Selasa, 07 Juli 2015

Cara Jepang Mengatasi Kekurangan Energi Listrik

Berita Bisnis: Solar Panel Raksasa Jepang



Ketika akhir tahun 1990 hingga 2000, ketik booming bisnis real estate melanda Jepang, kemudain meledak hingga menyisakan satu masalah. Yakni, adanya lubang besar diantara tumpukan- tumpkan perumahaan itu. Ada banyak lapangan golf tak terpakai kembali. Disatu sisi lainnya, terjadi kecelakaan pembangkit listrik tenaga nuklir di Fukushima. Terjadi penolakan masyarakat Jepang keras terhadap rencana pembangunan itu kembali; ada masalah serius di ke energian mereka.

Beda Indonesia tentu beda negara Jepang, terutama soal mengatasi kelangkaan energi. Butuh solusi dan itu bukan pembangkit listrik tenaga batu baru. Suatu kemunduruan jika terjadi karena faktanya Jepang sebagai negara maju -sudah lama meninggalkan energi fosil. Solusinya kembali ke energi nuklir? Atau, pemerintah harus mencari cara lain. Hubungannya dengan tanah golf. Baru- baru ini penulis menemukan artikel menarik soal tenaga terbarukan.

Jepang dipusingkan kemungkinan defisit energi 2030. Solusinya adalah pembangunan solar panel diatas air. Tentu karena Jepang merupakan negar kepulauan dan cukup padat. Akan tetapi pemerintah ternyata telah melupakan susuatu. Yakni lapangan golf disisa real estate bubble di tahun 1990 -an. Jadilah lapangan besar itu diubahnya menjadi solar panel raksasa! Minggu lalu, perusahan bernama Kyocera bersama patner telah mengumumkan proyek 23 megawatt dan jadilah solar panel atas air.

Mereka lah perusahaan bertanggung jawab atas solar panel diatas air. Kini, mereka menggarap lapanga golf di Kogoshima prefecture. Dimana merupakan lapangan terbengkalai 30 tahun lalu. Dimana akan dikerjakan dalam bentuk poyek pembangkit 92 megawatt. Dimana akan mencangkup 340.000 solar panel, dimana direncanakan akan mengisi 100.000 megawatt selama per- tahun. Akan cukup membangkitkan energi buat 30.500 rumah dimana akan bekerja tahun 2018.

Artikel Terbaru Kami