Sabtu, 14 Maret 2015

Gurihnya Laba Usaha Tempe Cokelat


Manisnya cokelat memberi untung buat siapa saja menjajakinya. Rasanya yang manis disukai siapa saja baik anak- anak atau dewasa. Menariknya cokelat bisa diolah aneka macam. Bisa dipadukan dengan aneka bahan lain, seperti susu, buah, atau keju. Semuanya dicampurkan merubah cokelat makin enak saja. Tapi apa yang terjadi jika cokelat dicamput tempe.

Mungkin cokelat kacang mete atau tanah sudah biasa. Namun apa jadinya jika dicampur gurihnya kedelai di dalam cokelat. Itulah yang dilakukan oleh seorang ibu asal Depok. Disela- sela bisnisnya membuat aneka cemilan cokelat aneka rasa. Sherry Dahlia mencoba- coba mencampur tempe didalamnya. Sensasi baru, rasa gurih- manis membuat kamu terkejut.

Umumnya Sherry mencampur cokelat dengan selai stroberi ataupun blueberry. Namun, sekarang, dia sibuk mencampur cokelat isi tempe. Dia menyebutkan apapun isinya di dalam cokelat. Harus lah berbahan kering tak boleh basah. "Saya menggunakan keripik, seperti  rengginang, keripik tempe, tahu atau singkong," tambahnya. Cara membuatnya juga cukup mudah tinggal dicelupkan ke cokelat, lalu tunggu hingga kering.

Dia menjelaskan idenya datang ketika dirinya mengikuti sebuah acara. Di acara bertajuk ethnic food itulah ia menemukan idenya. Ketika itu, ketika menghadiri acara yang dilaksanakan di Bandung itulah ia pertama kali membuat makanan cokelat dari bahan lain. Awalnya dari dodol belimbing dicampur cokelat jelasnya. Lalu, mulailah ide mencampur makanan khas Indonesia itu ke dalamnya. Intinya ia ingin merubah imej cokelat yang kebarat- baratan.

Memulai mengerjakan kudapan cokelat sejak 2008. Sudah banyak aneka cokelat telah ia temukan untuk dijadikan bisnis. Apreasi pembeli yang tertarik membuatnya semakin bersemangat. Barulah di 2009, Sherry menjual olahannya sebagai bisnis. Dari modal 500 ribu, kini, ia menjadi sosok ilmuwan cokelat mencoba aneka rasa di dalamnya.

Untuk membuat tiga toples cokelat ia membutuhkan satu batang dark chocolate. Satu kemasan dibelinya sekitar Rp.35 ribu. Cokelat itu kemudian diolah aneka macam -satu dark cokelat jadi satu toples sedang. Ia lantas menjualnya Rp.40 ribu. Jadilah dari 3 toples tersebut ia mampu mengantongi Rp.140 ribu. Ini lumayan loh, dari pada kamu cuma bengong di rumah?

Lain hal dengan Nunung Nurhayati, dia memanfaatkan tempe biasa yang dijual di pasaran. Cukup dipotong- potong kecil, digoreng, lalu dicelupkan ke cokelat. Agar tidak keras dan renyah dimulut, Nunung memberi saran agar kita tidak mengeringkannya di atas matahari. Tempe cukup diangin- anginkan saja di suhu ruang. Memang itu tampak basah tapi jika sudah digoreng akan sama keringnya.

Kenapa tidak di matahari? Katanya sih, tempe akan kering terlihat renyah, tapi ketika digoreng itu akan berbalik menjadi keras. Siapkan cokelat batang, lelehkan dengan uap panas, setelah itu cari masukan ke mangkuk dan tuangkan tempe goreng itu. Aduk- aduk hingga sokelat menyatu dengan tempenya. Atau, jika kamu mau bentuk bulat, dibentuk bulat dan dicampur cokelat.

"Agar rasanya lebih maksimal, simpan dalam kulkas sebelum dinikmatinya," lanjutnya.

Artikel Terbaru Kami