Rabu, 19 Agustus 2015

Lahirnya Flickr Serta Solusi Malasnya Email

Biografi Pengusaha Stewart Butterfield



Aplikasi ini disebut- sebut aplikasi penghancur email. Aplikasi ini adalah sebuah chat room bagi pegawai di perusahaan kamu. Memastikan kamu tak perlu repot menyiapkan email buat berkomunikasi. Ini akan mudah -memudahkan kinerja antar pegawai. Dimana kamu disediakan ruang berbicara efektif. Tak perlu lagi atasan menulis memo untuk pekerjanya.

Salah satu pengguna aplikasi ini termasuk perusahaan media, Business Insider. Dimana kamu tingga masuk ke aplikasi, mendaftar, dan berkomunikasi efektif. Ini sangatlah popular tahun lalu bahkan bisa dibilang jadi inspirasi Facebook buat pekerja. Menjadi yang pertama membuatnya memiliki 500.000 pengguna dan terus tumbuh. Investasinya juga tumbuh mencapai $2 juta di tahun 2015 menurut Bloomberg Report. Siapakah sosok dibaliknya?

Namanya Stewart Butterfield bukanlah nama baru dalam dunia startup. Dia pendiri Flickr loh. Kemudian ia jual kepada Yahoo tahun 2005. Butterfield menikahi Caterina Fake, patner wanitanya mendirikan Flickr di tahun 2001- 2007, dimana keduanya punya satu anak perempuan lahir di 2007.

Bisnis pertama


Merupakan putra seorang psikiater, namanya Stewart Butterfield, dimana nama kelahirannya adalah Daniel Stewart Butterfield. Namun, menurut situs Wired.com, nama kelahirannya adalah Dharma Jeremy Butterfield. Ia merupakan putra dari David Butterfield dan seorang wanita bernama Norma. Ayahnya merupakan tipikal orang tak terbius gemerlap Amerika. David Butterfield memilih menetap terus di Kanada, hingga bertemu ibunya, tapi hidup dalam kemiskinan.

Bayangkan ayahnya menyiapkan sebuah rumah untuk istrinya yang tengah hamil. Rumah sederhana, malah sangat- sangat sederhana; tanpa listrik, tanpa air, tanpa telephon. Tahun 1973, Norma melahirkan seorang bayi laki- laki sehat. Waktu berlalu dimana setiap orang berkompromi akan keadaan. Dan, akhirnya David bisa sukses, disaat mereka memutuskan pindah ke Victoria, British Columbia. Tahun itu, 1977, mereka telah memiliki rumah nyaman.

Mereka sudah merenofasi rumah. Punya pekerjaan tepat yang telah mapan. Mereka telah sukses kehidupan dalam sosial. Dan, akhirnya David tumbuh kumis, bisa memberikan apa yang kita sebut kapitaslime. Nah, dari sinilah Dharma bisa mendapatkan komputer pertamanya di umur 7 tahun. Namun, apa yang paling menyenangkan ialah berubahnya nama dari Dharma jadi Stewart. Ketika itu, Stewart Butterfield telah masuk umur 12 tahun.

Nama itu menurutnya ketika sudah dewasa. Nama Stewart sebenarnya tidak lah menarik; terlalu normal. Ia menyebut tidak ada sosok sukses bernama Stewart. Di umur 16 tahun, menjadi catatan karena di umur itu dirinya sudah bisa jalan- jalan ke China. Kemudian masuk ke kampus University of Victoria mengambil satu jurusan yakni filisofi. Sukses membawanya mendapat gelar Master lewat Cambridge dan bersiap buat masuk PhD.

Sayangnya, ketika itu godaan akan namanya internat tiba. Dia terjebak dalam dunia barunya. Disana ada hal musik, dan situs, membuatnya disana terus. Hingga, pekerjaan pertamanya adalah disebuah perusahaan berbasis dotcom. Dimana waktu itu tengah ngehit- hitnya hingga akhirnya jatuh. Tahun 2000 -an, dia sedang berjalan- jalan di San Fransisco, bertemu seorang blogger wanita disana. Caterine Fake sendirilah wanita itu yang kemudian dibawanya ke Kanada.

Mereka saling jatuh cinta dan menikah di tahun 2002, hanya beberapa hari setelah bulan madu, berdua dan bersama seorang programer meluncurkan Ludicorp. Sebuah game dimana konsepnya tak ada menang atau kalah selamanya. Ini game tanpa akhir. Kamu bisa memainkannya selamanya. "Stewart selalu datang dengan ide puzzle dan game lain," ungkap Paul Lylod, salah satu teman kuliahnya, yang juga merupakan salah satu pegawai di Ludicorp.

Kemudian ada pristiwa menarik bagi Stewart. Dimana ada seorang blogger dan programer bernama Carl Handerson salah satu penggemar gemnya, yang membuat situs fans Ludicorp dan akhirnya membobol email milik perusahaan. Stewart tau kemudian mengangkatnya menjadi pegawai. Meski sudah memiliki sosok yaitu Carl; bisnis mereka tak berjalan. Semua pegawai perusahaan lantas voting apakah akan melanjutkan. Atau, akan memulai proyek baru, yakni kala itu adalah proyek image- sharing.

Sukses Flickr


Ternyata ini berasal dari satu konsep game mereka. Bagian terbaik dari game Ludicorp lantas digunakannya menjadi bisnis baru. Cal dibantu satu tim -nya kemudian fokus mengerjakan. Stewart mungkin bukan sosok pembuat. Tapi dirinya merupakan sosok pengusaha, kompromis, dan ide bisnis itu sendiri. Dia bahkan mau berjanji kepada Cal agar tetap bekerja untuknya. Lebih tepatnya, jika dia mengerjakan Flickr, maka ia akan tetap diperbolehkan menjalankan gamenya.

Cuma butuh waktu lima tahun. Di April 2004, benda ini dibawa oleh Stewart sendiri ke konfrensi. Dimana ia menjelaskan konsep "game" ini -dari APIs, REST, RSS. Disana sambi menjelaskan, sambil mendadak ikut berpromosi, maka keluarlah nama Flickr dalam konfrensi itu. Sebuah kejutan meski Flickr sendiri masihlah belum selesai. Pukul lima pagi -nya Cal sudah menyelesaikan sentuhan terakhir: Cara mengupload gambar lewat email, jadi orang bisa mengirim lewat handphone jadul.

Demo -nya mengejutkan banyak orang. Ketika Stewart melangkah keluar dari konfrensi; Flickr sudah punya penggemar. Tahun 2004 berbagi foto merupakan hal booming. Flickr merupakan salah satu pioner tagging di dalam gambar. Meski kalah cepat dari Delicio.us tapi disisi lain masih menang. Dimana Flickr merupakan situs pertama yang membiarkan orang login lewat Facebook atau Twitter. Ketika situs lain butuh username dan password, Flickr tidak, cukup klik pilihan dan masuk.

Flickr juga memberikan kesempatan meng- add teman, bahkan memberikan kita pengalaman sosil media. Ini sudah ada sejak jamannya Flickr ini loh. Termasuk soal tema Open API, yah, dimana setiap orang boleh saja membuat memberbaiki datanya. Sistem ini ternyata sangat membantu terutama pada sistem lain. Salah satu darinya adalah Blogger. Yang mana pada jamannya itu tidak memiliki konsep upload gambar sendiri. Nah, sepanjang jalan, akhirnya tiap mobile phone sudah punya kamera sendiri.

Setahun kemudian dijualah Flickr kepada Yahoo. Sayangnya, Yahoo tak sebaik dirinya, Stewart memang sudah dapat uangnya bahkan mendapatkan pekerjaan. Tapi Yahoo terlalu kontroversial baik soal servernya, pengguna, dan data. Tak kuat Stewart sempat akan pindah menyusul istrinya, Caterina. Bisnis besar miliknya ini pindah dari Vancouver ke Bay Area. Setelah tiga tahun bekerja sebagai Senior Direktur Manajemen di Yahoo; ia ingin pindah tapi tertahan.

Yahoo memintanya menetap beberapa bulan. Memastikan tidak ada perpindahan pengguna dari Flickr. Tapi faktanya Yahoo tak melakukan sesuatu. Ia pun memutuskan keluar, membuat memo keluar kepada banyak orang, bahkan tembus sampai ke media masa dari aneka blog teknologi, Valleywag, bahkan the Guardian. Ini menjadi memo paling dibaca oleh banyak orang. Juli 2007, ia punya bayi perempuan baru, tapi enam bulan kemudian bercerai dari istrinya.

"Saya merasa semua hidup saya jatuh berkeping dan nantinya saya harus pergi dan pergi ke India atau ke manapun," ungkap Stewart.

Aplikasi malas


Sosoknya mungkin dikenal akan produknya Flickr. Yang kemudian bersama dua temannya dijualnya  kepada Yahoo. Stewart menyebut, "diantara antara $22 juta sampai $25 juta" di 2004. Ini merupakan pembuka bagi era Web 2,0 dan merupakan pertanda akhir DotCom bubble. Flickr merupakan harta karun penemuan. Tapi bukanlah apa yang direncanakan. Karena ini merupakan bagian dari game tak berujung. Sebuah cara buat mencukupi bisnisnya.

Ini adalah kegagalan finansial. Istilahnya pivot yang merupakan sesuatu tak disengaja, akhirnya, merubah apa jalan sebuah strategi bisnis secara "aneh". Beberapa tahun selepas Flickr, dan Yahoo, Stewart mengerjakan hal baru Glitch. Tapi lagi- lagi permainan tanpa ujung. Akhirnya gagal dijalan. Kemudian menelisik lebih ke Glitch ada ke- "unikan". Sebuah bagian terdengar membosankan dari sebuah game. Ini adalah sistem yang mengubungkan, komunikasi sistem.

Jadilah apa yang kita sebut Slack (malas). Merupakan group chat super lebih besar dari apa kita rasakan dari AOL. Ini berjalan di komputer, web/internet, mobile phone, dan bisa disinkronkan satu sama lainnya. Uniknya sama halnya seperti Flickr ini juga digunakan dalam berbagai hal. Ini sebuah proyek ambisius lain, akhirnya, oleh Stewart yaitu menjadi pusat dari software bisnis lain. Slack digunakan oleh dari Dropbox, Heroku, Google App, dan Zandesk.

Ketika dikerjakan Slack mampu mendata data kamu. Dari sedikit di Twitter, sedikit di Zendesk, sedikit lagi di GitHub. Ia menyebut, "Slack merupakan satu platform bersama dimana kesemuanya menjadi satu. Itu kiranya dijabarkan dalam pemikiran panjang." Ini kolaborasi bersama. Sebut saja ketika kamu mengupload file PDF di Dropbox. Orang lain dalam koneksi kamu akan melihat apa yang kamu upload. Dan, mereka bis mengakses komunikatif.

Tak cuma merekam apa file diupload, tapi memberikan kesimpulan utuh, filenya benar- benar utuh bahkan juga bisa diberikan semacam komentar. Ketika ribet mencari file upload di Dropbox maka cukup gunakan saja Slack. Sambil berkomunikasi sekaligus menemukan barang yang dicari di luasnya internet. Kemudian perusahaan pengguna mulai meningkat sebut saja nama besar Adobe, GoDaddy, eBay, Dow Jones, Sony, Dell, AOL.dst.

Sejak debutnya di Februari 2014, Slack tumbuh sangatlah pesat, dari soal pengguna dimana ada 120.000 pengguna aktif. Dimana ada pula 38.000 orang dari 2000 organisasi (perusahaan) berbeda. Dimana jika soal pengguna perusahaan menggunakan versi berbayarnya. Istilahnya full service dimana menghasilkan untung itu sampai $1,5 juta. Startegi bisnisya adalah membuat Slack se- Microsoft mungkin. Atau, semua orang bisa menggunakannya mudah.

Ini sangat mudah digunakan. Ketika kamu membuka Slack kamu, maka akan ada tulisan "Tiap hari akan jadi lebih baik dari sebelumnya. Terutama hari ini" atau "Tolong nikmati Slack penuh tanggung jawab". Atau, yang menjadi favorit Stewart, "Apa baiknya saya kerjakan hari ini?". Strategi Slack adalah membangun sebuah komunikasi di perusahaan dari paling bawah. Ini sangatlah populer baik buat organisasi non- komersial. Juga tetap terbaik meski tidak membayar atau versi gratisnya.

Artikel Terbaru Kami