Selasa, 18 Agustus 2015

Dua Mahasiswi Cantik Jualan Tortilla Bayam

Profil Pengusaha Emilia Putri



Namanya pengusaha apa saja bisa jadi keuntungan. Berikut kisah singkat dua sahabat berbisnis unik. Yang mana kalau dilihat- lihat kok bisa ya jadi duit. Mereka, Emilia Putri dan Mutiara Baiti, sosok dibalik bisnis model roti tortilla berbahan bayam. Mahasiswi- mahasiswi cantik yang masih berumur 22 tahun ini memang tak menyangka akan seperti sekarang. Bisnisnya sederhana kok bahkan beberapa orang meragukan keuntungannya.

Coba saja bayangkan masak bisa untung Rp.128 juta/ bulan. Mahasiswi cantik asal kampus Universitas Prasetya Mulya, yang baru- baru saja meluncurkan konsep waralabanya.

Bisnis sederhana kaya


Mereka meramu makanan cepat saji tapi sehat. Kemudian diberinya nama It's Wrap. Ide awal bisnis dari keduanya ialah karena kemacetan lalu lintas di Jakarta. Agar jadi praktis ketika bermacet- macet ria, Emilia dan Mutiara, serta beberapa temannya membuat jajanan sendiri. Dimana terbuat dari dasara tortilla bayam yang lebih sehat serta rendah kalori. Kemacetan telah dianggapnya biang makanan fastfood makin menggila di jalan.

Bahkan tak segan melahap apa saja ketika memenuhi perut lapar. Ini kebiasaan buruk perlu dihilangkan, ya, caranya lewat bisnis mereka ini. "Kita enggak sadar kalau kalori yang masuk ke tubuh kita melebihi batas tertentu," terangnya. Takutnya bisa menyebabkan penyakit jantung atau diabetes.

Kemudian keduanya sebagai leader memperkenalkan It's Wrap. Ketika ditemui pewarta detikFinance Emilia meyakinkan kita lagi bahwa ini sehat kok. It's Wrap rendah kalori aman dikonsumsi. Diakui olehnya bisnis ini memang diadopsi dari pengusaha Singapura. Pada dasarnya juga punya kesamaan dengan kebab. Hanya saja tidak menggunakan bahan pengawet. Dari segi rasa pun lebih ringan dibanding kebab.

"Kita bukan menggunakan daging kebab dan kita bukan kebab," imbuhnya.

Untuk gerainya ada di Pasar Santa, Jakarta Selatan, dimana ada tiga menu bisa kamu nikmati: Yaitu ada It's Warp ayam seharga Rp.30.000/pcs, ikan seharga Rp.30.000/pcs, daging sapi Rp.30.000/pcs. Di sinilah, di kafenya, para pengunjung bisa melihat proses pembuatannya. "Kita juga berikan sharing happiness," terang Emilia. Bahkan mereka siap memberikan informasi kalori serta pendampingan topping; kamu bisa aktif buat mengomentari topping -nya.

Konsep Ope Kitchen membuat pengunjung "terhibur" akan proses memasaknya. Sejak Desember 2011, dia bersama empat kawannya, mengumpulkan modal awal Rp.80 juta. Bisnis ini dikatakannya akan punya pasar berkembang kedepannya. Omzetnya pun besar sekali yakni bisa mencapai Rp.128 juta/bulan. Ia sendiri tak menampik jika investor siap ikut masuk. Pasarnya? Adalah mereka yang mulai sadar akan apa makanan sehat itu.

"Pasar makanan sehat di Jakarta kita teliti potensinya ada 2,149 juta," terang Emilia lagi. Melalui konsep kemitraan, target pasarnya tak mau tanggung- tanggu yakni mencapai 537.000 dan barulah 7.025 konsumen potensial terbidik. "Jadi cukup besar pasar yang kita garap," tutup Emilia.

Artikel Terbaru Kami