Minggu, 30 Agustus 2015

Sukses Ritel Distro Oleh Pendiri Gee Eight

Profil Pengusaha Reza Sapta Utama



Sejarah distro di kota Bandung memang kompleks. Jenis bisnis tengah naik daun saat ini, salah satunya ya factory outlet dan distribution store atau distro. Bandung memang dikenal rajanya soal satu ini. Tapi, apakah tau ada istilah boutique distro, bedakan dengan distro loh. Karena namanya boudist, singkatannya, merujuk pada distribusinya. Bedanya mereka menawarkan produk self made tak menerima titipan produk lain. Ini juga merujuk pada satu jenis segementasi saja.

Misalnya boudist khusus pakaian wanita. Dijualnya cuma pakaian khusus wanita saja. Tercatat ada 100 lebih distro dan boudits di Bandung. Salah satunya, namanya Gee Eight beralamat di Jalan Progo no.3. Namanya sendiri berasal dari kata Girl on Eight. Ya, Eight adalah angka delapan, menunjukan nilai rata- rata atau jadi cerminan produk Gee Eight itu cerdas. Kemudian ada embel- embel Girl yang berarti anak perempuan. Sudah bisa diduga siap target pasarnya kan.

Menyasar mereka (gadis- gadi) cerdas, cantik, memilik nilai diatas rata- rata. Mencerminkan nilai delapan dari kualitas dari produknya sendiri. Siapakah pemiliknya yang perlu kamu ketehaui sekarang. Apa hal bisa kita pelajari dari kisahnya.

Awal mula


Ada dua segmentasi distro pada umumya; segmen menengah- atas dan menengah- bawah. Kisah Gee Eight itu lahir di tahun 2004 -an. Sejak dibuka pertama kali jumlah penjualan terus meningkat. Tiap tahun ada saja peningkatan penjualannya. Didirikan oleh dua bersaudara, Reza Sapta Utama, yang menggambarkan sosok mengetahui standar pakaian. Kemudian saudarinya, Rizkina Eriana Utama, berperan fital dalam hal produksinya. Sosok si Rizkina atau biasa dipanggil Ini ialah pendesainnya.

Awalnya Ina gemar akan fashion seperti halnya perempuan lain. Ia bahkan suka koleksi pakaian- pakaian cantik. Nah, dari situlah, muncul hasratnya mendesain lini fashion -nya sendiri. Mereka berdua lantas punya ide membuka bisnis bersama. Dari situlah ide tentang distro Gee Eight lahir di tahun 2004. Mengintegrasikan antara toko dan pabriknya, membuat perusahaan kecil mereka punya stok produk ekslusip. Kemudian Reza Utama lantas menyebutnya bagaimana menjadi market leader.

Modalnya adalah kepercayaan dua orang. Usaha ritel ini memfokuskan pada segmen wanita modis. Tidak ada batasan umurnya. Tahun 2008, konsepnya mengarah kepada custom made. Dimana Reza menawarkan satu slogan "Khusus Dirancang untuk Anda." Diperbanyaklah produksi pakaian wanita muda penuh eksotik dan kesan dewasa. Lantas dibagilah mereka kedalam tiga brand berbeda.

"Saya ingin menjadi pemimpin pasar (market leader) di setiap segmen yang kami masuki," jelasnya.

Ia tampak berambisi mewujudkannya. Caranya ya melalui desain unik dan pemilihan kain. Soal berjualan tak diragukan lagi. Modal menjadi sales asuransi membuatnya siap berbisnis. Setidaknya ini sama- sama menjual ditambah cita rasanya akan modis. Pria penghobi olah raga dan makan ini menjelaskan kenapa memilih jadi pengusaha. Jelasnya karena ia merasa tertantang akan menjual produk sendiri.

Jikalau menjadi karyawan asuransi kita menjual produk orang lain. Lain halnya berbicara tentang bisnis distro satu ini. Tidak ada gesakan kuat ketika berpindah status dari karyawan jadi pengusaha. Diakuinya setiap usaha ada kendalanya sendiri. Tantangan besarnya ialah bagaimana agar perusahaan tetap tumbuh. Oleh karena itu perlu adanya semangat membangun didalamnya. Mereka haruslah jadi sosok adaptif agar bisa sejalan bersama.

Reza punya prinsip menjalankan usahanya ini. Dia berpedoman kejujuran dan juga sikap pantang menyerah. Selain itu ia juga meyakinkan tak perlu harus menaklukan tantang apapun. Selalu ada motivasi dalam dirinya cuma tak "ngoyo" mengejar ambisinya. Kesemuanya telah diperhitungkan olehnya matang- matang. Bicara tentang bisnisnya yaitu bisnis ritel Reza sudah membaca pasarnya 5 tahun mendatang. Menurutnya nantinya omzet akan lebih besar dari sebelumnya.

Tentu saja, pasalnya konsep Bandung sebagai tren center sudah menggema. Orang Indonesia pun sudah tak malu- malu membeli produk dalam negeri. Dan, untuk menjawab tantangan global, ia punya strategi sendiri yakni membangun organisasi perusahaan agar solid. Harus ada perubahan sistematis- gesit menyambut apa peluang mendatang. Ini termasuk soal adanya pasar bebas Asia loh.

"Kami juga akan segera memaksimalkan pasar domestik yang ada serta memanfaatkan momentum adanya Perdagangan Bebas China dan ASEAN atau CAFTA (China and ASEAN Free Trade." jelas Reza.

Kabar gembiranya adalah pengusaha muda Indonesia mulai tumbuh. Ia sendiri tak merasa tersaingi oleh meraka loh. Begitu banyak entrepreneur muda baru bermunculan. Ia lantas memberikan saran buat kamu yang baru memulai. Menitik beratkanlah kepada inovasi. Jangan cuma main me- too strategi atau cuma mau ikut- ikutan saja. Kembangkan pasar kamu sendiri jelasnya. Buatlah trobosan baru dibidang kamu kerjakan nanti.

Tanggapan akan produk garmen asal Tiongkok. Reza mengharapkan adanya antisipasi. Ini juga termasuk dari pengusahanya sendiri. Haruslah siap mengamati pasar domestik dan kecenderungan pasar luar negeri. Kita ambil contoh defaluasi Yuan atas Dollar. Ini akan berdampak mata uang Yuan lebih rendah dari Dollar. Padahal Amerika merupakan pasar tujuan Tiongkok. Oleh karena Yuan rendah maka kesempatan ekspor akan jadi lebih besar.

Ini bisa merembet ke pasar kita loh. Hal lainnya adalah jangan ada perang harga antara kita. Janganlah selalu memanfaatkan harga lebih murah. Fokuslah kepada desain update serta bagaiman mendistribusikan barang lebih efisien. Berjualan lah melalui konsep komunitas. Inilah kiat sukses dari seorang Reza Utama pemilik dan pendiri brand Gee Eight. Fans Sam Walton, Sandiaga Uno, ini juga tak malu menyebut satu sosok lain yaitu ayahnya, sebagai inspirasi.

Twitter @utamareza

Artikel Terbaru Kami