Jumat, 19 Juni 2015

Contoh Ibu Rumah Tangga Pintar Berbisnis Sendiri

Profil Pengusaha Sukses: Lidya Sari



Ini adalah contoh ibu rumah tangga yang tetap berkreasi kapanpun. Meski sibuk urusan dapur, Lidya Sari Husein, wanita 39 tahun ini masih bisa berproduksi. Tak tanggung- tanggung aneka bisnis telah digelutinya sejak memutuskan menikah. Dikutip dari Detik.com, kisahnya, dimulai ketika dirinya memutuskan berhenti jadi pegawai swasta. Dia dulu mantan sekretaris satu hotel di Jakarta loh. 

Selepas menikah Lidya memutuskan berhenti bekerja total. Dia memilih menjadi ibu rumah tangga. Namun, kebiasaan bekerja dibawanya hingga ke rumah. Ibu rumah tangga satu ini mengaku tak bisa cuma diam- diam saja di rumah. Diputuskan lah berbisnis kecil- kecilan sambil mengerjakan pekerjaan rumah. Sudahlah banyak usaha pernah digelutinya. Sebalum masuk bisnis utamanya, yakni bisnis sprei, dia tercatat pernah jadi perias pengantin.

Baru lah ide berbisnis sprei sendiri tercetus beberapa tahun kemudian. Tepatnya ketika anaknya masuk umur 2 tahun. Ketika itu diawali menjadi reseller aneka sprei, bedcover, dan home set. Dua tahun lalu itu kemudian ia aplikasikan dalam bentuk usaha mandiri. Berbekal kemampuan menjahit, Lidya lantas membuka bisnis sejenis miliknya sendiri. "Modal awal saya dapat dari dana hibah dari Kementrian Koperasi Rp.15 juta," ungkapnya.

Modal uang 15 juta digunakan membeli mesin jahit, mesin obras, bahan, plastik buat kemasan dan membuat katalog. Bicara kunci suksesnya, dengan terbuka ia menjelaskan, bahwa kita harus mau melayani segala jenis permintaan. Selain itu ia juga menjaring para reseller guna menjual produk mereka. Bahan baku sprei terbuat dari 70% bahan katun. Itu lantas diproduksi menjadi sprei, juga sarung bantal, tutup galon, sampai aneka bed cover. Itu semua dijualnya seharga 25.000 untuk sarung bantal, untuk sprei dijual Rp.100.000- Rp.1 juta.

Usaha dijalankan bernama Smoothy Sprei House, mampu mendukung kehidupan keluarganya, pengusaha berhijab satu ini menyebut usahanya mampu menghasilkan pulah juta per- bulan. "Kita bikin juga yang spesial bahan sutra. Pokoknya pesanan apa saja, kita usahakan bisa buat," tambahnya. Senjata andala bisnis sprei miliknya adalaha adanya katalog. Lantas katalog ini dimasukan satu paket ke dalam sistem reseller. Lidya juga aktif mengikuti aneka pameran guna menjaring reseller. 

Maksudnya katalog satu paket dengan reseller. Adalah bahwa reseller akan membeli katalog Rp.300.000 dimana ia bisa menjualkan barang didalamnya. Secara eklusip Lidya juga menawarkan keuntungan yaitu Rp.10%- Rp.15% dari produk dijual; gak usah repot kan. Total ia telah memiliki 50 reseller resmi mulai dari para mahasiswa hingga yang kebanyakan, para ibu- ibu rumah tangga. Ia menyebutkan banyak ibu- ibu muda seperti dirinya.

Mereka menikah, berhenti bekerja, memilih menjadi ibu rumah tangga bisa sambilan menjual produknya. Ya, mereka mencari- cari kesibukan seperti Lidya. Ia menambahkan asiknya punya katalog. Kamu nanti sebagai reseller bisa menjual lebih banyak. Caranya yakni dengan mencari downline sendiri tanpa pungutan apapun. Cuma bermodal katalog seharga 300.000 diatas. Nah, jikalau sukses membangun jaringan bisnis kamu, maka kamu bahkan bisa menjual hingga 100 buah per- bulan.

"Ingin, ada rencana nanti saat lebaran atau penjualan reseller terlalu banyak, kita kasih bonus produk. Supaya lebih kenal, suka dan semangat jualan," harapnya. Berkat modal ketekunan saja usaha dari Smoothy Sprei House, yang awalnya cuma sampingan, mampu memproduksi 500- 700 potong sprei per- bulan. Dia menyebut omzetnya mencapai 50 juta. Sambil bercanda, dia berkata, segitu sangatlah cukup buat membantu kebutuhan dua orang anaknya, tutupnya sambil tersenyum.

Artikel Terbaru Kami