Minggu, 02 Agustus 2015

Sejarah Singkat Lion Air, Wings Air, Batik Air

Sedikit Cerita Tentang Lion Air



Cara bos Lion Air memang dianggap gila di jamannya. Rusdi Kirana memang fenomenal, setiap langkahnya itu membetot perhatian. Siapa sangka Lion ternyata dimulai dari sebuah pesawat pinjaman. Masa itu Rusdi memulai dari satu pesawat tipe Boeing 737- 200. Kesemuanya itu pesawat sewaan sekali lagi. Sejak berdiri di Oktober 1999, mulai beroperasi sejak 30 Juni 2000, siapa sangka pemiliknya dulu merupakan seorang mantan calo tiket.

Bukan lagi kecil, perusahaan telah tercatat menguasai 51 persen penerbangan domestik sekarang. Dimana ada 71 armada pesawat besar serta tipe turboprop -pesawat kecil yang dijalankan oleh Wings Air. Ya, benar ternyata Wings Air itu juga milik perusahaan menggawangi Lion Air, PT. Mentari Lion Air. Modal Lion Air ternyata diawali dari mimpi sang pemiliknya. Dimulai jauh sebelum 71 armada pesawat bermodal kebiasaan nongkrong di bandar, berbisnis disana, bahkan tinggal disana.

Menurut ceritanya, dulu, Rusdi bekerja sebagai calo airport, pekerjaan memang tak jauh dari dampratan petugas disana. Pernah mencoba berbisnis lain yaitu menjual mesin ketika Brother tapi sia- sia. Hingga di tahun 1990 -an, bersama sang kakak, mereka nekat membuka Lion Tour; bisnis melayani tiket, check in penumpang, imigrasi, sampai rela antar jemput. Melangkah jauh kedepan, Lion Air selalu membuat aneka gebrakan, bahkan siap go internasional diumurnya yang muda.

Bayangkan, Rusdi pernah berani- beraninya menggandeng National Aerospace and Defense Industries (NADI), mencoba masuk ke kandang Air Asia, dimana mereka akhirnya bekerja sama membentuk Malindo Airways. Kemudian memborong 230 pesawat Boeing senilai $22,4 miliar. Siapa sangka kesemuanya cuma modalnya $10 juta diawal. Bayangkan sebelum membangun Lion Air. Rusdi Kirana setiap hari bangun jam 5 pagi buat mengatur check ini para calon penumpang dari Lion Tour.

Kini, total Lion Group telah punya 92 armada baru, yang juga bagian buat Wings Air. Kemudian ada lagi yaitu memborong 178 Boing 737- 900 ER yang diantar dari tahun 2007- 2017. Tak cuma bermodal dari pesawat berbiaya rendah juga berani menantang Garuda Indonesia dan Pacific Royale. Kemudian Rusi lagi membuat maskapai baru yaitu Batik Air. Modalnya ialah lima Boeing 787 senilai $967,5 juta beroperasinya sejak Maret 2013.

"Kami sudah positif membeli lima unit Boeing 787 Dreamliner," ungkap Direktur Umum Lion Air, Edward Sirait

Artikel Terbaru Kami