Selasa, 04 Agustus 2015

Rudianto Modal Otak- Otak Warisan Ayahnya

Profil Pengusaha Sukses Rudianto



Menjadi pengusaha warisan keluarga bukan perkara mudah loh. Bukankah bisnis memang buat diwariskan kelak nantinya. Soal bagaimana si anak melanjutkan atau membangun bisnis sendiri; semua kembali ke diri sendiri masing- masing. Kisah pengusaha kali ini, adalah kisah seorang Rudianto, yang sukses mewarisi bisnis sukses milik sang ayah.

Bisnisnya Otak- Otak warisan Pak Agu merupakan olahan khas. Sudah didirikan sejak 1988 menjadi salah satu makanan khas Kepulauan Riau. Selain disana, Otak- Otak Warisan Pak Agu juga ada di Ruko Palm Spring B3 No.5 Batam Center. Dari segi tempat buat yang di Batam, memang masih terlihat baru saja mulai tapi peminatnya sudah menjalar panjang. Ini semua berkat sosok "revolusif" pemuda 26 tahun, lulusan STIE GICI Business School, Batam.

"Dulu yang mendirikan Pak Agu beliau ayah saya. Pada tahun 2006 ayah saya sakit keras dan akhirnya meninggal dunia," katanya.

Usai ayahnya meninggal dunia, Rudianto langsung mengambil alih bisnis keluarga tersebut. Meskipun sudah masuk generasi kedua, hingga tahun 2006, faktanya bisnis otak- otak ini sangatlah memperihatinkan. Bisnis otak- otaknya memang tradisional. Tetapi memiliki cita rasa kuat sehingga inilah yang digali olehnya. Bisnis Otak- Otak Warisan Pak Agu ini kombinasi ikan parang dan gong- gong. Serta rempah- rempah khusus dari resep keluarganya.

Otak- otak dihasilkan lembut, lebih wangi tak amis, dan sedap rasanya. "Satu gigitan saja akan membuat kita merasakan keistimewaan otak- otak yang begitu terasa keasliannya di lidah," promo Rudi

Bisnis awalnya berada di kawasan Vila Raflesia Batam. Hingga tahun 2011, Rudi bersama bisnisnya lantas mengontrak di roko Palm Spring Batam. Disini, ia mulai memikirkan mengkonsep kembali bisnis keluarga tersebut. Konsepnya dimaksudkan agar otak- otak tak terkesan kuno. Dia bahkan mengkonsepnya agar jadi lebih eklusip dan modern.

Hasilnya ada berbagai macam varian rasa, otak- otak pedas, gong- gong, kukus, putih, sotong dan petai. Selain itu Rudi juga menerapkan konsep reseller di kawasan Batam. Hasilnya ada 4 outlet Otak- Otak Pak Agu di Batam dan 5 tempat sebagai reseller. Dibantu oleh 9 orang karyawan usahanya suah punya omzet 100 juta- an.

Pendapatanya, bisnis otak- otak memiliki beberapa poin penting agar bisa berhasil. Menurut pengalamannya kesan eklusip otak- otak harus dibentuk. Dimana gambaran tentang otak- otak adalah makanan nikmat bisa jelas. "Untuk kedepan kami bukan hanya di Batam, rencananya kami juga akan buka di Jakarta targetnya tahun depan," aku Rudi.

Memang eklusip bisnis miliknya menjadi khas berkunjung di Kepulauan Riau dan Batam. Di Batam sendiri, bisnisnya dikemas sedemekian rupa menjadi oleh- oleh. Makanan miliknya menjadi salah satu menu andalan jika wisatawan berkunjung. Konsumennya datang dari dalam Batam sendiri, dan dari luar kota bahkan dari luar pulau. Otak- Otak Pak Agu menawarkan rasa semakin kaya, paling baru yaitu ada rasa sotong, kukus dan petai, dan yang paling diminati adalah otak- otak putih dan pedas.

Soal harganya juga relatif murah dijual Rp.2.000 sampai Rp.3000. Soal apa kendala bisnisnya apa lagi kalau bukan kebutuhan akan bahan baku. Dimana memang beberapa menu aslinya masih tampak asing jenis ikan yang pernah penulis nikmati. Namun, penuh percaya diri, pengusaha muda ini menjelaskan bahwa soal bahan baku sudah bisa diatasi.

Artikel Terbaru Kami