pantai Senggigi. Unik didengar membuat orang jadi penasaran. Apalagi kalau kita mendengar kisahnya. "Pokoknya setelah lulus dari Akpar Majapahit, saya harus punya usaha sendiri," ujar dia kepada pewarta kampus. 

Bukti di 2011, Riza mulai merintis usaha sendiri meski tak segampang itu. Pokoknya dalam benak pemuda berkacamata ini cuma membuka usaha. Dia memutar otak keras bukan bagaimana menjadi pegawai. Bukan bagaima dirinya diterima di hotel berbintang. Oleh karenanya selama masa kuliah di Akpar Majapahit, ia mulai mencoba- coba usaha sendiri. Memang sejak kuliah mahasiswa diajarkan pelajaran kewirausahaan.

"Selama kuliah memang di latih menjadi entrepreneur," ujar Riza.

Banyak lika- liku dialami selama memulai. Tak semudah membalikan telapa tangan. Kendala awal seperti halnya pengusaha lain ya soal modal usaha. "Saya ingat betul kata Pak Hedi (dosen kewirausahaan) selalu bilang bahwa Modal utama dalam berwirausaha bukanlah Uang, tapi Modal berani aja sudah cukup," jelasnya. Riza modal nekat menjual barang menjadi uang. Itu dicukup- cukupkan saja -tapi masih berasa tak cukup juga.

Masih kurang maka dicobalah meminjam saudara. Maupun mengais sisa- sisa uang tabungannya di bank. Semuanya digunakan menjadi modal usaha. Soal tempat pun sudah diputuskan yakni di Lombok. Alasan utama karena di Lombok banyak saudara. Selain mencari suasana baru. Setidaknya bisa meminta bantuan saudara kalau ada kesulitan. Sisa modal didapatkan dari motor barunya yang ditukar motor bekas; cukup menutupi.

Soal tempat tinggal terselesaikan lewat menumpang di saudara. Riza tak terlalu banyak keluar uang. Nah, setelah disana, setelah modal cukup, tinggal memikirkan "mau jualan apa ya?. Memang sejak awal gambaran mau bisnis belum ada sejak pindah ke Lombok. Mau usaha apa tak jelas mau jualan apa. Peluangnya baru terlihat justru ketika dalam kegalauan.

Di tempat tinggalnya yang baru, di dekat pantai Senggigi Lombok, ide bisnis itu baru muncul. "Saya lihat kok enggak ada yang jualan hotdog, padahal banyak bule," celetuknya. Sejak saat itu, ia memutuskan berjualan hotdog saja. Karena saingan tak ada jualan hotdog plus burger menjanjikan. Dibuka lah satu gerai bernama Surfing Duo Burger and Hotdog. Nama yang diambil mengingat gerainya ada didekat tempat bule berstirahat selepas surfing.

Jual Hotdog



Pengorbanan terbayar lewat gerai yang tak perlu menyewa mahal. Cukup menambahi biaya air dan listrik. Terus berkembang membuat Riza bisa membuka cabangnya hingga Mataram. Ia dibantu oleh saudara disana yang juga mau membuka usaha sendiri. Dalam perjalanan bisnisnya sudah tak terhitung sudah berapa kali berganti nama. Faktanya brand menjadi masalah krusial pengusaha muda yang satu ini. Brand itu berubah sejalan bertambah aneka varian rasa.

Sudah beberapa kali berganti nama tak membuat sepi peminat. Untung, karena sambil berganti nama, Riza tetap aktif memperbarui varia menu. Hasil kuliah di Jurusan Food and Beverage mulai dipraktikan langsung. Serangkaian varian produk hotdognya sekarang begitu digemari. Tak mau setengah- setengah ia mulai rajin membaca marketing. Akhirnya diputuskan namanya menjadi Mr.Unyu, dan terbukti mampu menarik lebih banyak pembeli.

Tepatnya, lebih panjang Mr.Unyu: Burger Gosong Saus Jodoh. Memang sengaja dibuat sedemikian rupa agar menarik perhatian pembeli. Sukses Mr.Unyu masih berkelanjutan loh. Sukses diraihnya bukan sekedar lewat berkorban tetapi juga kerja keras. Sejak awal ia memang hobi memasak dan bereksperimen, ditambah membaca buku marketing. Kesimpulan bahwa usaha sendiri lebih baik dari jadi pegawai, telah dibuktikan lewat pengalaman pribadi.

Memilih kuliah mempengaruhi kamu akan jadi apa kelak. Riza mensarankan buat adik kelasnya agar berpikir matang. Harus selalu belajar menekuni apa yang kamu pelajari di kampus. Memilih kampus baik menentukan pelajaran yang kita terima. Apa mendukung juga menjadi pengusaha atau tidak. Ketika ia berkuliah Kuliah Kerja Nyata, disanalah pembuktian ia tak salah memilih.

Ketika ia bersama kawan praktik berjualan Sushi Rendang. Ada pengalaman menarik tak terlupakan. Kisah kerja nyata bersama kawan, berjualan memakai mobil kampus dan berpakain chef, tampak menyolok salah kostum. Berjualan di kampung seperti orang kaya, tak ayal tukang becak nyeletuk nyinyir. "Mas kalau sudah kaya dirumah aja, ngapain jualan disini, bikin warungnya nggak laku." ucapnya.

Ini menjadi sebuah tamparan tentang makna menjadi pengusaha. Riza sadar perlu ada pemahaman soal cara terbaik memulai usaha disuatu lokasi.

"Lucunya lagi Bapak itu ngomongnya makek bahasa jawa medhok, sambil nunjuk warung temannya," Riza menirukan.

Itulah mengapa Riza meyakini bahwa pengusaha harus bisa bersosialisasi. Agar tidak ada resistensi dari masyarakat sekitar. Itu sebabnya ketika memulai bisnis dia begitu memperhatikan lingkungan. Hingga soal gambaran tempat usaha terlihat sangat sederhana. Coba bayangkan apa yang mungkin terjadi bila ada resistensi. Bisa saja kisah Riza Mr. Unyu tak akan semulus kita bayangkan kini.

Artikel Terbaru Kami