Rabu, 01 Juli 2015

CEO Taksi Uber Eropa Resmi Ditahan

Berita Bisnis: Ribetnya Bisnis Taksi Uber


 
Menjalankan bisnis Uber memang akan menghadapi banyak masalah. Utamanya pada sistem perijinan, untuk cabang Indonesia sendiri, penulis belum dengar beritanya pengelola Uber ditangkap. Tapi jikalau berbicara di negara lain. Maka yang menjadi sorotan adalah penangkapan di Eropa. Pasalnya berbeda di negara India yang rawan. Apakah negera Eropa rawan? Tentu tidak, tapi kenyataanya, Eropa sudah punya aturannya sendiri tentang taksi ilegal.

Bukan Amerika tapi Eropa pastilah punya hukum berbeda. Tak bisa disamakan Amerika pada Maret 2015, telah diadakan serangkain penyidikan. CEO Uber Prancis, Thibaud Simphal, dan Europe GM Pierre- Dimitri Gorey- Coty, resmi ditangkap atas dua tuduhan utama: (1). menjalankan bisnis taksi ilegal, (2) merahasiakan dokumen digital. Entah apa yang dimaksudkan poin kedua. Penulis juga mencoba memahami artikel dari Tech Crunch.

Kesimpula sementara hal ini adanya hubungan dengan pristiwa demontrasi di Eropa. Disana, sopir Uber, menuntut Uber menghentikan tarif murah mereka. Mereka juga kabarnya meminta status resmi sebagai sopir perusahaan atau pekerja resmi. Hal ini tentu bertentangan dengan konsep Uber sendiri yakni bisnis sharing- economy. Ini juga bersangkutan dengan persaingan tak sehat. Yakni adanya UberX atau UberPOP, dimana UberX memang dikususkan untuk Prancis dan Amerika.

UberPOP sendiri aturan bahwa setiap orang bisa jadi supir. Bahkan buat mereka yang tanpa adanya lisensi profesional dulu. Ini membuat kemarahan para sopir taksi. Karena bisa berarti siapapun bisa memberikan satu layanan melalui Uber App. Hal tersebut membuat kekacauan hingga pemerintah memutuskan untuk melakukan sidak bagi sopir tak resmi tersebut. GM Eropa sendiri Simphal mengatakab bahwa keberadaan sistem UberPOP tak akan dihentikan.

Selama pemetintah secara resmi melalui pengadilan memutuskan itu ilegal. Akhirnya ini memberikan satu efek ganda yakni para sopir (mencari uang lewat Uber) menuntut setatus resmi. Mereka menginginkan status jadi pegawai Uber. Sementara adanya UberPOP memastikan semua orang bisa jadi sopir Uber. Inilah satu hal yang jadi masalah di Erop sekarang. Lain hal dengan Amerika, status perusahaan Uber dengan segala hal trobosannya bisa dianggap ilegal.

Artikel Terbaru Kami