Minggu, 30 Agustus 2015

Bonek Bondo Nekat Kerajinan Daun Tembakau

Profil Pengusaha Mohrizal Rizki


 
Menjadi pengusaha anak muda harus kreatif. Mahalnya suatu kreatifitas dapat tersirat dari kisah sukses satu ini. Kisah seorang Mohrizal Rizki, seperti yang dikutip oleh Ciputra Entrepreneurship, melanjutkan kisahnya dalam sebuah wawancara singkat. Apa sih usahanya anak muda satu ini? Ternyata usahanya tembakau, eit, bukan sembarang tembakau. Bukan pula bisnis rokok kretek seperti akan kamu bayangkan. Dia bukan lah seorang produsen rokok.

Terjun ke bisnis macam ini memang kegemarannya. Tembakau dipilih lantaran memang sudah lekat di hidup masyarakat dunia. Ia melanjutkan ini merupakan bisnis kerajinan. Tercatat sebagai mahasiswa semester 7 di Institut Teknologi Sepuluh Nopember, konsep kewirausahaan sudah melekat dalam dirinya. Meski barulah bisnis pertamanya sudah bisa merebut perhatian loh.

"Sebelum menjalani bisnis ini, saya hanya berstatus mahasiswa..... Namun saya sudah memiliki jiwa entrepreneurship semenjak masih sekolah," tambah Rizki.

Bisnis unik


Tantangan terbesar baginya adalah menjalankan bisnis itu sendiri. Kalau cuma modal ngomong saja tak akan ada hasilnya. Ia juga mengingatkan pentingnya inovasi. Ini lah yang terkadang membawa gerakan seorang pengusaha muda melambat. Perlu memikirkan inovasi- inovasi apa untuk bisnis mendatang. Kita (pengusaha muda) harus memikirkan inovasi bisnis yang belum ada sebelumnya.

Kemudian selepas menemukan inovasi. Hal paling tersulit ialah mengeksekusinya. Melakukan gerakan awal buat menjalankan ide bisnisnya. Rizki sendiri awalnya mengikuti ajang pameran oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Jember. Dari sanalah lantas banyak pengunjung tertarik akan produknya. "Banyak pengunjung yang tertarik dengan produk saya dan menganjurkan saya mengembangkan bisnis kerajinan daun tembakau ini," terangnya.

Mengambil resiko dikeluarkanlah senjatan andalan. Apalagi kalau bukan uang tabungan pribadiya dikuras buat berbisnis. Namun, hal tersebut terbayar, bahkan di 2014 telah resmi mendapatkan suntikan dana dari pihak Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Jember.

Di waktu sengganya, Rizki juga masih bisa menyalurkan hobinya, yakni bermain gitar dan menciptakan lagu. Disisi lain bersemangat memulai usahanya sendiri. Modal awal saat itu cuma 500.000 saja dari tabungan milik pribadi. Modal lainnya ialah nekat atau istilahnya "bonek". Bondo Nekat kepanjangan dari cuma modal nekat memakai uang seadanya. Nekat dalam entrepreneurship konsepnya ialah keberaniannya mengambil resiko.

Modal nekat memberikan rasa kemandirian buat kita. Penulis juga merasakan hal yang sama. Ada kepuasan tersendiri ketika mendapatkan itu. Kemandirian membangun kepercayaan diri. Kepercayaan kita haruslah bisa keluar dari masalah pelik apapun; tidak cuma bisnis. Hal memotivasi adalah kata- kata jamak bagi kita pengusaha. Pegangan bahwa kegagalan merupakan awal dari keberhasilan. Sukses bisnis tembakau yang ia beri nama Cobacco Crafting.

Ini merupakan produk pertama di Indonesia. Dan, menurut prediksinya, lima tahun kedepan masih banyak ceruk bisnisnya. Kerajinan produk tembakau ini diharapkan akan maju. Dalam lima tahun mendatanga Rizki fokus membangun relasi bisnis. Rizki akan fokus membangun relasi dengan palaku kerajinan lain. Fungsinya agar bisa mendapatkan ilmu bagaimana masuk ke pasar.

"Strategi saya dalam jangka waktu 5 tahun kedepan adalah membangun relasi dengan pelaku bisnis kerajinan tangan untuk memperoleh ilmu dalam meningkatkan mutu kualitas produk, serta memasarkan produk saya ke outlet-outlet kerajinan tangan di Indonesia," terangnya kepad pewarta.

Namanya merupakan ide pribadi. Merupakan satu perpaduan antara Crafting dan tOBACCO. Yang mana menggunakan ejaan dimiripkan Madura cobacco dari ko- bako. Ini mempersentasikan harapan besar masyarakat Jember. Dimana mayoritasnya adalah para pendatang Jember. Sukses memperkenalkan usaha pertama di Indonesia ini, apakah mimpi besar lain Rizki? Ia punya mimpi membangun usaha industri- wisata, apa itu, usaha yang memadukan wisata dan bisnis.

Ketika orang berkunjung mereka bisa merasakan bagaimana membuat tembakau. Bagaimana merubahnya jadi aneka kerajinan. Untuk itulah diperlukan pemikiran out of the box. Rizki berharap proyek besar ini akan jadi inspirasi bagi pengusaha lain. Menurutnya kondisi ekonomi sekarang memang butuh bibit- bibit usaha baru. Mereka para anak muda harus menjadi pengusaha. Pasar bebas di tahun 2015 menjadi patokan buat kamu menurutnya.

Kendala terbesar baginya menjalankan bisnis ini. Tak lain kalau bukan ada di tembakaunya sendiri. Bisnis dari Cobacco membutuhkan lembaran duan bakau. Perlu diketahui bahwa tembakau adalah tanaman yang punya siklus musiman. Jadi tak mudah buat berproduksi tetap. Mengakali hal inilah, rencananya, ia akan membuat satu ruang penyimpanan. Dimana ketika musim panen akan disimpan sebanyak mungkin. Hingga ia bisa selalu berproduksi.

Bicara tentang inspirasi pengusaha -nya. Maka jawabnya tak lain adalah sosok Ir. Ciputra. Dia menyebut ia lah sosok entrepreneur sejati. Rizki sendiri mengaku sering mendatangi berbagai seminar kewirausahaan. Seperti yang diadakan oleh Ir. Ciputra. Inilah alasannya mau masuk ke dunia entrepreneurship.

Twitter @Cobaccocrafting

Artikel Terbaru Kami