Kamis, 09 Juli 2015

Pengusaha Jangan Memulai Mengejar Kaya

Artikel Bisnis Inspiratif Apotik 24 Jam


 
Tak menjadi dokter sukses bukan berarti akhir. Menjadi dokter atau pekerjaan profesional lainnya bukanlah akhir bagi idelisme. Kenyataanya, ada berbagai cara mewujudkan dunia dalam benak kita, seperti halnya ia sosok Gideon Hartono; uang bukanlah tujuan utamanya. Tujuan utamanya mempermudah akses orang agar bisa mendapatkan obat. Meski terlanjur kaya berkat bisnis waralaba apotik K- 24. Dua prinsip dasar dari bisnisnya selalu ia pegang.

Apotik K- 24 selalu menawarkan kualitas. Dimana harga juga menjadi landasan bisnisnya. Tak mau untung besar, Gideon tak khusus menjual obat- obat dari perusahaan tertentu. Tak ada pesanan sponsor dibalik kisah sukses apotik K- 24. Dia bahkan menganjurkan obat generik. Itupun yang benar- benar berkualitas resepnya.

Gagal menjadi dokter mata membawanya menjadi dokter umum. Sebagai sosok keturunan China, di masa Orde Baru, membuat ia kesusahan meniti karir menjadi dokter. Kuliah dokter saja kesusahan karena kedua orang tuanya adalah pedagang. Apalagi hingga lulus spesialis dokter mata, itu merupakan keajaiban dalam hidup Gideon. Tahun 1990, ia lulus spesialis mata, namun Order Baru "memaksanya" menjadi mantri di sebuah Puskesmas di Gondokusuman II, Yogyakarta.

"Saya melayani pengemis, tukang becak, pengasong," aku Gideon.

Dalam benaknya bagaimana mereka mendapatkan pengobatan. Di hatinya, terbersit ide tentang bagaimana caranya akses obat 24 jam. Nah, pada 2002, setelah beberapa puluh tahun barulah ini bisa terealisasikan. Dia membuka apotik 24 jam pertama di Indonesia. Dia sendiri tipikal pengusaha go with flow. Tak ada nama rencana bisnis matang, muluk- muluk, itulah ungkapnya dalam sebuah biografi Gideon Hartono. Satu hal bisa dipelajari darinya adalah kita tak selalu idealis.

Ini artinya jika kamu tak bisa menjadi dokter. Atau pekerjaan apapun, kamu masih bisa menjadi sosok lain, seperti halnya wirausaha. Dimana lowongan wirausaha terbuka 24 jam. Ingat pula uang yang mengikuti kamu bukan sebaliknya. Jadilah pengusaha dari nol besar, merangkak naik, melalui aneka kesalahan hingga sukses seperti sekarang. Apakah hambatan terbesar seorang Gideon. Hambatan terbesar ketika memperkenalkan sistem 24 jam.

Pada awalnya, hari- hari pertama apotiknya sepi, bahkan sampai berbulan- bulan hingga orang sadar akan satu hal; Apotik K- 24 tidak pernah tutup. Mereka pun mulai berdatangan. Namun, apabila disaat itu, ia jadi sosok serakah dan menjual produk premium saja; bisa dipastikan dia gagal. Untungnya berkat pengalaman jadi orang susah. Ini membuatnya paham betul susahnya mendapat obat murah. Terutama obat murah yang berkualitas; inilah cikal bakal waralaba Apotik K- 24.

Artikel Terbaru Kami