Rabu, 26 Agustus 2015

Uniknya CEO Bergaji Triliunan El- Erian

Biografi Pengusaha Mohamed A. El- Erian


 
Istilah orang yang terlahir penuh keberuntungan. Dari keluarga mapan terpandang serta juga diberkahi otak cerdas (jenius). Keberuntungan sejak lahir itulah sosok Mohamed A. El- Erian menurut paham kami. Dari Wikipedia.org dijelaskan ayahnya merupakan pejabat di PBB. Dia kelahiran New York, 19 Agustus 1958, tapi melewati masa kanaknya di Mesir. Ketika ayahnya menjabat pada 1968 ikutlah dirinya kembali ke Amerika.

Dia selalu mengikuti jalan ayahnya. Bahkan ketika menjadi Diplomat di Prancis (1971- 73). Cuma datang ke Mesir beberapa kali. Ia lantas ikut pindah hingga menetap di Inggris.

Sosoknya jenius dalam bidang ekonomi. Masih kecil bersekolah di St. John's School, Leatherhead, sebuah sekolah sementaranya, hingga akhirnya bisa masuk ke Queen's Collage, Cambridge. Benar- benar singkat sekali pendidikannya. Ia kemudian mendapatkan gelar honoris Sarjana Ekonomi. Dia kemudian mendapat gelar Master dari Oxford University. Kemudian mendapatkan lagi gelar honor buat Doktoral dari American University in Cairo.

Sukses membawanya mendapatkan jabatan di PBB, yakni di IMF. Dikenal sebagai begawan -nya ekonomi membuatnya masuk daftar pembicara. Dia bahkan masuk daftar A- List di Financial Times. Adalah sebuah koran ekonomi asal Inggris. E- Erian menjadi penulis utama disana. Ia juga editorial di Foreign Policy dan jadi penulisa utama. Tak cukup ulasannya masuk laman situs Bloomberg, Business Insider, The Wall Street Journal, Fortune, The Economist, dll.

Bicara soal karir diluar dari kegiatannya menjadi kolumnis. Paling menonjol apalagi kalau bukan ialah dia menjadi CEO PIMCO. Sebuah perusahaan investasi global bermarkas di Newport Beach, California, yang mana punya 2.000 orang pegawai bekerja di 13 kantor di 12 negara berbeda. Asetnya tak main- main yaitu $2 trilion. Perlu diketahui perusahaan ini merupakan bagian dari Allianz.

Jenius ekonomi


Tahun 2008, dia menulis buku yang jadi best seller dibidang ekonomi, judulnya "When Markets Collide" Itu terdaftar salah satu buku terbaik. Sosoknya juga disebut sebagai orang paling berpengaruh di "500 orang paling berpengaruh di Planet" oleh Foreign Policy tahun 2013. Keahilaanya dibidang ekonomi diakui super mumpuni melalui serangkain jabatan ke- organisasian. Dia pernah bekerja buat IMF khusus Deputy Head of the Middle East.

Namanya berpengaruh besar dalam pertubumbuhan ekonomi di dunia Arab. Dia kemudian bekerja sebagai direktur untuk Solomon Brother bagian pajak. Sebelumnya, ia bekerja untuk IMF, dimana dirinya didapuk menjadi orang penting selama 15 tahun. Sosoknya membuat gebrakan ketika mengumumkan konsep New Normal. Sebuah cara baru melihat ekonomi dan pasar saham dunia. Khususnya bagaimana ia mampu melihat masa depan Eropa.

Ia bahkan meramalkan krisis finansial Eropa sekarang. Itu sudah ada jauh di tahun 2010 -an.

"Investor harusnya menginvestasikan apa yang mereka tau. Kesalahan paling besar adalah sebuah investasi di apa yang mereka tidak ketahui," sebuah kata bijak darinya tentang investasi.

Dia mampu melihat sisi lain sejak krisis global 2008 di Eropa. Bahkan ketika meramalkan hal itu. El- Erian bahkan sempat- sempatnya meminta istrinya. Dia sempat meminta istrinya mengambil uang tunai sebanyak- banyak dari ATM. Dia bahkan mengajukan surat bangkrut Chapter 2011 pada 2011 padahal kejadian yang namanya krisis hutang terjadi di 2015.

"Saya meminta istri saya untuk pergi ke ATM dan mulai menarik uang tunai sebanyak ia bisa," ujarnya.

Ketika sang istri bertanya kenapa, dia berkata ringan, El- Erian tidak tau apakah ada kesempatan buat bank buka ketika krisis hutang (Yunani) datang ke Eropa. Padahal hal itu belum terjadi sama sekali saat itu. Oh, ya, sebagai tambahan dia punya seorang anak perempuan. Ini akan menjadi kisah menarik pada bagian lain dari artikel ini.

Dia bergabung dengan PIMCO tahun 1999. El- Erian digadang- gadang menjadi pengganti sang CEO saat itu Bill Gross. Bahkan digadang bisa melebihinya di aspek bisnis. "Saya terkadang bercanda bahwa dia akan lebih lama dari saya. Saya mengakui itu akan buruk, jika disetiap sisi, Bill tidak disini," ujarnya. Menunjukan bagaimana dekatnya dirinya dengan sang pendiri PIMCO Bill Gross. Dia sempat berhenti dari PIMCO lantas membantu Harvard soal keuangan.

El- Erian juga dikenal sebagai salah satu dosen di Harvard sejak 2006- 2007.

Keluarga lebih penting


Sukses duduk di PIMCO membuatnya bergaji hampir satu triliun. Bayangkan gajinya begitu besar tapi takut akan resesi dunia. Bukan karena dia tak mampu mengatasi. Tapi dia telah melihat lebih jauh dan beberapa orang tak yakin kepadanya. Sosoknya mungkin jenius dibidang ekonomi keuangan namun juga merupakan sosok sayang keluarga pula. Sukses justru memakasanya keluar dari pekerjaan, loh kok bisa?

Rumornya sih dirinya keluar dari jabatannya sekarang CEO. Karena hubungannya memburuk dengan Bill Gross tapi faktanya tidak. Alasannya justru sangatlah manis buat dicermati. Hal ini terjadi karena sebuah waktu ia sedang berdiskusi dengan putrinya. Sebuah pembicaraan santai ketika ia meminta putrinya berumur 10 tahun itu buat menyikat gigi. El- Erian sadar kehilangan 22 momen bersama putrinya ketika mereka asik saling bercanda.

Dia terlalu sibuk bekerja. Kehilangan momen pertaman ialah ketika hari pertama putrinya baru saja masuk sekolah, kemudian pertandingan futbal pertama, juga parade Halloween. Dilansir dari India Times, ia lantas menyebut insiden itu karena pekerjaanya mengharuskan berkeliling dunia. Dia melanjutkan ceritanya. Ketika dirinya menyikat gigi. Putrinya meminta tunggu sebentar beberapa menit jangan tidur dulu. Putrinya kemudian keluar membawa secarik kertas.

"Dia kembali membawa secarik kertas. Ternyata itu adalah sebuah catatan daftar momen dan aktivitas pentingnya yang terlewatkan oleh saya karena komitmen pekerjaan. Mata saya terbuka karenanya," inilah masa sulit baginya.

Sejak kejadian tersebut terjadi ketidak seimbangan dalam hidupnya. El- Erian merasa buruk sekali. Ia jadi sangat defensif. Sadarlah dirinya kehilang satu momen penting. Dia butuh perubahan. Hingga pria bergelar master investasi, berumur 56 tahun, memutuskan menukar jabatannya menjadi pekerja paruh waktu. Dia juga keluar dari pekerjaan menjadi penasehat perusahaan pusat Allianz.

Sosoknya jenius dibidang ekonomi, keuangan, dan investasi. Dan, ternyata juga seorang sayang keluarga, lantas apalagi bisa kita lihat dari biografi ini. Faktanya setelah tidak bekerja dirinya masih "bekerja" menjadi anggota aneka organisasi ekonomi. Dia juga humoris loh. Dia adalah penggemar American Football. Dimana ia merupakan penggemar NY Jets. Lucunya ketika ditanya soal krisis Eropa. Secara "njeplak" berkata ini masalah krisis di Zona Eropa ada hubungan dengan New England Patriots.

Apa itu adalah sebuah tim rugbi asal Inggris. Dimana sebagai penggemar NY Jets sendiri merupakan musuh bebuyut. Dia menggabungkan korelasi antara Inggris di New York. Menggaris luruskan hubungan kedua tim berbeda negara dengan masalah krisis ekonomi. Dia juga pada satu sesi wawancara menyebut. Jikalau kamu mau jadi karyawan PIMCO maka jadilah atlet dibidang ini.

"Pertama, kita mencari atlet terbaik. PIMCO telah sangat baik untuk membawa seseorang dan kemudian menemukan posisi baru bagi mereka di tim, dan kemudian menemukan bahwa mereka unggul. Beberapa orang anda ajak berbicara punya keunggulan di posisi baru. " terangnya kepad wartawan.

Hal lain yakni dari kacamata Business Insider lewat Simmon Foxman. Ia melihat bahaw El- Erian tidak buat soal fashion. Meski sudah sukses seharusnya punya aneka dasi. Anehnya bahwa selama dua bulan El- Erian memakai dasi sama. Yah, ia mengenakan satu dasi bermotif sama atau mungkin dasi yang sama terus- terusan. Selama Wawanacara Bloomberg TV tentang lapangan pekerjaan sejak Februari- Maret 2012; terlihat mengenakan dasi itu- itu saja.

Artikel Terbaru Kami