Senin, 14 September 2015

Marketing Jualan Kambing Lewat Salon Gobing

Kisah Sukses Margo Santoso


 
Ide bisnis berhubungan dengan hari raya Idul Adha apa ya? 

Mungkin kalau mau berjualan kambing atau sapi sudah biasa. Itu mungkin jadi ide dibalik pengusaha asal Semarang ini. Mungkin, pemikirannya bagaimana cara memanjakan si hewan kurban sebelum pergi ke surga nanti. Kanapa kita tak sedikit memanjakan mereka toh pahalannya buat kita sendiri. Dibanding cuma beli beberapa hari sebelum berkurban, disembelih, kemudian dipotong- potong. Atau kita bisa biarkan mereka untuk beberapa hari menikmati layanan premium.

Di saat Hari Raya Kurban, maka para penjual akan menawarkan layanan terbaik. Di Semarang ada seorang pengusaha bernama Margo Santoso menawarkan layanan berbeda. Salon hewa kurban bernama Gobing, yang mana fokus merawat si kambing. Dari perawatan bulunya dibersihkan layaknya rambut manusia, lalu dimandikan layaknya spa, hingga disisir rapi hingga tampak elok ketika dikurbankan.

Pria 36 tahun ini membuka salonnya di Jalan Arjuna Raya No. 61 RT 5/2, Pandrikan Kidul, Semarang Jawa Tengah, dimana sudah 14 tahun menggeluti bisnis ini. Gobing sendiri merupakan satu singkatan dari Margo Kambing. "Kalau tidak untuk Idul Adha, biasanya untuk Aqiqah," kata Pak Margo. Disana ada satu tempat mandi besar buat memandikan kambing- kambing. Dengan senang hati dirinya mengajak pewarta dari Metro melihat ke dalam.

Sejak 2009, bisnisnya terbilang cukup sukses, mampu melayani 25 ekor kambing di salonnya. Meski begitu tak mudah memandikan kambing loh. Ketika diliput Margo tengah mengambil satu kambing dari kandang yang terbuka. Meski melawan ketika sudah diguyur air. Kambing itu jadi tenang dan tak berontak lagi. Ia pun lantas mengambil sabun dan sampo.

"Sabun dan samponya biasa. Memang agak susah kalo kambingnya berontak," ujar Margo.

Unik karena salon Gobing tak memungut biaya. Alias gratis, tentunya buat kamu yang membeli kambing dari Margo. Air sampai samponya merupakan cara uniknya memasarkan bisnisnya. Tidak cuma ada salon juga ada layanan pemeriksaan kesehatan langkap, pemeriksaan mata, kontrol keberisahan telinga, dan kuku. Dan kuku jika tak dibersihkan akan menimbulkan kutu.

Nah, si kutu itu menjalar ke telinga membuat bawah telinga gatal. Jikalau cuaca panas dan tidak disalonkan itu bisa membuat menyebar sampai ke tubuh. Alhasil kambing jadi penyakitan dan tak mudah gemuk. Hasil akhirnya apalagi kalau bukan tak layak dikurbankan. Hal lain dilakukan oleh Margo adalah pemberian nutrisi lengkap, berupa sentrat, tetes tebu, garam, vitamin, dan obat cacing. Lagi- lagi ia menkankan tidak ada biaya tambahan!

Ia akan tetap menjual kambing serhaga Rp.2 juta- Rp.4 juta. Bahkan pihaknya mau menjamin gratis ongkos buat mengirim kambingnya. Untuk memasarkan konsep bisnisnya ternyata tak butuh biaya mahal. Cukup lewat konsep mulut- ke mulut. Daya tarik bisnisnya ada pada salonnya. Hasilnya ialah penjualan mampu capai 250- 300 ekor kambing di Musim Haji. Pembelian juga berfariasi dari perusahaan atau perorangan.

Artikel Terbaru Kami