Senin, 17 Agustus 2015

Cerita Mahasiswa Jadi Petani Empat Sekawan

Kisah Sukses Ramadhan Nur Iman


 
Kesadaran akan pentingnya tanaman organik menguat. Seiring waktu pula sukses kesempatan usahanya bisa tercium wangi. Untung karena gaya hidup sehat membuat beberapa orang menghasilkan laba. Kisah berikut kisah wirausaha muda yang bahkan belum lulus kuliah. Mereka belum lah dibingungkan berkeliling mencari kerja. Mereka justru mulai membukan peluang kerja.

Meski masih beromzet kecil yakni 4 juta per- bulan. Nampaknya, bisnis ini bisa saja menjadi lebih besar lagi, apalagi mereka merupakan mahasiswa berprestasi di kampusnya. Ramadhan Nur Iman dan Febri Khafidzin merupakan pemilik Empat Serangkai Farm. Fokus bertani organik bermodal tanah seluas seperempat hektar tanah, dari menanam selada, caisin, dan kangkung organik, untungnya cuma 4 juta per- bulan. Merupakan petani- pengusaha baru dibawah bimbingan Agribusiness Development Station (ADS).

Ramadhan beserta kawan tercatat masih mahasiswa di IPB. Mereka menjadi bagian dari ADS, fokusnya ialah membangun aneka peluang usaha dibidang agraria mahasiswanya. Pertama kali memanen, kelompok mahasiswa yang bernama Empat Sekawan Farm, menghasilkan 80 kilogram per- minggu. Dimana mereka sudah bisa memanen dua kali seminggu.

"Alhamdulillah kangkung dan selada dari Empat Serangkai Farm mampu menjadi peringkat teratas sayuran organik terbaik di ADS," kata Ramadhan.

Usaha dimulai sejak setahun belakang ini menemui banyak hambatan. Ramadhan bercerita bahwa sayurnya pernah gagal panen satu bulan. Semua karena serangan hama datang mendadak. Ditambah adanya anggota yang memilih mengundurkan diri. Menanam sayur organik tidak lah mudah terangnya.

Para mahasiswa mencoba menjadi pengusaha ini tak menyerah. Memang ada perbedaan besar antara apa teoir mereka pelajari di kampus dan faktanya. Sempat tak panen satu bulan tak membuat mereka lemah. Ia menyebut kelemahan ada pada mematok diri ke teori. Terlalu bermain di teori ternyata tak meyakinkan buat kamu sukses berbisnis. Untuk mendukung usaha mereka, para mahasiswa ini tak segan mendatangkan dua pekerja yang merupakan petani asli.

Mereka, para petani sayur membantu sangat dalam hal praktiknya. Empat Serangkai Farm tidak memakai bahan kimia. Karena petani organik andalan mereka adalah pupuk- pupuk alami. Pupuk mereka dijelaskan berasal dari limbah- limbah organik. Ini membuat sayuran jadi sehat jika dikonsumsi oleh kita.

Empat Sekawan Farm memanfaatkan limbah kotoran ayam dan kambing. Selain itu juga memanfaatkan jamu sebagai pendukung. Ada limbah daun mimba, sereh, kluwek, dan batang brotowali buat pestisidanya. Ia senang karena pihak kampus mendukungnya melalui ADS. Ramadhan dan kawan mencoba konsisten dan terus berjuang meningkatkan kualitas sayur organiknya. "Untuk menjadi petani binaan ADS menuntutnya untuk menjadi kualitas hasil pertanian," terangnya.

Semua karena ADS sendiri sudah punya pasar di luaran sana. Mereka cukup memberikan kesempatan bagi petani baru seperti mereka. Pemilahannya ketat hingga benar- benar sayur organik berkualitas bisa dilepas ke pasaran. Meski baru lah orang- orang baru dibidang pertanian, fakta bahwa ini punya prospek bisa jadi kesempatan bagi kamu juga.

Artikel Terbaru Kami