Selasa, 17 Maret 2015

Penemu Line Orang Terkaya Korea Digilai Jepang

 
Ternyata aplikasi Line ditemukan bukan cuma iseng- iseng belaka. Ada sosok jenius dibelakangnya, seorang lulusan sarjana teknik dan seni di Seoul National University, namanya adalah Lee Hae- jin. Seorang techno- entrepreneur asal Korea yang memulai semuanya jauh disaat internet baru saja digemari. Sejarah mengenai bagaimana dia memulai semuanya tak begitu jelas. Penulis mencoba merangkainya dari satu situs ke situs lainnya.

Yang pasti ia memulai karirnya di Samsung SDS, anak usaha milik Samsung. Kini, Lee adalah salah satu orang terkaya di Korea Selatan. Menurut Majalah Forbes disebutkan bahwa ia memiliki harta kekayaan sampai 575 juta dollar. Dia menempati posisi ke- 34 pada 2013, dari 50 orang yang terkaya di negaranya.

Situs Naver


Pada tahun 1999, Lee memulai sebuah mesin pencari bernama Naver. Diluncurkan pada Juni 1999 oleh mantan pegawai Samsung yaitu Lee sendiri. Awalnya berupa situs portal berita yang biasanya kamu lihat di situs- situs berita. Tapi berjalannya waktu ia mengembangkan itu menjadi sebuah mesin pencari. Ternyata ditelusuri mesin pencari Naver ternyata satu angkatan dengan Yahoo!. Didirikan lima tahun lebih awal dari ditemukannya Google. 

Kala itu masih berupa mesin pencari sederhana hingga tangan muda sang Lee Hae- jin menyentuhnya. Salah satu yang menjadi andalan Naver ialah fitur Comprehensive Search yang mulai diperkenalkan di tahun 2000 -an. Sebuah mesin menampilkan aneka hasil pencarian dalam kategori di satu laman. Lalu diperjalanan ada pula sistem Knowledge Search pada 2002. Sistem Knowledge perlu kamu tau disiapkan oleh Lee untuk mengisi kekurangan Naver.

Pada awal- awal pendirianya masih banyak hasil penelusuran yang kosong. Menyisakan layar putih tanpa apapun di dalamnya. Karena jumlah pengguna naik, dimulailah ide gila, ia memanfaatkan mereka yang login ke situsnya untuk membuat konten sendiri. Ya, para pengunjung diharapkan membuatkan isinya dari mesin pencari tersebut. Naver menjadi pionir situs yang mengumpulkan konten dari mereka para penggunanya.

Di sistem bernama Knowledge Search, ada pertanyaan yang dihadirkan oleh pengguna, lalu pengunjung ada untuk menjawabnya. Semacam Yahoo Answer mungkin sebagai contohnya sekarang ini. Ya, setiap ada pertanyaan, maka ada yang menjawab, dari sana ada sistem pemberian peringkat untuk jawaban terbaik. Ini dilucurkan tiga tahun sebelum Yahoo Answer. Melalui cara tersebut mesin pencari menghasilkan 80 juta halaman pertanyaan dan jawaban.

Untuk menambah pendapatan Lee pun menambah aneka hal seperti layanan email, pencarian karya ilmiah, dan bahkan menyediakan portal khusus anak- anak. Nah, untuk portal anak- anak diberinya nama Junior Naver; inilah yang jadi kekuatan Naver.

Oleh karena fitur yang lengkap, disatu sisi menyasar situs lokal (menggunakan bahasa Korea asli) melalui mesin pencari, disisi lain mempunya fitur email yang jadi satu di portalnya. Ini membuat situs karyanya lebih digemari bahkan bisa mengalahkan raksasa internet Yahoo! dan Google. Aneka bisnis dijalankan Lee bermodal portal serba gunanya, bahkan ia melakukan aneka akuisisi untuk menjadi lebih besar. Pada Juli 2000, Naver menggabungkan dirinya dengan Hangame. 

Apa itu Hangame, yaitu sebuah portal game online terkenal yang merupakan pertama ada di Korea Selatan. Langkah epiknya lalu itu lalu diikuti dengan berubah nama menjadi NHN atau Next Human Network. Menggabungkan situs portal paling populer dan situs game online paling populer. Apalagi yang bisa ia miliki selain menguasai internet di seluruh Korea Selatan. Bisnisnya menggila dengan aneka macam layanan dari email, game online, dan terutama pengiklan. 

Tak puas, tahun 2005, Naver resmi menawarkan layanan blog seperti halnya Blogger.com. Yang sebelumnya ia sudah meluncurkan pencarian lokal untuk bisnis dan mesin pencari buku pada 2004. Berlanjut mengikuti perkembangan manga Korea seperi halnya portal Daum. Maka pada 2006, Naver resmi meluncurkan satu layanan khusus Webtoon. Tak puas lagi, Lee mulai membuka sistem dekstop, lalu disusul layanan unggah musik, layanan unggah video, layanan internet provider, dan mesin pencari di mobile.

Sayangnya, ada satu keburukan dari Naver, menurut Wikipedia.org: pada 1 April 2013, Naver meluncurkan Newsstand, yang mana berita bisa saja diedit untuk muncul di laman Naver. Ini termasuk romor dari kami dengar bahwa Naver menyediakan layanan sensor berita berdasarkan permintaan (uang).

Tak puas diri


Naver merupakan mesin pencari yang dikembangkan dari dalam. Artinya mereka tak menggunakan sistem milik mesin pencari lainnya. Diambil dari nama 'Nave' dari kata 'Navigation', dan ada tambahan akhiran '-r' yang akhirnya berarti 'sailor of the Web'. Meski maksudnya begitu dalam penyebutan Korea di tulisannya bisa berarti 'neighbor'.

Dengan berkembangnya Android ternyata Lee tak mau tertinggal. Jika perusahaan lain seperti tempatnya dulu bekerja Samsung membuat smartphone. Bagaimana seorang Lee Hae- jin? Ia justru fokus pada sekali lagi 'layanan' yaitu membuat aplikasi sendiri. Melalui perusahaan NHN Corporation, ia menemukan ide itu ketika terjadi gempa di Jepang. Saat itu di tahun 2011 terjadi gempa dan tsunami di Jepang dan salah satu perusahaan cabangnya terkena.

Perlu kamu ketahui seperi yang dijelaskan diatas. Naver telah bergabung dengan perusahaan game online pertama di Korea. NHN didirikan pada September 2011 merupakan penggabungan Naver dan Hangame Communication, Inc. Kemudian berafiliasi hingga sampai masuk ke Jepang. Mereka memiliki situs portal sendiri bersaing dengan Livedoor. Pada 2010, NHN membeli portal asli Jepang Livedoor beserta layanan blognya.

Nah, dari perusahaan di Jepang, disaat gempa terjadi kerusakan total. Dimana karyawan NHN tidak bisa menghubungi keluarganya. Mereka para karyawan cuma bisa berkomunikasi lewat data internet. Dari situlah kenapa tak membuat aplikasi komunikasi. Jadilah Line yang bisa mengirim pesan bahkan bertelephon dari internet. Menarik karena penggunaan pembayaran berdasarkan data bukan pembayaran per- sms. Bahkan pada akhirnya Line itu total gratis.

Lee yang punya pengalaman dengan game online. Munculah ide tersebut yang bisa kamu rasakan hingga sekarang; yaitu Game Online. Yap, perusahaan Line menjadi perusahaan sendiri dibawah NHN yang lalu meluncurkan game Android sendiri. Karena semakin populer ditambah kejeniusan sang pemilik Line telah menjadi aplikasi 'wajib' di Jepang. Mungkin jika di Korea mereka bersaing ketat dengan Kakao Talk, di Jepang, Line bahkan punya perusahaan taksi sendiri.

Melalui aneka jenis bisnis mult- platform membuat bisnis NHN semakin membesar. Kemampuan Lee untuk melihat dari luar membuat usahanya berbeda. Mungkin dia juga termasuk orang yang punya perhatian di dunia anak- anak. Imajinasinya meluncurkan portal khusus anak bernama Junior Naver dan disusul aplikasi emotikon yang lucu- lucu. Dari sekedar aplikasi Line kinia menjadi ikon di negara- nagara Asia. Bisnisnya itu merambat ke aneka jenis.

Melalui penjualan aneka stiker, iklan, dan karaker game, membuat Line jadi 'kawaii' jika di Jepang -kan. Ia bahkan membukukan pendapatan super besar dari Jepang senilai 80% dari pendapatan. Bahkan perusahaan teknologi semacam softbank bersedia menanam modal di Line saja. Nilai saham Line pun melonjak membuat dirinya menjadi orang terkaya cuma dari aplikasi Line saja. Hari ini, sejak 2013, NHN fokus untuk pindah ke Jepang.

Perusahaan NHN menjadi perusahaan besar yang kini bernama NHN Entertainment. Produknya yaitu portal Naver, Hangame, lalu ditambah Line. Sedangkan Line sendiri sudah punya banyak bisnis lain termasuk juga layanan internet. Dilain hal, Hangame fokus pada pengembangan game onlinenya, yang juga berarti memiliki andil di produk Line. Dua perusahaan, tidak, tiga perusahaan dibawah tangan Lee saling mensuport satu- dengan yang lain.

Dikutip dari profil Hae- Jin Lee di Bloomberg:

Hae-Jin Lee menjabat Chairman dan Chief Strategy Officer Naver. Dia, salah satu pendiri perusahaan NHN Corporation, yang menjabat Chief Executive Officer dan juga  Co-Chief Executive Officer akhir jabatannya. Ia menjabat sebagai Direktur luar NHN Corp Entertainment. Dia berpendidikan Magister Ilmu Komputer dari KAIST dan BS di bidang Ilmu Komputer dari Universitas Nasional Seoul. Dia memegang Ph.D. Ilmu Komputer dari Korea Advanced Institute of Science and Technology.

Artikel Terbaru Kami