Senin, 22 Juni 2015

Inspirasi Siswa SMK Berbisnis Sepatu Ajaib

Profil Pengusaha Pelajar Indonesia


 
Mungkin inilah contoh anak- anak sukses sekolah SMK. Ternyata, tidak cuma melahirkan profesional muda lebih matang, tapi termasuk melahirkan jiwa- jiwa entrepreneurship muda. Contohnya adalah siswa- siswa Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 6 Jakarta, masihlah kelas X, tapi sukses menghasilkan bisnis sandal multi- fungsi.

Dijelaskan oleh Debya, siswa biasa, tapi sudah menduduki jabatan VP Produksi. Ia menjelaskan bisnis yang dikerjakan oleh mereka merupakan bisnsis serius. Mereka menciptakan sepatu sandal unik. Dimana dilhat pertama kali cuma sepatu berbahan kanvas. Tetapi dibaliknya ada resleting yang jika dibuka. Akan merubah sepatu jadi sandal siap pakai seketika. 

Dia menjelaskan ketika ditemui DetikFinance. Debya menjelaskan sepatu ini memiliki resleting dibawahnya, yang mana menyatu atasnya. Ketika resleting dibuka sampai sol bim- salabim jadilah sandal. Mereka lantas membangun perusahaan mereka sendiri bernama Perusahaan Pelajar. Orang menginginkan sesuatu memang yang serba simple, disaat mau sandal, bagian atasnya bisa dilepas jadi sandal, jelasnya.

Jikalau kamu mau sepatu, ya, tinggal bagian atasnya dipasang. Ini bisa membantu kamu cuma membawa satu sepatu saja. Produk tersebut merupakan hasil karyanya dan kawan- kawan. Sudah ganti desain tiga kali agar produknya sesuai harapan. "Kami sampai 3 kali ganti desain. Ini kreasi kami sendiri," pungkasnya.

 Usahanya dikerjakan Debyan dan 20 orang kawannya. Sejak Mei 2015, mereka terus berkreasi, modalnya cuma 1,5 juta. Jikalau dibagi 21 orang maka biayanya bisa dibilang murah. Mereka yakin pastilah bisa meski mereka masihlah berstatus pelajar. Bagaimana pembagian hasilnya? Inilah uniknya, dan bisalah kamu contoh, caranya adalah melalui bentuk saham.

Mereka menyebarkan 75 lembar saham. Per- lembarnya akan dihargai Rp.20.000/lembar saham. Inilah cara menarik karena orang akan berminat mendanai jika ada hitam diatas putih. Satu pasang sepatu akan mereka jual seharga Rp.110.000. Dalam tahap awalnya mereka, Debyan, menjelaskan bahwa 15 sepatu haruslah dijualnya dalam 5 bulan saja. Barulah 2 bulan sudahlah bisa dijualnya 9 buah.

"Nanti setelah 5 bulan diharapkan sukses, kita akan lanjut lagi ke lebih serius," tegasnya.

Saat ini saja, perusahaan sudah mengantongi omzet Rp.450.000 per- bulan. Hambatan terbesar dibisnis ini, di bisnis kreatif, apalagi kalau bukan mematenkan produknya. Bagi para siswa hal tersebut masihlah menjadi kendala sementara bisa saja ada peniru. Namun, nampaknya itu tak begitu mengganggu anak- anak SMK ini, karena visi mereka adalah:

"Visi kami menjadi perusahaan yang inovatif menciptakan produk-produk yang mendekati‎ dengan kebutuhan orang sehari-hari," tutupnya.

Artikel Terbaru Kami