Kamis, 27 Agustus 2015

Mantan Satpam Jadi Pengusaha Sosis Caplin

Profil Pengusaha M. Aries Zara


 
Salah satu anggota wirausahawan Tangan Diatas  atau TDA ini, M Aries Zara, menceritakan pengalamannya menjadi pengusaha muda. Kepada kita dia membuka ceritanya dengan kalimat, "persaiangan adalah wajar". Apalagi persaingan bisa meningkatkan semangat kita. Persaingan baik menurutnya adalah yang mampu memberikan dampak positif. Usahanya memang tipikal usaha umum jaman sekarang.

Bahkan udah terlalu banyak usaha sejenis. Akan tetapi prinsipnya selama ini persaingan haruslah sehat. Tak masalah Pemuda 25 tahun ini menyebut tak masalah. Ketika ia ditemui oleh pewarta. Ia berprinsip jangan bohong sama konsumen, jagalah relasi, selalu berinovasi menjadi andalan. "InsyaAllah lancar- lancar saja," ungkapnya.

Aries menceritakan awal mulanya menggeluti wiraswasta. Dulunya, dia hanyalah seorang satpam di salah satu perusahaan BUMN perminyakan. Apa membuatnya tertarik membuka usaha sendiri. Pikirannya muda yakni jikalau berhasi tentulah penghasilannya lebih dari satpam. Sebuah pertaruhan dilakukannya ketika memulai usaha ini. Hal lain karena usaha sendiri berarti waktunya fleksibel.

Dia bisa jalankan sambil santai katanya.

 "Saya kerja (jadi satpam) dua tahunan. Habis itu coba usaha sendiri. Sempat jatuh bangun juga. Dari main proyek dekorasi, sampai buka usaha capucino cincau," katanya.

Ini tidak semudah membalikan telapak tangan saja. Selepas menjadi satpam kurang lebih selama dua tahun. Dirinya langsung tancap gas mengerjakan usaha pertama. Pertama kali mencoba membuka usaha sendiri ya jatuh bangun. Ia mulai berbisnis dekorasi. Gagal disusul menjual capucino cincau. Usaha terakhir capucino ini berjalan lumayan baik. Bahkan masih bertahan menyisakan dua outlet. Soal capucino cincau menurutnya paling susah soal sewa tempat.

Bayangkan saja, selepas masa kontrak habis, pemilik tempat pastilah menaikan harga sewanya. Pengalaman semacam ini menjadi perhitungannya. Hingga akhirnya ia memutuskan membuka usaha sosis bakar. Sebuah inovasi dimana sosisnya dijual lewat warung tenda. Modal pengalaman capucino cincau, ia memilih membuat seperti itu. Alasannya bila sewaktu- waktu disuruh pindah ya pindah. Cuma modal tanah lapang, kemudian dipasangnya tenda, tak perlu pula pusing soal biaya sewa.

"Kalau model kios misalnya kontrak enggak diperpanjang repot cari tempat yang baru," terang Aries lanjut. Memang tak disangka usaha sederhana ini menghasilkan.

Meski cuma lulusan SMA dirinya bisa menghasilkan uang lebih. Bahkan lebih banyak dari kita yang menjadi pegawai negeri. Konsep bisnisnya sosis ditambah aneka jajan lain dibakar. Ada sosis bakar ayam dan sapi, kemudian aneka bakso bakar, cumi- cumi, kepiting, tuna, bahkan sampai otak- otak, semuanya ditusuk sate. Harganya dibandrol Rp.5.000 ukuran sedang dan kecil Rp.10.000. Aneka bakso dibandrol lebih murah yakni cuma Rp.2.000 per- tusuk.

Usaha kecil untung


Meski kecil- kecilan tapi berani menawarkan konsep warlaba. Bahkan untungnya bisa sangat tinggi kalau dihitung dari omzetnya 150 juta. Usaha aneka sosis bakar ini diberinya nama Si Caplin. Soal pemasok tak perlu risau karena ia distok oleh perusahaan- perusahaan besar. Dan, sudah terjamin kehalalannya, dari itu semuanya jika dihitung untungnya "tak masuk akal". Tapi faktanya omzetnya bisa minimal 5 juta per- bulan dimana itu dari empat tempat saja. Ini bahkan belum termasuk apa yang dihasilkan dari 21 cabang mitra warlabanya.

"Yang pasti dari usaha ini alhamdulillah saya bisa mandiri, punya penghasilan lebih, walaupun hanya tamatan SMA," kata Aries.

Untuk menjadi mitranya cukup membayar modal Rp.5 juta. Kemudian mendapatkan stok sosis langsung, kemudian tenda jualan, ditambah perlengkapan dan dekorasinya termasuk merek dagang Si Caplin. Soal pemasaran baiknya kamu menjual di waktu sore pukul 16:00 sampai 23:00. Si Caplin tidak mengenakan fee cuma diwajibkan membeli kepadanya. Murah banget buat waralaba sejenis sosis yang pernah kami ulas dari sini.

Aries sosok tak sekedar berteori. Membuktikannya melalui kerja nyata. Dia sudah memiliki 25 cabang kini. Yang tersebar di wilayah Ciputat, Pamulang, Cileduk, Depok, Cikupa, Kebayoran Lama, Bekasi, juga di Karawang. Sukses berbisnis sosis bakar dirinya sangatlah bersyukur. Dimana ia sudah bisa mengajak kedua orang tuanya pergi umroh. Nah, sukses berbisnis sosis, ia siap masuk ke bisnis lain dibidang kuliner juga.

Menurut informasi Warta Kota Tribunnews, diberitakan kini, Aries Si Caplin tengah fokus menggarap bisnis kuliner lain. Sukses Si Caplin usahanya beralih ke soto kalong. Dia menjelaskan konsep bisnisnya kuliner dan bisa dijajakan di jalan. Lokasinya ada di depan Perumahan Bukit Nusa Indah, Serua, Ciputat, di Tangerang Selatan. Soto Kalong sendiri dikonsepnya kuliner malam hari. Konsep kaki lima tapi tak memakai lilin. Ia menjelaskan ini pakai obor!

Konsepnya gelap- gelapan, ditemani obor, dibawah taburan bintang, romantis, dan susanannya seperi halnya di puncak. Aries sendiri menjelaskan ini bukan soto biasa. Resepnya merupakan pemberian neneknya. Dan dijamin akan menggugah selera kamu. Selain rasanya nendang ditambah susananya. Hal lain, yang menjadi keunggulan adalah harganya murah dari standar soto. Ada kerupuknya kemudian minumnya teh tawar yang hangat.

"Teh tawar hangat semuanya gratis dan bisa menambah sepuasnya," jelas Aries.

Soto ayam dibandrol Rp.8.000 per- porsinya. Harganya murah akan tetapi tidak murahan. Dia menawarkan startegi beli satu dapat satu mulai 16 September 2015. Ini bukanlah startegi baru. Sudah pernah dicobanya ketika merintis bisnis sosi bakar. Menjalankan bisnis barunya Aries Si Caplin tak lupa teman. Menggandeng teman sekolahnya Udin sebagai juru racik sotonya. Kebetulah mitra barunya itu memang suka masak. Ya, ia tinggal mentransfer ilmu resepnya.

Ia sendiri juga turun langsung. Modalnya kesuksesan bisnis kuliner sebelumnya. Aries berharap nantinya ini bisa sukses seperti sosis bakar Si Caplin. "Saya jualan soto tidak mau mengejar keuntungan saja," terangnya. Dia mau membuka lapangan pekerjaan seluasnya. Termasuk buat sahabat- sahabat SMA nya dulu. Disini pilihan tempatnya di kawasan romantis. Menggarap usaha sotonya, Aries memiliki lima karyawan, menarget 30 cabang soto.

Sementara itu belum setahun Si Caplin berdiri. Baru 14 bulan sudah berani berekpasi ke bisnis lain. Itulah pengusaha muda ini, bahkan, sudah mampu membuka 45 cabang bermodal kemitraan atau waralaba. "Insya Allah dalam waktu ini sosis bakar mau buka enam cabang lagi," tambahnya. Sukses bermodal ijasah SMA layaknya menggugah hati kita. Menggugah buat kita agar tetap fokus berusaha. Jadilah pengusaha yang bisa menginspirasi banyak orang.

Artikel Terbaru Kami