Rabu, 10 Juni 2015

Ibu Muda Iseng Berbisnis Jilbab Bayi Puluhan Juta

Profil Pengusaha Sukses Dzuatqya

 

Berawal dari berbisnis dropship sukses Anaya Hijab patut diapresiasi. Pasalnya sang pemilik adalah seorang ibu muda 25 tahun, memulai semuanya bermodal seadanya, dalam perjalanan waktu bisnisnya berkembang dan mampu memproduksi produk sendiri. Awalnya, Dzuatqya memulai bisnisnya cuma iseng- iseng saja berbisnis memanfaatkan sistem dropship. Lama- lama hasratnya pingin menjual produks sendiri. Mulailah ia mencari bagaimana caranya bisa mendesain sendiri.

"Ingin bikin model dan milih warna sendiri," jelasnya kepada Detik.com

Dalam 11 bulan semenjak resmi diluncurkan. Ia mengaku mampu meraup omzet puluhan juta rupiah. Baru 11 bulan dirinya sudah menghasilkan omzet puluhan juta rupiah. Fokusnya pada jilbab bayi yang sedang tren di pasaran Indonesia.

Pengalaman menjual secara reseller dan dropship, membawanya percaya diri untuk memasarkan produknya sendiri. Dia merasa menjadi reseller membuatnya tak bisa berkreasi. Dia juga harus menanggung rugi biaya karena barang terlambat. Modal awalnya 5 juta rupiah bersumber dari tabungan sendiri. Semuanya itu habis untuk membeli bahan, biaya jahit, biaya kemasan, untungnya, ia bisa membawa pulang modal tersebut balik dalam beberapa bulan saja.

Satu bulan saja sudah balik modal. Dzuatqya menjelaskan kunci suksesnya ada pada produknya. Di awal, ia memproduksi 100 hijab khusus bayi. Ide datang dari putrinya sendiri yang masih bayi. Modal lain suksesnya adalah mesin jahit di tempat kakaknya. Sang kakak sendiri punya bisnis konveksi. Setelah memproduksi ia lantas memfoto produknya untuk dipasarkan di sosial media. Hasilnya banyak yang suka dan minta untuk dibuatkan.

Produk awal cuma jilbab anak dan terus berkembang ke jilbab dewasa. Pemilihan produk unggulan di jilbab anak tampaknya tak sia- sia. Dari satu model berkembang jadi lima model. Alasan kenapa memilih jilbab bayi dijelaskannya ini pangsa pasarnya bagus. Soal model atau desainnya cukup meniru jilbab dewasa yang kemudian diaplikasikan ke bayi. Dibuat lebih mungil tentu dengan aksen berbeda tentunya. "Gamis bayi kan jarang juga yang mengerjakan.

Ia mengerjakan gamis buat bayi umur 0- 6 tahun. Sebelas bulan telah berlalu, kini, usahanya sudah punya banyak reseller dari berbagai kota, mulai dari Aceh, Lampung, Pekanbaru, Jakarta, dan Surabaya. Wanita ini dulunya pernah menjadi pegawai di instansi milik negara. Disebutkan dirinya pernah bekerja sebagai penyuluh di kementerian UKM. Seringnya memotivasi orang justru termotivasi membuat usaha sendiri. Ia malah keenakan berusaha sendiri.

Dzuatqya mengaku keenakan berwiraswasta. Dia mengaku tiap bulannya mampu menjual 1000 lebih. Di tiap minggu Anaya Hijab memproduksi 200- 300 hijab. Harga jilbab miliknya dipatok 45.000 sampai 55.000. Dia juga siap melaunching produk barunya yakni baju gamis. Harganya bervariasi dari 85.000 sampai yang satu setnya sehara Rp.125.000. Pemilihan bahan juga menjadi kunci suksesnya yakni menggunakan bahan jersey premium.

Bahan tersebut dipilihnya karena sejuk buat bayi. Ia tau betul anak- anak terutama bayi gampang gerah. Itu disesuaikan dengan warna- warna pastel. Untuk produksinya ia dibantu oleh dua orang penjahit. Soal cara penjualan ia memanfaatkan sistem yang dulu dimanfaatnya. Yaitu sistem reseller dan dropship yang terbukti mampu menaikan penjualan. Diberinya bonus diskon 10%- 15% kepada para reseller dan dropship.

"Omzet per- bulan udah Rp.60 juta. Masih muter terus, buat ngeluarin model baru. Inovasi terus karena pasar cepet bosen. Keluar model baru ada yang ngikutin atau terinspirasi," ujarnya.

Kamu bisa mengunjungi tempat penjualannya di JL. Letda Nasir No.28, Bojongkulur, Jatiasih, Bekasi. Ia sendiri sangat berharap produk hijab bayinya bisa menasional. Permintaan datang lebih banyak ketika ada event yakni baby shop di Tangerang. Harapan lainnya dari Dzuatqya ialah memiliki toko sendiri baik itu di mal maupun di tempat strategis lainnya. Dia juga ingin membuka reseller ke seluruh dunia.

Artikel Terbaru Kami