Minggu, 21 Juni 2015

Usaha Pupuk Sederhana Modal Kotoran Sapi

Profil Pengusaha Sukses: Daniel Wahyudi


 
Pengusaha muda berbisnis kuliner mah biasa. Tapi bagaimana bila pengusaha muda berbisnis kotoran. Bukan jorok loh. Tapi penulis tengah menggambarkan profil seorang Daniel Wahyudi. Dia adalah mahasiswa akhir berusia 22 tahun, pemuda berkacamata ini tercatat sebagai mahasiswa tingkat akhir di Universitas Prasetya Mulya. Bukannya berbisnis kuliner dia memilih mengolah kotoran menjadi pupuk.

Daniel berani mengambil langkah sendiri. Bersama perusahaan bernama Agri Maestro Perkasa, ia mendapat nama di kawasan Tangerang, khususnya kawasan Bintaro, Tangerang Selatan. Perusahaan tersebut dikenal punya dua bisnis khusus: pupuk dan peternakan. Mengolah limbah kotoran menjadi pupuk. Sementara itu sisanya berbisnis peternakan.

"Perusahaan Agri Maestro Perkasa adalah perusahaan yang menggabungkan dua core bisnis yaitu pepuk dan peternakan," terangnya kepada Detik.com.

Produknya kemudian diberinya nama pupuk Lokos. Sudah banyak pupuk telah diproduksinya yang memiliki aneka kegunaan. Kesemuanya dibuat diperuntukan sesuai dengan jenis tanamannya. Ambil contohnya seperti Lokos Natural 555 digunakan sebagai pupuk tanaman rumahan. Lalu, ada Lokos Super Kascing, Lokos Sawit, adapula Lokos Fruity khusus buat buah- buahan. 

Untuk Lokos 555 sudah distribusikan ke BSD. Ia mengaku tiap minggunya bisa laku 50 pac- kemasan.

"Kalau Lokos Super Kascing ini dibuat dari limbah kotoran sapi dan kambing diekstrak dengan cacing tanah. Fungsinya tanaman yang sudah layu akan direhabilitasi," jelasnya.

Soal Lokos Sawit masih belum diluncurkan tetapi sesuai dengan namanya. Rencananya Daniel akan siapkan ini sebagai produk baru unggulan. Kurun waktunya akan diluncurkan 6 bulan selepas ini. Tidak cuma sudah diterima masyarakat Tangerang. Pupuknya juga sudah mulai distribusikan ke penjuru Pulau Jawa hingga ke Bangka Belitung. Dari bisnisnya Deniel mengantongi keuntungan signifikan.

Coba bayangkan harga produksinya cuma Rp.4.300/kg, kemudian dijualnya ke distributor jatuhnya seharga Rp.8.500/kg. Sesampainya ke para pengguna adalah Rp.15.000/kg loh. Disaat diajak berbicara berapa dia hasilkan dari bisnis pupuk. Dengan rendah hati Daniel tak mau menyebutkan spesifik. Akan tetapi sudah bisa terbersit dari angka diatas. Dia sendiri tengah berusaha meningkatkan produknya.

Sebagai pengusaha muda dirinya menyadari bisnisnya masih jauh. Ia ingin jadi lebih besar. Selain untung apa jadi konsernnya adalah bagaimana membuka lapangan kerja baru. Sejak pertama kali dibangun 2014 lalu, usahanya tergolong cepat tumbuh, oleh karena itu Daniel tampak masih hati- hati. Dia menyebutkan bahwa sekala produksinya masih rumahan berkaryawan 5 orang.

Artikel Terbaru Kami