Selasa, 28 April 2015

Miulana Boutique Bermodal MLM Internet

Melihat tren hijab sekarang membuat mantap berbisnis sendiri. Tak tanggung- tanggung ia dikabarkan telah memproduksi 12 ribu jilbab. Tak cuma berhenti di bisnis jilbab saja. Gadis bernama lengkap Tsummadan Wulan Setyoningrum, kini, sukses menjadi desainer sendiri. Menghasilkan 2.000 aneka gamis per- bulannya. Telisik punya telisik semua berkat tugas kuliah yang menantangnya berbisnis tanpa modal.

Gadis 22 tahun asal Semarang yang sukses merambah pasar Jakarta. Kisahnya bermula ketika dirinya masih mahasiswi di Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) Semarang, mengambil jurusan Fakultas Teknik Ilmu Informatika, tapi mendapat tugas kewirausahaan dari dosennya. Waktu itu tugasnya adalah bagaimana Wulan bisa berbisnis tanpa modal. Gadis cantik ini pun memutar otak apa bisnis tersebut. Awalnya ia cuma memulai dari menjual pakaian siap pakai dari bosnya (pemilik barang).

Dari sekedar menjual barang orang lain, Wulan naik pangkat jadi desainer kecil- kecilan. Kisahnya tak semudah yang kamu bayangkan; sekedar menjual barang. Ada momen ketika dirinya letih menjual produk pakaian jadi milik orang lain. Sekedar menjual tak membuatnya puas maka jadilah ia mulai membuat pernak- pernik sendiri. Aneka aksesoris seperti gelang, kalung, dan lain- lain.

Sayang usahanya itu terhenti dan akhirnya ia memilih ikut orang lain (jadi pegawai), lalu dia kembali berbisnis lagi yang mana fokusnya pada pakaian muslim (jilbab.red).

"Aku membangun Miulan dari nol. Mulanya aku malah menjual produk orang," ujar Wulan menjelaskan.

Suatu hari bos -nya punya masalah dengan pesanan. Sang atasan atau pemilik barang kualahan dan akhirnya tak tertangani. Melihat ada kesempatan Wulan mengulurkan tangan. Caranya adalah mencari akal bagaimana order sebanyak itu bisa terpenuhi olehnya sendiri. Semua karena merasa sayang dengan orderan- orderan tersebut yang akhirnya tak jadi. Ia memilih mengambil alih. Dia mencari penjahit lain yang bisa memenuhi orderan tersebut.

Perlu diketahui dia sama sekali buta soal jahit bahkan desain. Saat itu, apa yang ada didalam pikirannya itu hanya bagaimana mengisi orderan bos -nya. Pengalaman itulah yang membuatnya mantap membuka usaha sendiri. Yang perlu dilakukannya adalah mencari modal.

"Pasarnya ada, aku juga tahu orang yang bisa memproduksi. Mengapa tidak produksis sendiri dan menjual produk sendiri?" ujarnya.

Kalau dipikir untung Wulan memilih ikut orang lain sebelum benar- benar masuk. Ternyata dari sanalah dirinya bisa menemukan pasar pakaian muslim. Pada tahun 2011, dia memutuskan keluar dari tempat usaha tersebut dan memulai bisnis sendiri. Tahun 2012 mulailah produksinya bisa dijual sendiri. Modalnya apa saja yang bisa didapatnya digunakan sebagai modal uang. Dari menjual dapat untung, lalu tidak dipakai, ia putar lagi untuk produksi kembali.

Ketika memulai bisnis kecil- kecilan tersebut umur Wulan masih 21 tahun. Dalam tempo satu tahun, ia telah memiliki satu toko sendiri bertempat di JL Kedung Batu Selatan no.88 Semarang atau kalau kamu bingung, tepatnya ada di belakang Klenteng Sam Po Kong. Awalnya sih gak berani juga. Takut jika pelanggan gak suka pada jualannya. Tapi ternyata kebalikannya. Ini membuat Wulan semakin percaya diri. Salah satu kata kuncinya usahanya adalah kepercayaan.

"Lalu costumer ini juga sudah percaya -mereka kadang memberikan uang di muka, maka uang dan kepercayaan itu harus aku pegang betul dan betul- betul aku jadikan modal," ungkapnya kepada Tabloid Binting.

Intinya bagi dirinya, melihat peluang, manfaatkan peluang tersebut, jangan pikirkan tentang berapa modalnya. Ketika kamu sukses jangalah lupa untuk memutar uang itu kembali ke jalurnya. Uniknya selama perjalanan diatas Wulan sama sekali tidak bersentuhan dengan perbankan. Modalnya itu didapatkan secara ala- alanya saja.

Sukses muda


Cara mengumpulkan modal Wulan terbilang unik. Selama masih mengerjakan usaha utamanya, ternyata, ia juga aktif menjadi salah satu anggota MLM. Hingga akhirnya ia bisa membangun toko sendiri. Uanganya ya dari bisnis MLM tersebut. Kamu tau katanya memang MLM tempatnya belajar "menjual". Terbukti ia bisa membangun toko sendiri. Pertama kali membuka toko jangan tanya apakah tokonya sukses atau tidak. Toko miliknya sangat sepi bahkan terbilang tak ada pengunjung.

Otaknya berputar lagi bagaimana agar bisa sukses berbisnis. Namun, kali ini, bagaimana biar tokonya bisa jadi ramai pembeli.

Dari mendesain pernak- pernik sendiri, bisnisnya berkembang, mulailah membuat aneka desain jilbab sendiri. Dibantu sang ibunda dimulailah mahasiswi informatika ini menjadi desainer. Sukses membuat produk sendiri lantas apa yang bisa dilakukannya. Ia memilih menjual produknya lewat internet selain toko konvensional biasa. Lantas lahirlah sebuah brand sendiri bernama Miulana Boutique.

"Lalu dibantu ibu, saya mendesain hijab dari referensi internet dan dijual via online. Dari situ ternyata banyak peminatnya, maka lahirlah Miulan bulan November 2011 lalu," ujar Wulan.

Setelah mendapatkan nama usahanya makin menggila. Wulan dibantu tujuh orang karyawan. Selain itu ia juga dibantu ibu- ibu tetangganya. Ini ikut membantu perekonomian masyarakat sekitarnya. Sukses usahanya itu membawa brand -nya semakin dikenal. Ibu- ibu akan membantu bagian produksi. Sedangkan karyawan di toko ada dibagian finishing dan packing. "Ya istilahnya bagi- bagi rejeki lah," tuturnya senang.

Selain menjual secara perbuah, ada pula dijual perdistributor, jika kamu mau menjadi distributor jilbal Miulan maka cukup memesan 100 buah. Semua agen atau reseller yang membeli akan mendapatkan diskon jika membeli lebih dari 20 buah. Diskonya dari 20% sampai 40%, nah, dari sanalah kamu bisa ambil untungnya. Harga jilbab cukup murah yakni Rp.30- 95 ribu. Tenang soal modelnya karena Wulan mengaku selalu ada minimal empat desain baru tiap bulannya.

Ciri khas jilbab miliknya adalah terbuat dari bahan kaos, modelnya minimalis tapi tetap eksis, ada bunga yang berwarna tak jarang bertabrakan dengan dasarnya, tapi tetaplah menarik jika dikenakan karena warananya yang soft. Soal desainnya karena desain sendiri maka namanya terserah hatinya. Ada model yang bernama Cottonia Flowering Shawl, Classy Shawl, dan Hoodie Vest Two Face. Tenang soal desainnya ini akan selau mengikuti pasar jelas dara kelahiran 23 Desember 1990 ini.

Dalam satu tahun bisnis barunya diatas mampu menghasilkan ratusan hingga jutaan per- bulan. Dia sangat cakap dalam membangun koneksi melalui Twitter, Facebook dan lain- lain. Sosial media menjadi senjatanya bahkan sampai tembus ke ranah selebiriti semisal Julia Perez, Lyra Virna, Lia Ananta, Sheza Idris dan masih lah banyak lagi. Sukses berjualan sosial media membuatnya rentan ditiru. Bahkan ada orang yang berani- berani meniru nama usahanya!

Menggunakan istilah anak muda sist atau cin membuatnya lebih mudah. Karena memang orangnya supel lah membuatnya bisa semakin sukses. Biar banyak yang meniru tetap usahanya selalu selangkah kedepan. Itu semua berkat kemampuannya membaca kesempatan. Uniknya kami menyoroti sama halnya dengan Dea Valencia, karena memang cantiknya, Wulan Setyoningrum juga jadi model busana buatannya sendiri. :) Jadi buat kamu yang cantik, ayo berbisnis sendiri!

Facebook: facebook.com/miulan.hijab
Toko online: www.miulana-store.com

Artikel Terbaru Kami