Jumat, 29 Mei 2015

Sukses Kue Arisan Bermodal Resep Tradisi Gorontalo

Profil Pengusaha Kue Mona Melani Djamal

 

Kalau mau berbisnis kue enaknya bisnis apa ya. Mungkin terlintas pertanyaan tersebut maka cobalah untuk kembali ke kampung halaman. Kiranya itu yang penulis pelajari dari berbagai pengusaha populer kami. Salah satunya pengusaha bernama Mona Melani Djamal. Tradisi diusungnya guna mempertahankan budaya lokal, selain tentu guna mereguk rejeki. Sukses Mona kini sukses berjualan kue khas Gorontalo.

Dia cuma bermodal Rp.500.000 awalnya. Masa hari raya lebaran menjadi andalannya seperti ibu- ibu lain yang memulai berbisnis sendiri. Asli Gorontalo tapi sudah lama menetap di Jakarta, modalnya adalah resep tradisional asli. Di Jakarta, dimulai lah berbisnis kue Gorontalo, khususnya jenis kue peranu. Yakni kue khas yang digemari oleh masyarakat- masyarakat Sulawesi Tengah.

"Meski saya sudah di Jakarta, saya ingin membuat kue khas Gorontalo, biar kue Gorontalo gak hilang," kata Ibu Mona.

Kue perau atau kue perahu berbahan utama gula merah, santan, irisan kelapa, dan ditempatnya di wadah berupa daun pandan. Meski terlihat jajanan sederhana, ternyata rasanya maknyus, dan itu semua berkat satu kata yaitu ketekunan. Dalam pembuatan kue Mona harus menunggui kue tersebut sendiri. Dari proses pewadahan saja harus dipegangnya sendiri. Soal bahan baku santan kelapa sampai gula merah untungnya masih bisa ditemui di mana saja.

Ibu Mona memasarkan kue pertama- tama ke tetangga sekitar. Melalui acara arisan  kue- kue -nya mulai diperkenalkan. Sukses memperkenalkan kue ke tetangga. Dia lantas melanjut ke pasaran bahkan sampai ke luar kota. Mula- mulanya dari arisan ke arisan, karena cuma dia yang bisa membuatnya, jadilah banyak daang pesanan- pesanan khusus. Bahkan, ia menjelaskan dia bisa menjual sampai ke Gorontalo sendiri, ke tempat kuenya berasal.

Mungkin karena rasanya lebih enak pikir penulis dari kue aslinya. Untuk membuat 50 kue perahu dibutuhkan biaya cuma 50 ribu. Harga perpotong cuma 2.500 saja. Sekelas kue "kampung" ada beberapa orang yang masih mencibir kue buatannya itu kemahalan. Tapi Ibu Mona tetap cuek saja. Mereka adalah orang yang tak mengerti kesabaran yang harus dibayar dirinya membuat kue tersebut. "Kadang- kadang orang bilang mahal, tapi terserah deh orang bilang apa. Ini mahal jasanya," terang Mona.

Dia mengaku bahwa setiap bulan bisa menghasilkan Rp.3 juta. Pembelian pun cuma memenuhi kebutuhan pesanan saja. Selain memproduksi kue perahu ada pula kue- kue Gorontalo lain, seperti kue Sirikaya Bakar, Cara Isi, Wapili. Mona juga melayani pesanan kue sus dan puding. Buat kamu yang mungkin berminta untuk memesan silahkan kunjungi alamatnya di Jalan Dokter Saharjo, Sawo III No.8 Rt 10/09, Jakarta Selatan.

Artikel Terbaru Kami