Minggu, 05 Juli 2015

Pengalaman Ditipu Orang Bermanfaat Loh

Artikel Bisnis: Pengusaha Sukses Kena Tipu



Ada artikel menarik di Tempo. Sesuai dengan keadaan penulis saat ini. Judul artikelnya "Pengusaha Sukses Harus Pernah Ditipu Orang", bukan sembarang orang loh mengatakan ini. Tapi dia lah Dahlan Iskan, bos dari jaringan bisnis Jawa Post, dikutip ketika dirinya masih menjabat Menteri BUMN. Waktu itu ketika Dahlan tengah menjadi pembicara buat PT. Permodalan Nasional Madani (Persero). Kala itu, ia didapuk menjadai pembicara bagi para pengusaha muda binaan Permodalan Nasional.

"Karena menjadi pengusaha yang baik itu adalah pengusaha yang pernah ditipu orang," ucap Dahlan percaya diri, dihadapan ribuan peserta seminar kala itu.

Ucapan Dahlan mungkin bersifat ekplisit. Bukan berarti pernah ditipu sampai ratusan juta. Pernah ditipu juga berarti tertipu asumsi kita sendiri. Mungkin kita berasumsi bisnis MLM sukses. Tapi kenyataanya kamu tak sanggup merekrut member baru. Apakah itu penipuan? Kalau faktanya memang ada orang sukses berkat ikut ber- MLM ria. Dalam seminar tersebut Dahlan kemudian menunjuk beberapa pengusaha ke panggung. Mereka itu yang membawa balitanya ke acara tersebut.

Dia lantas berujar, "saya lihat tadi kira- kira 80 persen yang hadir di sini usianya masih muda- muda, berarti ada beberapa kemungkinan." Dahlan menyimpulkan bahwa disini ada mereka baru belajar berbisnis. Ada yang baru ketemu peluang berusaha sendiri. Tapi ada kemungkinan merupakan mereka yang pernah gagal, bangkit, kemudian bisa jadi gagal kembali. Mereka bangkit kembali. Kemudian Dahlan memanggil mereka para pengusaha pernah ditipu.

Pengusaha tersebut kemudian disuruh menjelaskan bagaimana pengalamannya. Ada kisah penjual lotek yang kehilangan 400 ribu cuma dijanjikan kulkas dari lima buah permen. Ya, pengusaha kecil ini malang, karena itu semua merupakan hasil jerih payahnya usaha kecil- kecilan. Adapula yang berkisah pengalaman ditipu jual- beli online. Dimana ia mengaku bahwa barang kirimannya tidak diantar. Semua kisah "penipuan" itu beda- beda dari besar- kecil.

Cuma ada satu persamaan mereka: mereka yang pernah ditipu kini sudah berkembang. Dahlan bersikeras akan teorinya. Meski tak pengusaha sukses pernah ditipu. Dia meyakinkan bahwa lebih baik kita ditipunya itu sekarang bukan pas sukses nanti. "Lebih baik anda saya doakan ditipu sekarang, ketika anda masih kecil, daripada ditipu orang ketika menjadi pengusaha sukses nanti," imbuhnya. Melalui pengalam tersebut kamu bisa memetika hikmah; membaca karakter orang.

Kamu akan lebih berhati- hati ketika memutuskan bisnis selanjutnya. "Pengusaha itu istimewa. Kalau semua orang gampang putus asa, nggak ada yang bisa jadi pengusaha," ucapnya. Penulis sendiri pernah ditipu tapi bukan ditipu sekala besar. Penulis pernah beberapa kali tertipu asumsi UNTUNG. Ya, beberapa kali aktif berbisnis online, penulis kira bisa berbisnis tanpa modal. Mulai berbisnis referal (member- get member) tapi buntung karena tidak sanggup menjual angan.

Mirisnya ketika artikel ini ditulis, Pak Dahlan menghadapi apa itu "ditipu", dan mirisnya justru ketika dirinya telah sukses. Ketika dirinya memutuskan berhenti jadi pengusaha dan mengabadi. Dia harus berhadapan satu fakta bahwa dia "tertipu" birokrasi (tersangkut kasus korupsi).

Artikel Terbaru Kami