Minggu, 09 Agustus 2015

Bikin Gendongan Bayi Praktis Omzet 700 Juta

Profil Pengusaha Yeni Andriani



Susahnya menjadi ibu- ibu malah membuatnya jadi pengusaha. Loh, kok bisa? Ceritanya adalah ibu dari tiga anak ini merasakan betul repotnya mengurusi anak. Apalagi salah satu anaknya masih sangat membutuhkan ASI eklusip. Sementara dirinya juga sudah kerepotan mengurusi anak- anak lain. Namanya Yani Andriani, udah terbiasa memanfaatkan gendongan didepan. Sementara si kecil menyusu, dua tangannya dengan mudah aktif mengerjakan hal lainnya.

Sayangnya, gendongan bayi itu ribet, meski gendongan bayinya udah beli toko. Memang diluar sana sudah banyak produk gendongan bayi gampang. Tak perlu repot membentuk simpul dari kain jarik. Ibu muda ini sendiri juga sibuk bekerja di perusahaan. Jadilah pekerjaanya berlipat ganda. Hingga terbersit ide membuat gendongannya sendiri.

"Idenya dari pengalaman pribadi pas (punya) anak ketiga kerepotan sama anak- anak," ujar Yani.

Agak repot mengurusi tiga orang anak sekaligus. Dia juga berpikir gimana ya bisa menggendong sekaligus bisa menyusui. Jadilah ide bisnisnya mulai dikembangkan dari pemikiran itu menjadi produk. Kemudian Yani melakukan serangkain percobaan. Bersama tetangganya mulai memodifikasi aneka produk gendongan bayi. Produsen asal Amerika sudah menjajaki bisnis gendongan bayi tapi belum buat Indonesia; belum ada yang spesifik memproduksinya. 

Gendongan bayinya masih kurang buat memenuhi fleksibilitas. Oleh karena itu, munculah ide gendongan bayi yang elastis, mampu mengikuti gerakan si bayi sendiri. Kemudian, produknya dibuat jadi ergonomis, dimana bisa dibentuk- bentuk dan digunakan dalam delapan posisi. Biar enggak pegel, tapi nyaman, serta tetap bisa digunakan beraktifitas di luar rumah nanti. Bahan produknya tersebut kemudian didesain menggunakan bahan spandek.

Bisnis unik

Pendidikannya dibidang Teknik Kimia Tekstil dari Universitas Bandung Raya, agaknya membantunya dalam membangun produk. Ia cukup mempejari produk gendongan bayi di luar. Dari produk luar negeri, ia rubah sedemikian rupa, hingga bisa disesuaikan keinginannya diatas; nyaman, fleksibel, ergonomis. Juga dibuat agar disesuaikan dengan keadaan iklim Indonesia. Yani menginginkan apa yang bisa mendekatkan dirinya dengan bayi.

Ternyata di luar sudah banyak produsen pengembangnya. Beda iklim menjadi alasan utama bagi Yani buat aktif memodifikasi. Bahan yang cocok buat Indonesia menurutnya adalah bahan katun. Karena memang itu nyaman, menyerap kringat, tidakpula cepat panas. "Saya lihat produk- produk bayi ini recommended -nya dengan bahan katun, dari situ bentuk ukuran, akhirnya produksi," kata Yani.

Pemilihan bahan juga merujuk atas pengetahuannya. Ia juga mudah mencari koneksi dari rujukan diatas. Tinggal menghubungi teman- teman sekampusnya dulu. Temannya sendiri bekerja di pabrik tekstil hingga tak ada kesulitan berarti ketika membuat contoh. Modalnya 12 juta berasal dari uang tabungan dari pekerjaan sebelumnya sebagai karyawan. Hasil produk pertamanya cuma 15 buah saja. Dijualnya melalui cara online hasil dari penjualannya ternyata mengejutkan.

Bagaimana tidak dari 15 buah jadi 150 buah. Pesanan pun datang jauh sampai ke Papua.Yani menjual 15 buah pertama langsung balik modal. Bisa digunakan kembali buat berproduksi. Dijual seharga Rp.155.000 per- buah yang mana tak cuma dijual di online, tapi juga dijual di toko- toko keperluan bayi. Bahkan sudah berniat menfaatkan sistem reseller online. Hasilnya produk itu bisa terjual dari Jakarta, Malang, Yogyakarta, dan Palangkaraya.

Untuk ditributor kawasan Timur masih sulit, terangnya. Karena masih industri rumahan maka jumlah produksi cuma sanggup 350 buah per- bulan. Penjualan offline lah paling banyak menjadi fokusnya.

Tumbuh pesat


Memang terdengar menggiurkan usaha satu ini. Bahkan hitungannya cepat berkembang karena memang Yani menjadi pelopor dibidangnya. Produk bernama Chubby Baby Warp sudah diproses sejak 2009 -an. Namun baru dipasarkan luas sejal 2010, awalnya butuh keyakinan kuat dulu, butuh keberanian terutama buat tidak menjadi pegawai lagi. Sebelumnya Yani sudah meminta ijin suaminya menjadi wirausaha dan hasilnya ternyata alhamdulillah... malah sukses besar.

Awalnya cuma iseng tapi menghasilkan omzet 700 juta per-bulan.

"Lumayan iseng-iseng jadi duit. Sebenarnya waktu itu sudah bosan jadi pegawai, terus konsultasi ke suami untuk berwirausaha dan diizinkan, asal tidak mengganggu kerjaan ngurus keluarga," jelas Yani.

Gendongan bayi pada umumnya berbentuk selendang yang berbentuk cekung. Adapula model digandrungi oleh ibu- ibu muda berbentuk carier. Tapi ini membuat tangan capek setelah beberapa jam digunakan. Ada dua jenis gendongan bayi dijualnya: jenis reguler buat bayi berat maksimal 18kg, dan jenis premium itu buat 25kg. Harganya dipatok Rp.165.000 sampai Rp.225.000. Tiap bulan bisa menjual antara 60- 90 juta, sementara omzet pertahunnya bisa Rp.700 juta -an.

Kelebihan produknya adalah ibu- ibu masih bisa mengerjakan pekerjaan rumah. Dua tangan sang ibu bisa bebas bergerak mengerjakan apapun, mengerjakan pekerjaan rumah, atau bahkan berbelanja. "Kalau aku menyebutnya bermain dengan hati," jelas Yani. Tidak ada pula alumunium dalam produknya tidak seperti ada di produk sejenis sekarang. Ini benar- benar 100% bahan kain.

Soal warna Chubby BabyWrap memang bervariasi, bahkan sudah mencapai  30 warna, seperti blue series, navy, royal blue, blue turqoise, indigo; green series, alvocado, tosca; red series maroon, red, fuschia, dusty pink, purple series, dark purple, purple dan masih banyak lainnya. Selin itu sudah dimodifikasi dari segi gambarnya tidak hanya berwarna. Produk ini juga bisa membuat ibu menyusui bebas bahkan jika berada di depan umum; karena kain Chubby BabyWrap lebar.

Alamat:

Blog : Chubby-babywrap.blogspot.com

email : chubbybabywrap@yahoo.com

Telp  : 085720174977

Artikel Terbaru Kami