Senin, 27 Juli 2015

Perusahaan Kredit Elektronik Online Omzet Miliaran

Biografi Pengusaha Rudi Salim



Bisnis beresiko tinggi merupakan satu kata kunci bisnisnya. Dalam sebuah artikel di Jpnn.com, Rudi Salim, nama pengusaha ini berkisah awal mula terjun di bisnis pembiayaan ini. Tepatnya bisnis kredit buat transaksi online. Pria yang cuma lulusan SMA, mengandalkan jaringan internet, dimana kliennya adalah mereka yang aktif berjual- beli secara online. Alkisah, bisnisnya dimulai dari sebuah tread di Kaskus.com, dimana Rudi dikenal sebagai salah satu membernya.

Selain itu, sosoknya juga dikenal sebagai seorang penghobi game online. Jadilah klop dengan apa sih bisnis ditekuninya sekarang. Dia menawarkan aneka kredit melalui lapak atau thread di Kaskus.com. Bagi siapa saja yang mau bertransaksi online siap dibantunya. Ternyata cuma bermodal itu saja, beberapa orang mulai intensif menghubunginya.

"Sangat efektif kan. Tapi, saya membangun semua ini dari nol dengan modal menjual mobil pemberian orang tua," tandasnya, itulah awal mula berdirinya bisnis PT. Excel Trade Indonesia.

Jangan salah, tidak salah apa yang kamu baca sebelumnya diatas. Dia memang cumalah lulusan Sekolah Menengah Atas. Tapi Rudi mengaku sempat berkuliah bahkan mengambil fakultas kedokteran di salah satu perguruan tinggi di Jakarta. Secara spesifik dia keluar pas perkuliah memasuki semester dua. Semuanya karena dirinya nekat membiayai bisnis tak jelasnya. Kenapa tak jelas karena memang bisnis pembiayaan itu rentan penipuan.

Dia nekat membiayai transaksi jual- beli. Tanpa takut sedikit pun meski tak pernah bertemu sosok kliennya. Bagaimana kabar keluarganya mendengar kelakuan Rudi. Ya, keluarga, sang ibu pada khususnya terkejut dan protes karena ulah anaknya tersebut. Apalagi dengan percaya dirinya, ia menjual mobil milik keluarga serta melego satu usaha karaoke milik keluarga. Bahkan ia bercerita sang ibu sempat bilang tak mau bertemu saya jika belum sukses.

Pria kelahiran 24 April 1987 ini, menyebut ide bisnisnya bukan berasal dari bisnis online. Tepatnya dia justru terinspirasi kehidupan sehari- hari di dunia nyata. Seorang temannya bekerja di sebuah toko elektronik besar berjaringan nasional yang menyediakan pembiayaan pembelian barang- barang elektronik. Dia memberikan kredit bagi kostumer buat membeli barang. Nah, dari sanalah ide muncul ketika melihat potensi membantu mereka yang buta online.

Tepatnya menurut penulis membantu para penjual online bertransaksi. Uniknya, meski berkali- kali ditipu oleh kliennya; Rudi tak bergeming. Dia minim pengalaman di dunia perkreditan. Dia cuma bermodal nomor telephon dari aplikasi dikirimnya ke kliennya lewat email. Semuanya mirip seperti perkreditan di dunia nyata. Tapi minusnya tanpa perlu bertemu tatap muka. Modalnya cuma alamat rumah atau kantor tempat si klien itu bekerja.

Tentu hasilnya langsung terlihat sukses. Kebutuhan akan kredit barang lewat jasanya meningkat. Cuma tentu sejalan dengan jumlah kredit bodongnya alias penipuan. Awal pendirian, ada 60 aplikasi kredit telah dikirim melamar menjadi klien. Aplikasinya meliputi klien- klien asal Jakarta, Bogor, Tangerang dan Bekasi. Dari sekian aplikasi tersebut beberapanya bermasalah.

"Karena itu, saya selelu cek aplikasi kredit itu sendiri," ujarnya.

Bisnis beresiko

Kenekatannya berbisnis dimanfaatkan orang- orang tak bertanggung jawab. Beberapa kliennya bahkan membuat identitas palsu. Mereka mencoba mengibuli Rudi Salim. Hasilnya, ia pernah tertipu sampai 15 juta dari sindikat penipuan kartu kredit. Kisahnya ada seorang ibu mengajulan aplikasi kredit online kepadanya. Dia mau membeli sebuah laptop. Jumlah kredit diajukannya tak sedikit yakni 10 juta. Namun, karena data- data dikirimnya cocok, Rudi sendiri menelephon wanita itu ke kantornya.

Rudi yakin wanita tersebut benar- benar bekerja di sebuah BUMN. Wanita tersebut bahkan lancar- jaya buat membayar cicilan. Sudah empat kali cicilannya dibayar dan selalu tepat waktu. Rudi semakin percaya kepada klien tersebut. Hingga wanita tersebut mengajukan satu lagi pembiayaan melalui perusahaanya. Ia sendiri tak mengambi curiga atasnya.

"Tak saya sangka, ternyata sejak saat itu dia menghilang. Kredit kedua laptopnya tidak dibayar, juga cicilan laptop pertamanya," kenang Rudi.

"Saya kena tipu mentah- mentah," ia menjelaskan. Menyadari bahwa dirinya kena tipu, Rudi langsung saja mendatangi kantor si klien. Ia kemudian bertemu sosok "wanita" tersebut. Ternyata wanita tersebut tidak tau apa- apa. Ketika ditanyainya tentang pengajuan pembiayaan tersebut. Kemungkinan wanita yang ditemuinya mengajukan kredit bukan sebenarnya. Dia mungkin cuma mencatut nama si ibu pegawai BUMN.

Berkaca dari pengalaman itulah, Rudi mencoba memperbaiki sistemnya. Pengalaman menjengkelkan itu telah merubah 180 derajat caranya mengucurkan kredit. Dia bahkan rela mempekerjakan orang. Mempekerjakan orang buat mensurvei langsung ke klien miliknya. Setelah barang kredit diterima klien, maka akan ada satu dari pegawainya datang, mereka bersama akan difoto sebagai bukti. Adapula surat perjanjian musti si klien tanda tangani.

Sejak saat itupula usahanya jadi jarang terkena penipuan. Bahkan klien miliknya merasa puas atas pelayanan aman dan nyaman milik perusahaannya. Waktu telah berlalu, cukup cepat semenjak mengganti sistemnya, nama Rudi Salim dan perusahaanya semakin terkenal melejit. Terutama namanya di berbagai forum jual- beli online. Bahkan tanpa mengeluarkan biaya promosi. Publikasi perusahaanya telah menyebar dari satu forum ke forum online lainnya.

Kisah kemudahan membeli barang melaluinya sudah tersebar. Kemudian mulai banyak permintaan bahkan dari luar kota. Dia lantas memutar otak menjalankan bisnisnya. Bermodal beberapa moderator Kaskus.com asal daerah. Mereka membantunya ikut mensurvei calon klien asal daerah. Mereka mensurvei mereka, hingga Rudi resmi membuka cabang di delapan kota akhirnya. Ia sendiri tak khawatir membantukan para moderator Kaskus.

Alasannya, karena mereka sendiri punya nama di belantara internet, ditambah sebagian mereka merupakan patner bisnis berjualan di Kaskus. Sebuah simbiosis saling menguntungkan coba dibangunnya. Bisnis dari PT. Excel Trade Indonesia memang berkembang pesat. Cuma bermodal koneksi internet, Rudi Salim aktif di berbagai jaringan internet. Ketika ditemui oleh pihak pewarta, di sebuah ruko lantai tiga di kawasan elit bisnis di Jakarta Utara; ia tengah asik didepan laptop.

"Di sini sumber inspirasi yang bersliweran," terangnya.

Excel Trade Indonesia sendiri, sudah punya delapan cabang bisnis dan mempekerjakan 32 karyawan. Dia juga sudah menyasar pasaran lain. Kini, perusahaanya juga membiayai pembelian buat anak dibawah 17 tahun, cuma bermodal jaminan dari orang tuanya. Bicara tentang potensi pasarnya 85% pembiayaan atau kredit barang dipenuhi oleh aneka produk handphone atau BlackBerry baru. "Sekarang saya bersiap untuk berekspansi ke bisnis lain," ujar pengusaha muda beromzet 1,3 miliar/ bulan in.

Foto: Rudi Salim (kiri- tengah) bersama Andre Darwis (kanan- tengah)

Artikel Terbaru Kami