Selasa, 26 Mei 2015

Ekonomi Amerika Kebijaksanaan Warren Buffett

 Artikel Bisnis: Upah Minimum Bukan Solusi



Tulisan menarik dituangkan dalam sebuah artikel di situs Wall Street Journal. Tulisan yang ditulis langsung oleh sang CEO Berkshire Hathaway sendiri.

Kamu pasti sudah dengar tentang dollar naik atau apalah- apalah itu. Tapi tau kah kamu bahwa Amerika saar ini tengah dilimbungkan oleh kebijakan ekonominya sendiri. Sejalan dengan aneka hal kebijakan baru mendorong nilai tukar menaik. Kenyataanya ada masalah mendalam dalah hal si kaya dan si miskin dalam Amerika Serikat.

Ekonomi hari- hari ini, dengan aneka startup menurut penulis, dan Warren Buffett mengindikasikan hal itu sebagai suatu efek domino. Teknologi membuat sebagian lebih cepat kaya dari yang lain. Mampu merubah posisi si kaya dan si miskin semakin tak terkendali. Setidaknya itulah yang tengah penulis pahami. Orang- orang dengan talenta tertentu mampu tumbuh pesat, sangatlah pesat, mereka adalah baik pria atau wanita berbeda dengan kemampuan lebih dari sebagian orang.

Di tahun1982, ia mencatat dalam daftar orang kaya Forbes, 400 orang terkaya kala itu punya kekayaan $93 miliar, jika kekayaan mereka digabungkan. Tahun ini, di 2010 keatas, dari 400 orang kaya yang masih sama total kekayaanya jadi $2,5 triliun. Atau, naik jadi 2,400% lebih dari tiga dekade berlalu. Dimana untuk orang orang berpendapatan menengah cuma naik 180%; sama halnya dengan Indonesia, tapi berbeda hitungannya. Intinya yang kaya makin kaya dan yang miskin tak mungkin beranjak dari kelas menengah.

Tidak ada teori konspirasi soal ini!

Yang ada adalah yang miskin karena ada si kaya yang kaya. bukanlah orang miskin tidak boleh kaya. Justru perlu kamu tau, menurut Buffett, bahwa orang "miskin" berkontribusi besar pada kekayaan. Sayangnya, di jaman sekarang pasarlah yang berkuasa, sebagian lain tertinggal dan sebagian lain melaju terlalu cepat. Mereka ini adalah para penemu ulung berasal dari para orang miskin ataupun kelas menengah. Sebut saja Steve Jobs, Henry Ford, Sam Walton, dll.

Mereka adalah manajer alamiah dan inovator Amerika mengagumkan. Bukan tentang kaya atau miskin, menurutnya ini tentang melaju pesatnya kebutuhan pasar. Dimana jika merujuk pada jaman agrari, dimana semua orang bisa mencangkul, Amerika pada 200 tahun yang lalu: semua pekerjaan bisa dilakukan. Tidak ada pangkat manajer, atasan, direktur, begitu kiranya. Dan semua orang bisa bertani. Kemudian dimana hewan lantas membantu petani meningkatkan produktifitas.

Kemudian ada lagi mesin sehingga perdagangan pada pasar berubah. Secara umum meraka yang tak punya talenta menurutnya akan mengalami masalah. Pasarlah yang menilai nilai mereka di dunia pekerjaan berapa nilai meraka; tidak ada nilai minumun untuk satu pekerjaan. Jika kamu punya sesuatu yang tidak lah dimiliki orang kebanyakan; maka itulah kekayaan kamu. Jikalau adanya permintaan akan pekerja meningkat pada Amerika. Tidak semua orang mau bekerja pada sektor buruh. Dan, semua orang memilih sektor apa yang ia inginkan. 

Kenyataanya mereka tak memiliki talenta lebih untuk itu. Di era ekonomi modern, dimana semuanya tentang kebutuhan pasar, maka jika kamu tak siap fisik dan mental. Kamu akan tertinggal jika tidak lah siap mengupgrade fisik ataupun mental secara ekonomi, bahkan akan tertinggal jauh dari apa yang kamu bayangkan. Apa yang dipahami dari beberapa tulisan ini, adalah bahwa pasar lah yang menuntut kita memiliki skill lebih. Jangan berharap menaikan upah minimum akan manaikan posisi kita.

Kenyataanya di Amerika sendiri; menurut Buffett upah minumum bukanlah solusi kemiskinan. Yang ada hanyalah menaikan upah minimun dan disama ratakan akan semua pekerjaan; akan mengurangi kemampuan tenaga kerja itu sendiri. Disisi lain para pengusaha harus berlomba menghadapi pasar. Bukan hal mustahil kelak kebutuhan pasar akan mendorong, penggantian peran manusia dalam hal untuk memenuhi kebutuhan. Itu semua karena permintaan pasar akan talenta baru.

Pengetahuan baru lah harus dimiliki oleh pegawai. Meningkatkan kualifikasi mereka kepada kebutuhan pasar. Dimana sebagian lainnya memiliki talenta diluar keumuman lebih dulu dan juga mau mengikuti pola- pola pasarnya, dan semakin terdepan -dan semakin terdepan. Mereka adalah pengusaha sukses melihat kebutuhan apa pasar sekarang. Amerika bukan membutuhkan upah minimun. Juga bukanlah membutuhkan orang kaya baru. Yang dibutuhkan Amerika sekarang ialah difersifikasi bisnis guna mensuport pasar.

Untuk artikel lengkap disini

Artikel Terbaru Kami