Sabtu, 27 Juni 2015

Warga London Berbisnis Tempe Asli Indonesia

Kisah Pengusaha Sukses William Mitchell



Beda Rustono, beda William Mitchell, dia adalah orang Inggris asli, yang baru kenal tempe sekitar 1995 -an. Ia yang bekerja sebagai guru Bahasa Inggris di Jakarta, mulai ikut- ikuatn menikmati lezatnya makanan ini. Saking gemarnya dia bahkan menyempatkan diri belajar pembuatannya. Singat cerita ia melalang buanan ke Jawa. Dia menemui beberapa produsen tempe. Belajar beberapa bulan dibawalah ilmu tempenya itu kembali ke tanah asalnya.

Merasa mantap akan tempeh hasil buatannya, ia memutuskan pulang ke kampunya. Mitchell memutuskan mantap membuka bisnisnya sendiri di London, Inggris. Berhenti menjadi guru Bahasa Inggris, kini, ia menjadi pengusaha tempeh sejak dua tahun lalu. 

"Saya banyak menggunakan uang tabungan saya untuk bisnis ini," jelasnya.

Agak kesulitan di enam bulan pertama bisnisnya berjalan. Maklumlah beda tempat, maka makin berbeda pula tantangan produksi tempehnya. Dia mengaku sudah lumayan menghasilkan sekarang. Ia membuka lapak tempenya tiga kali seminggu; hari Rabu, Kamis, dan Jumat. Bermodal sebuah tenda bertuliskan tempeh asli Indonesia. Dia memasak sendiri dan menjualnya dua jam selama makan siang. Setiap hari wanita bule ini nongkrong di pasar London.

Cita- citanya tak berhenti sekedar jadi tukang tempeh. Dia tak cuma mau membuat tempeh. Tapi aktif buat memasaknya, menyajikan dan mempromosikannya. Hasrat terbesarnya adalah memasukan menu tempeh ke dalam masakan restoran. "Saya punya tiga pekerjaan, buat tempe, masak tempe dan promosikan tempe," ucapnya fasih berbahasa Inggris.

Membuka lapaknya pukul 07:30 pagi dibantu satu karyawan bagian memasak. Kegiatan uniknya ternyata jadi sorotan di dunia maya, Facebook. Dikabarkan oleh seorang pengguna medsos, "wah tempe diminati dan disukai oleh orang asing?". Celetuk akun MGekln tersebut kemudian memviral menyebar ke sosial media lain. Berkat itulah Mitchell banyak dibicarakan bahkan diwawancarai media masa, salah satunya BBC Indonesai. 

Gak nyangka ternyata ini bukan iseng belaka. Penduduk London ternyata suka tempeh loh. Karena London menjadi tujuan wisata pula, banyak pula pengunjung dari negara- negara lain. Jadilah tempe Michell disukai oleh dunia garis besarnya. Dia ternyata juga menjajakan si tempe ini melalui Facebook. Salah satu andalannya adalah tempe kari. Meski baru bagi masyarakat Inggris, namun, tak dipungkiri kesannya mengundang banyak perhatian. 

Sebagian pembeli adalah coba- coba, dan mereka ketagihan, menjadi pelanggan tetap.

Artikel Terbaru Kami