Sabtu, 04 April 2015

Peternak Kroto Sukses Bisnis Begini Kiatnya

 
Kenapa untung berbisnis kroto. Semakin bertumbuhnya kebutuhan akan produk yang satu ini. Tak sejalan dengan habitat alaminya. Disisi lain, kroto punya banyak manfaat selain soal menjadi makan burung. Produk yang merupakan telur dari Oecophylla Smaragdina atau semut rangrang ini, nyatnya, mudah dibudidayakan dan murah bagi kita untuk memulainya. Tak percaya? Berikut beberapa kisah sukses pengusaha kroto serta segala lika- liku memulainya.

Habitat alami untuk semut bertelur mulai terbatas. Tidak ada lagi hutan bahkan pohon rindang di tengah kota sementara itu permintaan kian deras. Kroto juga berkurang ketika musim hujan. Butuh cara agar bisa kita selalu produksi setiap harinya. Untuk itulah budidaya kroto mesti digalakan. Salah satu pembudidayanya pria bernama Ajiponto asal Yogyakarta. Mulai terjun kira- kira tiga tahun lalu, cuma bermodal melihat kebutuhan pasar saja.

Permintaan datang tak cuma dari pecinta burung kicau. Tapi juga dari para pemilik budidaya ikan atau juga memenuhi kebutuhan kolam pemancingan. Dalam hitungannya setiap haris Seni sampai Jum'at kamu bisa menjual telur kroto kebanyakan untuk pecinta burung. Jikalau akhir minggu, atau haris Sabtu dan Minggu, Aji menyebut telurnya dimintai para penghobi pancing. Pria 36 tahun ini membandrol harga perkilogramnya yaitu Rp.150.000.

Tak cuma berjualan kroto siap pakai. Aji juga menjual indukan atau sarangnya untuk dikembang biakan. Dia bahkan menjual bibit semut rangrang, kroto, satu paket dengan cara budidaya. Untuk satu sarang semutnya ia jual Rp.100.000. Cuma hati- hati saja, karena satu sarang semut, punya ribuan jumlah semut di dalamnya. Semuanya dijual dalam bentuk sarang dalam toples. Dalam sebulan, ia dapat menjual 40kg kroto dan 200 buah sarangs semut.

Berapa omzetnya? Menurut pengakuan Aji, dirinya mampu mengantongi omzet Rp.26 juta.

Menjual bibit



Lain Ajiponto, lain pula Joko Septyawan, yang fokusnya pada penjualan bibit saja. Ia yang berdomisili di Bantul, Yogyakarta, sudah berkecimpung satu tahun lebih awal. Dulunya memang dia menjual semut untuk dipakai tapi kini tidak terlalu. Satu toplenya yaitu ukuran 2 liter dibandrol seharga Rp.175.000. Selain itu ia juga menjual 5 liter seharga Rp.350.000. Omzet tiap bulannya disebutkan Rp.3,5 juta.

Jika dilihat dari segi bisnis keduanya setuju 'ada prospek'. Modal produksinya pun menurut mereka bisa dibilang murah. Bahkan Ajiponto berani menyebut 80 persen keuntungan dari omzet. Sedangkan Joko, bisa menghasilkan hingga 90 persen dari omzet per- bulan. "Ongkos budidaya sangat kecil karena perawatannya yang simple," imbuh Joko. Kamu cukup memastikan semutnya terhindar dari binatang pengganggu dan juga diberi makan cukup.

Aji pun membagikan tips mudah budidaya telur semut. Kandang budidaya semut bisa memanfaatkan tempat berupa toples 1 liter. Toples tersebut akan menampung koloni semut yang berjumlah ribuan. Koloni tersebut bisa saja kamu dapatkan dari alam. Tapi sekarang kamu bisa mendapatkannya dari membeli yang berbentuk toples langsung. Namun, Aji mengingatkan tak semua toples bisa digunakan, tak semua toples cocok untuk budidaya semut rangrang tegasnya.

Ia menyarankan toples berbahan mika. Dari pengalaman budidaya semut rangrang, ia menyebutkan bahwa toples berbahan mika lebih baik. Semut rangrang berdasarkan pengalamannya akan membangun sarang lebih cepat di toples berbahan mika. Kalau dalam mika bahkan bisa terbentuk dalam 2x24 jam. Kalau bahan lain bisa sampai tiga sampai empat hari imbuhnya. Kondisi toples haruslah bersih dari tanah. Loh? Benar, semut rangrang cuma butuh tempat, soal sarang akan dibuatnya sendiri.

Semut rangrang akan membentuk sarang bermodal semacam benang sutra dari mulutnya. Setelah itu kamu bisa melubangi disalah satu sisinya. Lubang sebesar jari kelingking tersebut digunakan untuk semut mencari makan dan minum. Ingat semut juga minum selain makan. Supaya para semut tidak merembet jauh sampai kemana- mana. Letakan mangkuk berisi air dikaki- kaki meja tempat sarang semut dibudidaya. Supaya hasil lebih maksimal pastikan sarang semut terhidar dari predator. Apakah semut punya predator tentu punya.

Hewan predator itu termasuk tikus, cicak, tokek, selain itu kamu juga harus hindari sinar matahari. Dalam penjelasaanya meja toples harus ditempatkan di daerah yang jauh dari sinar matahari. Sedangkan bicara tentang makanan dan minuman. Untuk makanannya ada aneka macam tapi menurut Aji. Dirinya memilih menggunakan ulat hongkong. Air minumnya paling mudah karena cuma bermodal air gula. Untuk satu meja berisi 30 koloni (30 toples), pemberian makanan cukup kira- satu ons per- bulan ujar Joko Setiawan.

Harga ulat hongkong tersebut dijual di pasar cuma Rp.5.000 per- ons. Untuk air minumnya dijelaskan oleh Joko setiap satu sendok teh gula dicampurkan 200 mililiter (ml) air matang. Ditambahkannya bahwa air itu cukup untuk satu sampai empat hari. Berapa lama akan menghasilkan telur keroto. Dijelaskan oleh keduanya toples akan menghasilkan setelah satu bulan. Toples berukuran 1,5 liter bisa menghasilkan 1 ons kroto setiap bulannya.

Oh ya, sebagai tambahan, untuk toplesnya dibalikan kebawah atasnya ya. Fungsinya ketika kroto sudah jadi nanti kamu bisa angkat. Setelah diangkat lantas barulah diambil krotonya.

Foto: Ajiponto

Ajitek Agromedia Sindo

Alamat: JL. Wates KM.6 Balecatur Gamping Yogyakarta
081226703999 atau 087839371109
Pin BB 7E4F2326

Website: www.ternaksemutkroto.com

Email: tanyaajiponto@gmail.com

Artikel Terbaru Kami