Minggu, 05 April 2015

Kisah Konglomerat Aburizal Bakrie dan Pengusaha Muda Afrika


Karir Aburizal Bakrie dibidang politik memang sedang moncer. Tapi bagaimana dengan kisah suksesnya di bidang bisnisnya. Nyatanya, sudah dua tahun berturut, bahkan sudah empat tahun berturut menurut catatan Jpnn.com: Ical begitu sapaan akrabnya keluar dari daftar orang- orang terkaya Indonesia. Padahal dalam catatan tersebut pada tahun 2009, namanya sukses masuk ke urutan nomor 4, dimana total kekayaanya mencapai 2,5 miliar dollar. 

Sukses tersebut bertahan hingga 2010 dengan total kekayaan menurun empat digit yaitu 2,1 miliar dollar AS. Di tahun 2011, namanya jatuh ke urutan nomor 30, dimana total kekayaanya mencapai 890 juta saja. Sejak 2012 sudah resmi terlempar dari urutan 50 besar. Saham- saham miliknya pun rontok di pasar saham. Yang paling merebut perhatian tentulah kisah BUMI. Saham PT. Bumi Resources Tbk (BUMI) sudah lah turun sampai diperdagangkan Rp.77- 79 per- lembar.

Bahkan menurut lembaga pemeringkat International and Poor's menurunkan peringkat hutang jangka panjang perusahaan ini menjadi default atau gagal bayar.

Dibandingkan harga sebelumnya harga saham anjlok sampai 75 persen. Bagaimana dengan saham lainnya, juga dijualnya dikisaran angka 50 di Indonesia. Saham- saham tersebut antara lain yaitu perusahaan Bakrie Sumatra Plantation (UNSP), Darma Henwa (DEWA), Bakrieland Development (ELTY), dan juga Bakrie Brothers (BNBR). Menurut pakar melihat kondisi ini dimungkinkan karena kegiatan Ical sendiri di bidang politik.

Kisah pengusaha muda


Mungkin agak menyimpang jauh dari kisah diatas. Tapi bisa menjadi referensi sendiri bagaimana nanti semua orang bisa diatas dan dibawah.

Pada umur 28 tahun sosok Ladi Delano bisa duduk sejajar dengan Ical. Hanya dalam tempo beberapa tahun saja namanya tercatat sebagai orang terkaya. Pengusaha aneka bisnis ini memulai karirnya dari nol. Jauh sebelum sekarang ketika umurnya 31 tahun. Delano adalah CEO perusahaan kerja sama dengan Group Bakrie. Ia sang pendiri sekaligus CEO Bakrie Delano Africa (BDA). Sebuah bisnis join venture senilai $1 miliar dengan nilai market $15 miliar.

Di umur 22 tahun, ia menjelalajah jauh ke negeri China. Disinilah ia memulai bisnis sukses pertamanya yaitu sebuah bisnis minuman vodka. Sayang, dalam dunia pendidikan, Delano bukanlah orang yang tepat mungkin gelarnya tak sebanding dengan Ical. Kenapa? Karena faktanya, ia menderita disleksia dan satu telinganya itu tuli. Dalam sebuah artikel diakuinya masa pendidikan merupakan yang tersulit. Tapi ada satu hal yang jadi passionnya yaitu entrepreneurship. Kisah lain, dirinya adalah sosok yang kompetitif.

Meski akhirnya ia memutuskan drop- out. Delano sempat menjadi 50 terbaik di kampusnya. Semua berkat rasa kompetisinya. Ketika entrepreneurship itu memanggil diputuskanlah untuk keluar dari kampus. Soal pekerjaan pertama ia pernah bekerja menjadi salesman.

"Itu semakin terlihat nyata saya tidak punya passion atas pendidikan saya. Saya berpikir itualah yang membuat mudah pacah kosentrasi dan itu, akhirnya, puncaknya dalam diri berpikir daripada bekerja keras seperti kuda hampir mati, itu akan lebih masuk akal untuk melakukan sesuatu yang saya lebih nyaman lakukan," ucap Ladi Delano.

Bekerja sama dengan Bakrie Group. Mereka tengah mengolah sumber daya Afrika. Sebagai anak muda asli Nigeria kembanggan yang membayawanya kembali. Padahal, Delano sudahlah sukses membangun usahanya di China, tapi melihat sumber daya Afrika yang kaya. Ditambah rasa ingin membangun kampunya membawa pengusaha 31 tahun ini kembali.

Bakrie Delano Africa merupakan peluang lain yang digarap oleh Bakrie Group. Peluang yang diambil sang konglomerat Indonesia di masa depan. Sebuah investasi di Nigeria yang fokus pada mengidentifikasi adanya kekayaan tambang, agrikultur, minyak dan gas, dan pada akhirnya mengeksekusinya. Apakah Bakrie Group sudah selesai, penelusi merasa, masih panjang jalan bagi Bakrie Group. Apalagi sekarang kebanyakan usaha dalam Group Bakrie sudah diambil alih oleh putra- putra mereka.

Artikel Terbaru Kami