Minggu, 19 April 2015

Chairul Tanjung Juga Pernah Emosi Kepada Dosennya

 
Siapa sangka sosok Chairul Tanjung yang sekarang itu berkat dosennya. Mungkin jika bukan karena beliau maka CT begitu sapaan akrabnya tak akan berdiri sekarang ini. Menjadi bos media bukanlah cita- citanya sejak dulu, namun dia bertekat untuk sukses. Lulusan Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Indonesia, pada 1987, kini bergelar Prof. DR. Chairul Tanjung dan menjadi guru besar Universitas Airlangga.

Tak disangka, seperti yang dikutip dari Surya Online, ia pernah berpikir dosen itu 'bossy'. Dimana dosen itu seolah harus seperti Tuhan padahal dirinya tengah dalam masa sulit. Waktu itu dosennya selalu meminta ada biaya tambahan. Untuk biaya perbanyak berkas ujian praktikum lah. Atau permintaan lain yang tak bisa ia bantah dan kesemuanya tentang uang. Jadilah seorang CT muda bekerja lebih giat karena kebutuhan yang tak terduga.

"Saya bertemu seorang teman lama saya yang kakaknya punya percetakan kecil. Saya perbanyak saja, dan akhirnya membelinya," ungkapnya.

Menanggapi pengeluaran tak terbantahkan jiwa kewirausahaannya muncul. Bukan cuma mencetak berkas untuk dirinya sendiri, CT membuat beberapa berkas tambahan. Tujuannya apalagi kalau bukan untuk ia jual agar teman- temannya tak perlu repot. Inilah bisnis pertama seorang Chairul Tanjung, ya, ia pernah menjadi tukang fotokopi!

Uang pertama yang dibuat dari bisnis adalah 15.000. Bertekat menghasilkan lebih banyak, jadilah ia lebih besemangat menggeluti kewirausahaan. Ia sendiri menjelaskan di sebuah diskusi bersama para mahasiswa Airlangga bahwa "berbisnis tidak harus bermodalkan uang".

Bersamaan dengan diskusi tersebut Chairul Tanjung tengah mempromosikan usaha barunya. Bukan tentang keuntungan tapi bagaimana membangun jiwa kewirausahaan. Sebuah lembaga pendidikan bernama CT Way. Dimana merupakan cara bagaimana mendorong kewirausahaan pada jiwa pemuda. Menciptakan peluang juga menjadi fokusnya; bagaimana bisa berbisnis sekalipun tanpa uang. Kemudian bagaiman agar terbiasa menjadikan kegagalan sebagai sahabat.

Wirausaha menurut Prof. CT adalah bekerja keras, pantang menyerah, mencari solusi atas masalah bukan malah mempermasalahkan usaha, bagaimana pemuda bisa mengolah kegagalan agar menjadi kesuksesan. Ada pula mengajarkan bagaiman sebuah idealisme dalam berbisnis. Idealisme yang harus dimiliki setiap para pengusaha yakni bagaimana agar menjadi berguna bagi masyarakat.

Artikel Terbaru Kami