Jumat, 22 Mei 2015

Usaha Aqiqah Memilih Berhenti Jadi Pegawai Bank


Prospek bisnis kambing akikah kecil- kecilan. Itulah kisah kali ini, penulis menceritakan kisah seorang anak muda bernama Afryan Syah Siregar. Atau yang biasa dipanggil Afryan, anak asli Kota Medan, yang sibuk jadi pengusaha kambing akikah. Sebenarnya tidak terpikir dirinya akan jadi pengusaha akikah. Jujur, awal- awal, ia sempat ragu karena faktor umurnya yang masih muda. Tidak cocok bagi anak muda macam dirinya yang dianggap tak paham tradisinya.

Hingga suatu ketika dirinya bertemu seorang nasabah. Ia yang seorang pegawai Bank. Suatu hari bertemu seorang pengusaha akikah. Yang mengalami kebangkrutan dan menawarinya mengambil alih bisnis itu. Dia menawari Afryan yang tak paham apa bisnis akikah. Dia menawarkan tempat usahanya. Hanya bermodal melihat peluang: bahwa di Kotanya masih belum banyak usaha sejenis. Tanpa berpikir panjang kenapa si pengusaha itu sampai bangkrut; Afryan nekat mengiyakan saja.

Usaha akikah yang telah diambil alih sudah berbentuk. Dia sudah dapat tempat pemeliharaan atau sudah ada kandang- kandang siap isi. Setahap- demi setahap Afryan mulai mengisinya.

Bisnis kambing


Bukan perkara mudah, sejak tahun 2010, total sudah 20 juta dikeluarkan oleh anak Medan ini. Dia sudah membeli puluhan ekor kambing. Jenis kambingnya yaitu jenis domba, yang dibelinya dari tetangga sekitar. Ia belajar sendiri bagaimana mengurus dombanya. Merasa kualahan, dan memang butuh perhatian kusus, enam bulan bisnisnya berjalan, anak muda 21 tahun ini memutuskan keluar dari Bank. Ia memilih menjadi peternak saja.

Usaha bernama Sholeh Aqiqah menawarkan kambing siap olah. Dimana dia menjadi peternak dan penjual kambing, yang juga bisa langsung dipotongkan, kemudian diolah jadi sate, tongseng, gulai, dan kari. Usia kambing dijualnya antara 1- 2 tahun seharga Rp.1 juta- Rp.2 juta per- ekor tergantung besar- kecilnya. Jika mau dimasakan cukup menambah uang Rp.300- hingga 400 ribu. Setelah tiga tahun usaha akikahnya sudah besar mapan.

Dihitung- hitung Afryan mampu menjual 100 kambing dengan omzet sampai Rp.100 juta. Menurutnya apa yang dicapainya ini berkat kerja keras dan ketekunan. Tak mudah bagi pemuda 21 tahun loh untuk menekan egonya bersenang- senang. Janganlah menyerah atas apa yang kamu hadapi. Ia juga menegaskan harus ada rasa syukur atas nikmat yang diberikan Tuhan. Siapa sangka usaha yang sama sekali bukan keahliannya itu bisa menghasilkan.

"Modal saya adalah menaklukan hati juru masak hebat dan promo sana- sini," ujar Afryan.

Memang tak bisa memasak sehingga ketika baru saja memulai, Afryan, harus buru- buru mencari juru masak untuk Sholeh Aqiqah. Tidak lah mudah tapi bermodal kesabaran. Akhirnya, ia bisa menemukan satu juru masak khusus buat usahanya. Usut punya usut meski tak berlatar belakang pendidikan itu. Ternyata usaha utama keluarganya adalah menjadi suplier kambing. Dari sanalah dirinya belajar bagaimana cara memelihara banyak kambing.

Bermodal paham soal perkambingan, cukup saja, ia mencari orang buat memasakan di usahanya. Dia tak perlu repot mencari bahan baku. Untuk bahan bakunya adalah daging domba yang merupakan perkawinan silang antara Domba Afrika dan Garut. Kualitas kambingnya bagus, tidak bau anyir, lebih empuk, lebih gurih, dan tidak tinggi kolesterol. Fokusnya pada olahan masakannya yang bercita rasa tinggi. Berbeda dengan usaha sejenis yang fokus cuma pada kambingnya.

Ternyata Afryan juga melakukan survei kecil- kecilan sebelum memutuskan. Sebelum memutuskan untuk mengambil alih bisnis orang. Ternyata ia sempat melakukan survei kecil- kecilan. Dalam hitungannya ada sekitar 1000 akikah diadakan. Jika saja ia bisa mengambil pasar, tak banyak deh, cuma 2% nya saja maka hitungannya sudah lumayan. Kenyataanya, justru dia kewalahan, pengusaha muda satu ini bahkan harus jauh- jauh ke Jawa Barat; membentuk kelompok kerja peternak.

Usaha akikah sejak 2010, sudahlah berkembang pesat melalui aneka media promosi. Buktinya adalah ada aneka situs menawarkan usaha akikah asal Medan ini. Sholeh Aqiqah dibawah bendera bisnis CV. Sholeh Group berpusat di Jalan Pinang Baris No.5. Tepatnya jika kamu mau berkunjung ada dibelakang Terminal Pinang Baris Medan, Sumatera Utara. Dia juga aktif menawarkan jasa usahanya melalui Facebook. Juga media lainnya seperti blog ataupun pasar komoditi.

Artikel Terbaru Kami