Jumat, 13 Maret 2015

Tiga Pengusaha Muda Pilihan Jokowi Buat Mahasiswa

 
Sosok Presiden Joko Widodo menjadi terkagum- kagum ketika menyampaikan profil mereka. Tak bisa ia tutupi bahkan sampai berdecak kagum. Di depan ribuan mahasiswa, ia mengungkapkan bagaimana kesannya dengan tiga orang anak muda ini. Bagiamana dari sebuah bisnis makanan bisa jadi miliaran, dari bisnis rumah rakyat bisa jadi triliunan dan terakhir bagaimana menjadikan Indonesia jaya di lautan.

Apa yang tengah dicari seorang Presiden Jokowi ada pada diri mereka. "Inovasinya juga enggak seperti zaman saya di mana usaha yang ada hanya itu- itu saja," ucap Jokowi, disebuah acara bernama wirausaha muda oleh Bank Mandiri kamarin.

Ia secara spontan memanggil ketiganya di depan mahasiswa luas. Mereka adalah para- para alumni dari penghargaan yang sama. Ketiganya yaitu Hendy Setiono pemilik Kebab Baba Rafi, Elang Gumilang pemilik Elang Group, dan Mita yang memplopori energi tenaga arus untuk komersial. Siapakah mereka? Untung, kami pernah mengulas kisah mereka disini, berikut profilnya:

1. Hendy Setiono

Semua berawal dari pengalamannya mencicipi makanan khas Timur Tengah. Di bulan Mei 2003, ia tengah mengunjungi ayahnya yang bekerja di Timur Tengah. Nah, pas di sanalah, ia menemukan makanan bersama kebab, "Ternyata rasanya sangat enak, saya tak menduga sebelumnya," ungkap Hendy. Sejak saat itulah ia punya hasrat membuka bisnis yang sama di Indonesia.

Mencari- cari informasi ternyata kebab Turki yang terenak. Mengawali bisnis ini tak mudah seperti membalik telapak tangan. Dia bertemu seorang teman bernama Hasan Braja, keduanya memulai dari trial- error alias mencoba- coba mencari resep sendiri. Bermodal 10 juta, di September 2003, gerobak pertama kebab milik mereka mulai beroperasi.

Ia pernah kehilangan uang karena dibawa lari karyawan, tapi tak pernah kapok.

2. Elang Gumilang

Elang bertekat untuk membiayai kuliahnya sendiri. Ia punya target untuk mengumpulkan 10 juta untuk biaya kuliah. Semuanya dimulai dari berjualan donat tanpa sepengetahuan orang tua. Setiap hari ia mengambil 10 boks donat berisi 12 donat yang dijajakan ke sekolah dasar di Bogor. Setelah beberapa bulan berbisnis diam- diam, pas menjalang UAN, akhirnya Elang ketahuan.

Karena UAN kedua orang tuanya memaksa Elang untuk berhenti berbisnis. Dilarang berbisnis oleh orang tua tak membuatnya berhenti. Dia tertantang berbisnis lain yang tak mengganggu sekolahnya. Sukses berjuang akhirnya dirinya bisa mendapatkan 10 juta ketika akan masuk kuliah di ITB. Pas kuliah justru musibah datang membuat uangnya tersisa cuma 1 juta dari 10 juta hasil kerja kerasnya.

Sudah aneka bisnis dijalankannya namun tidak ada yang diseriusinya. Kebanyakan gagal dalam profilnya yang kami tau. Elang lalu beristikharah mencari petunjung.

Setelah shalat istikharah, dalam tidur saya bermimpi melihat sebuah bangunan yang sangat megah dan indah di Manhattan City, lalu saya bertanya kepada orang, siapa sih yang membuat bangunan megah ini? Lalu orang itu menjawab singkat, "Bukannya kamu yang membuat?" Setelah itu Elang terbangun dan merenungi maksud mimpi tersebut.

"Saya pun kemudian memberanikan diri untuk masuk ke dunia properti," ujarnya.

3. Nurana Indah Paramita

Dia adalah mahasiswi ITB, bersama temannya dalam satu tim bernama T-Files, sudah banyak usaha yang mereka usung. Bermodal proposal tapi kesemuanya selalu ditolak oleh pihak kampus. Fokus usahanya ialah pengembangan turbin dan mesin pembangkit listrik tenaga arus. Tak mau bergantung kepada uang bermodal proposal mereka lantas berusaha sendiri.

Mereka mencari investor sendiri. Disuatu hari mereka bertemu investor asal Jepang. Mereka yang tau penting untuk mengembangkan teknologi sendiri. Ditambah rasa nasionalisme yang masih kental dalam diri mereka, akhirnya tawaran itu ditolak. T-Files merupakan perusahaan holding yang fokus pengembangan di berbagai bidang current turbine, mining engineer, informastion technology dan lain- lain.

Mendengar kesuksesan mereka Jokowi terlihat tidak percaya. Dengan mudah Presiden pun berseloroh agar mereka para mahasiswa pengunjung untuk memulai usahanya sedini mungkin. Seperti mereka katanya, "sambil kuliah sambil kerja, harus cepat, nanti orang lain bisa masuk menjadi kompetitor kita," jelas Jokowi. Diakhir pembicaraan itu Presiden memotivasi mereka agar tak perlu jauh- jauh. Tak perlu mencontoh para pendiri Facebook atau Twitter tutupnya.

Artikel Terbaru Kami