Sabtu, 29 Agustus 2015

6 Alasan Pacaran Jadi Mimpi Buruk Pengusaha

Artikel Bisnis: Pengusaha Sulit Temukan Cinta


 
Kenapa menjadi pengusaha susah punya pacar. Dan, kenapa itu bisa menjadi satu mimpi buruk buat kamu para entrepreneur muda. Ada sebuah artikel dari Entrepreneur.com, ditulis oleh entrepreneur muda bernama Jonathan Long. Dia punya namanya cinta sejati. Tapi cinta pengusaha muda satu ini bukanlah apa yang kamu bayangkan. Ia jatuh cinta dan bersama- sama cintanya ini selama lima tahun. Ini adalah cinta terpenting bagi hidupnya, merupakan bagian dari hidupnya.

Inilah kisah seorang entrepreneur jatuh cinta kepada bisnisnya.

Baginya kencan dengan wanita, bagi seorang pengusaha seperti dirinya, hubungan bisa jadi mimpi buruk. Dia mendefinisikan bahwa entrepreneur itu stubborn atau keras kepala, menjadi pemilih dan selalu memasang "work mode". Tidak ada kata bersantai bersama wanita baginya. Ia pemilih hingga bisnis Market Domination Media (www.marketdominationmedia.com) sukses setelah lima tahun.

"Saya punya hubungan terbaik... saya sudah bersamanya selama lima tahun, tak pernah berkelahi dan punya waktu- waktu indah bersama. Hubungan saya bicarakan adalah bisnis saya," tulisnya.

Target bisnisnya adalah membantu mereka para pemilik bisnis online tak cuma mengejar pengunjung. Tapi memastikan jumlah pengunjung aktif membeli bisnis kamu. Kembali ke kenapa berpacaran bisa menjadi satu mimpi buruk bagi pengusaha, berikut penjelasannya:

"Saya tau saya bukan satu- satunya di kapal ini, jadi saya menghubungi seorang kawan Patti Stanger, pendiri Millionaire's Club, dan bintang dari acara TV populer Millionaire Matchmaker.... Ketika berbicara dengan Stanger, dia mengindentifikasi enam alasan kenapa pacaran bisa sangat sulit bagi beberapa entrepreneur," tulisany lagi.

1. Entrepreneur meprioritaskan bisnis

Dalam pemahaman kami, bahwasanya bisnis adalah nomor satu, sementara sebuah hubungan bisa jadi satu bagian lain. Tidak cuma soal cinta sih sebenarnya akan tetapi semuanya. Hasrat terbesar seorang pengusaha ada pada bisnisnya. Inilah mengapa Long merasakan betul -bisnis adalah yang pertama, dan sudah antisipasi bahwa ini tak akan berubah beberapa saat lagi.

"Sejak pengusaha memprioritaskan bisnis mereka cenderung menempatkan asmara menjadi kedua, yang menempatkan calon pasangan off dan meninggalkan cinta di bagian belakang kompor, "kata Stanger.

2. Entrepreneur workaholic

Pekerja keras. Dan, Long sering merasa bersalah soal ini, dia bahkan lupa berapa kali menunda kencan atau membatalkan rencana karena ia merasa harus bekerja hingga larut malam. Itu semua karena tekanan agar selalu melihat bagaimana seharusnya ini dan itu. Ia merasa kecanduan bekerja hingga merasa aneh jika tak melakukannya. Tenang ini bisa diperbaiki itulah yang tengah dilakukannya. Menciptakan suasana bekerja yang tepat dan seimbang.

"Seni kesepakatan sering (pengusaha) jadi cinta sejati, selalu menciptakan produk baru dan jalan untuk membangun bisnis mereka," katanya. "Mereka sering mengambil menggadaikan hubungan mereka dan ini mengganggu pasangan mereka dan mereka akhirnya putus karena ini."

3. Entrepreneur sering berpergian

Bepergian bisa sering terjadi dikehidupan pengusaha. Dan, itu bisa saja tidak terencana betul, tiba- tiba saja pengusaha bisa berada di suatu tempat. Jauh dari pasangan kamu bisa jadi masalah besar. Lihat bagaimana para atlit atau artis Hollywood kehilangan cinta. Perjalanan dan jarak selalu disalahkan.

"Seorang pengusaha dan pasangannya akan jarang di tempat bersama diwaktu yang sama," ujar Stranger. Tapi tentu beda jikalau kamu sudah jadi kaya, jadi jutawan atau miliarder. Kamu bisa meninggalkan bisnis kamu dikerjakan orang lain. Akan tetapi tetap saja akan mengalami kesulitan.

4. Entrepreneur menderita "lebih besar, kesempatan lebih baik"

Stranger mendeskripsikan terkadang pengusaha akan susah memilih. Disaat masa mereka menemukan rasa bahwa pasangan mereka tak menarik; tantangan berhenti. Terkadang inilah penyebab mereka "kenapa ya pengusaha itu banyak playboy", padahal ini mungkin sebuah sindrom saja. Ingin membangun perusahaan lebih besar menjadi pengusaha lebih baik. Long mengamini ini bahwa mereka bisa dapat lebih.

"Saya bisa berkencan dengan model Victoria Secret dan saya akan berpikir di kepala saya," aku Long. Tapi ini cumalah alasan saja menurut kami -pada akhirnya pengusaha cuma akan kembali ke bisnisnya.

5. Entrepreneur tertantang mencapai tujuan bisnis

Ketika tujuan bisnis itu sudah ada. Akan ada poin- poin ingin dicapai secara berkelanjutan. Inilah terkada berarti mengorbankan kebutuhan sosial jika tak ada hubungannya.

"Beberapa pengusaha cenderung hidup ingin jadi besar, selalu ingin dilihat di tempat terbaik dan pergi pada saat liburan terbaik," kata Stanger. "Beberapa juga dapat menjadi pemburu status, dan mendaki sosial ke atas berubah menjadi cinta sejati mereka, vs pasangan mereka."

Dalam pengertian kami terkadang mengejar bisnis itulah sendiri mencari cinta sejati. Mendaki status sosial lalu menemukan cinta sejati mereka atau sekedar menemukan pasangan saja. Mungkin juga tidak ada nama cinta sejati bagi seorang pengusaha ketika ia sukses kelak.

6. Entrepreneur mencampur emosi bisnis dan emosi pribadi

Akan susah membedakan emosi pribadi ataupun emosi dalam halnya berbisnis. Long mengakui hal ini dalam tulisannya. Ketika kita membawa masalah pribadi dalam pekerjaan, akan ada masalah. Namun, ketika kita tak menaruh pribadi kita, akan kehilang komunikasi baik. "Kamu butuh mencari kebahagiaan ditengah."

"Beberapa pengusaha tidak pandai mengekspresikan emosi mereka kepada mereka yang dicintai. Mereka sering tidak akan menyadari apa yang mereka miliki sampai mereka telah kehilangan seseorang yang khusus," kata Stanger.

"Hal ini karena bisnis dapat menjadi dingin dan menunjukkan emosi adalah berarti menunjukkan tanda kelemahan. Jika ini membawa lebih ke dalam hubungan, itu menghasilkan bencana. Tak seorang pun ingin menjadi tambahan dalam film hidup anda. Entah mereka mendapatkan peran dibintangi atau mereka pergi. " itulah kenapa pacaran bisa jadi mimpi buruk pengusaha.

Artikel Terbaru Kami