Minggu, 29 Maret 2015

Keluar Perusahaan Malah Jualan Aneka Jamur

 
Pernah bekerja sebagai marketing di PT Telkomsel tak membuatnya cukup. Wirausahawan muda lulusan Universitas Mataram jurusan Agribisnis ini, memilih menekuni 'hobi' -nya. Sebelum akhirnya bekerja menjadi marketing Aziz Satria Putra sudah berjaya di bisnis jamur. Usaha yang kembali ditekuninya kembali sejak pertengahan 2013. Nyatanya, membawa keberuntungan baginya, sampai- sampai dirinya bisa mendapatkan aneka penghargaan.

Kemampuan budidaya jamur didukung oleh latar pendidikannya. Dimulai sejak satu tahun delapan bulan yang lalu. Aziz memanfaatkan media tanam backlog. Tidak cuma menjual jamurnya saja. Usaha bernama Jamur Lombok ini juga menjual bibit. Dari menjual bibit F1 dan F2, menjual media tanam, mengirimkan jamur- jamur siap olahnya ke retail- retail ternama. Tidak cuma berhenti disitu usahanya juga termasuk aktif mengolah sendiri jamurnya.

Lengkap dari membudidaya dan mengolah, dari usaha hulu sampai hilir dilakukan oleh pemuda kelahiran 2 November 1991 ini. Ia mengaku mampu menghasilkan omzet Rp.40 juta per- bulan.

"Omzet sampai Rp.40 juta per- bulan, saya biasa ambil untung 50 persen," ujarnya kepada Okezone.

Untuk target pasaran Aziz punya dua pasar besar. Ada dua yaitu Sumbawa sendiri tempatnya tinggal dan dikawasan Lombok. Untuk retailnya ia juga siap masuk ke pasar- pasar swalayan besar. Perlu kamu tau bahwasanya Jamur Lombok berdiri di Lombok. Namun, karena si empunya asli Sumbawa, jadilah jamur- jamur itu juga dikirimnya ke Sumbawa. Melalui Lombok jamur sudahlah siap olah tinggal dikirim saja ke Sumbawa.

Aziz menceritakan untuk pengiriman. Dari Lombok, jamur akan dikirim di malam hari, dimana paginya akan didisribusikan dan habis.

Untuk produk olahan jamur disebutnya ada aneka macam. Jamur Lombok mengolah jamur jadi soto jamur yang dijual Rp.5.000 sampai Rp.10.000, jamur saus tiram dijual Rp.5.000 sampai Rp.10.000, risoles jamur akan dijual Rp.8.000 per- satu paket. Kemudian ada pula bakso jamur yang dihargai Rp.6000, sate jamur dan bolu jamur dihargai Rp.8.000. Bagaimana dengan jamur krispi? Aziz mengolahnya juga, namun, untuk rasanya hanya terbatas pada rasa khas NTB, yakni peda.

Bicara tentang perluasan pasar, Jamur Lombok sekarang sudah bisa memenuhi pasar NTB jelasnya.

"Saya kirim hanya di NTB saja, NTB ada dua pulau, saya di Lombok jual ke Sumbawa," tutupnya.

Artikel Terbaru Kami