Selasa, 04 Agustus 2015

Cowok 20 Tahun Berani Jualan Lumpia Gerobak

Profil Pengusaha Muhammad Ferryal



Renyahnya bisnis lumpia tak cuma monopoli wanita. Muhammad Ferryal R sedikit banyak memberikan satu harapan. Suksesnya tak disangka- sangka loh, cuma berawal dari hobi makan lumpia rebung. Ferryal cuma mencoba memperkenalkan kesukaanya. Nasib memang tak disangka arahnya. Bermodal resep di internet, pemuda 20 tahun ini, sukses besar menghasilkan omzet Rp.25 juta per- bulan.

"Saya suka makan lumpia rebung. Makanya badan saya melar begini. Dari situ dimulailah niat membuka usaha  lumpia," terangnya.

Pertama kali membuat tak langsung enak. Butuh waktu hingga rasanya sesuai harapan. Hampir 2 bulan sudah resepnya selalu bergonta- ganti. Sambil disela- sela bermain, Ferryal akan iseng membuat lumpia lagi, begitu sudah matang langsung diberikan temannya. Begitu terus prosesnya hingga ia mendapatkan resep enak. Dia tak kecewa jika komentar negatif muncul. Ia juga tanggap jika ada orang memberikan masukan.

Ketika sudah mantap akan resep lumpianya. Dia segera menjajakannya melalui grobak dorong. Pemuda 20 tahun, mahasiswa Bisnis Pariwisata Universitas Brawijaya Malang ini, tak malu harus mendorong- dorong gerobaknya keliling Kota Malang. Modal awalnya cuma Rp.5 juta hasil tabunganya sejak lama. Dia memang nekat mendorongnya menepi di tempat ramai dan strategis.

"Saat ini saya sudah punya 5 gerobak lengkap dengan pekerjanya," aku Ferryal bangga.

Jangan salah meski cuma modal gerobak dorong. Dia sukses mereguk omzet Rp.20- 25 juta. Bukan tanpa kendala dirinya menjelaskan. Harga bahan baku naik turun menjadi kendala besar. Kalau di hari- hari harga bahan bakunya turun, ia mengaku bisa mereguk untung lebih. Kalau pun bahan bakunya naik tak membuat Ferryal rugi; meski untungnya mepet aja.

Di Malang, satu lumpianya dijual cuma Rp.2 ribu. Bisnis yang bernama Lumpi Kriuk ini, kedepannya, ia telah targetkan merambah Kota Surabaya. Pantang menyerah menjadi modalnya. Tapi menurut penulis, hal yang paling menonjol dari sosoknya justru keberaniannya. Sosoknya tak malu cuma berjualan gerobak keliling. Ia merupakan contoh pengusaha muda visioner.

"Tak ada modal itu bukan hambatan, yang penting kemauan dan tekad yang besar. Pokoknya banyak cara untuk memulai wirausaha," tegasnya.

Lumpia Kriuk itulah nama produk olahannya. Tak cuma terbatas di lumpia goreng biasa saja. Farryal sudah berhasil membuat varian rasanya. Olah lumpia tanpa bahan pengawet ini, mempunyai tiga varian rasa utama, rasa Jamur Ayam, Jagung Manis, dan Bhin Ayam. "Semuanya tanpa bahan pengawet," tuturnya. Di Malang sendiri sudah ada lima outlet resminya.

"Saat ini Lumpia Kriuk dapat dibeli di Pasar Besar, Blimbing, Watugong, kawasan Adi Sucipto, Sukun dan Sigura- gura," jelasnya lagi.

Keinginan menjadi wirausaha memang sudah lama. Dan, langsung sukses melalui resep rahasia Lumpia Kriuk miliknya. Berkat lumpia pula dirinya dipilih menjadi salah satu peserta Wirausaha Muda Mandiri. Namanya masuk menjadi salah satu perwakilah kampus. Untuk acara ekspo -nya Wirausaha Muda Mandiri memberi kesempatannya memperkenalkan. Bahkan sukses menjual tiga ribu buah di acara tersebut.

Artikel Terbaru Kami