Minggu, 08 Maret 2015

Kacamata Game Ala HTC Membuat Kamu Masuk Lebih Dalam


Jika kita masih berkutat dengan smartphone atau masih terkagum- kagum dengan teknologinya; beda di luar sana. Kita sedang membicarakan VR atau virtual reality, sebuah gadget yang menghadirkan dunia virtual ke depan kamu. Mungkin kamu familiar dengan Oculus Rift. Yang mana merupakan dunia virtual dalam dunia game. Sejak awal diciptakan produk yang satu ini memang fokus pada dunia game.

Tujuan berbeda tapi merupakan langkah awal bagi produk- produk sejenis. Lalu munculah produk lain yang bernama Samsung VR. Meski pada awalnya terlihat pesimis bahwa menggunakan smartphone bukan satu pilihan. Kanyataanya produk Samsung satu ini mendapatkan perhatian khusus dan dapat diacungi jempol. Ini bukan cuma soal memasang smartphone kita didapan muka kita. Beda Oculus dan Samsung, meski kedua produk menawarkan hal sama, beda media penerapannya.

Pada sebuah acara bernama MWC (Mobile World Congress) banyak produsen menawarkan produk- produk turunan Oculus VR. Memang mereka menawarkan hal berbeda dengan aslinya. Namun, sekali lagi Samsung disana jadi lebih keren. Alasannya karena Samsung menawarkan mobile atau kita bebas menenteng headset dan smartphone, pasang, dan kita bisa menjadi seperti orang aneh di tengah perjalanan. Disisi lain, eh ternyata, dalam kongres tersebut ada produk karya HTC.

Diam- diam HTC telah bekerja sama dengan perusahaan bernama Velve. Ketika Samsung Gear VR menawarkan satu alat dengan dua varian: pakai Galaxy S6 atau S6 Edge. HTC Velve menawarkan tidak menggunakan smartphone miliknya; tapi seperti Oculus yang menggunakan PC. Beda teknologi dimana kita dan Oculus membutuhkan kontroler tangan untuk bermain game. Atau, lain halnya Samsung Gear VR yang menggunakan touchpad dan gerakan kepala.

HTC menawarkan sensor seluruh tubuh. Tepatnya kita disuguhi teknologi sensorik sekujur tubuh. Tujuannya untuk memastikan kamu bisa masuk ke dalam. 'Zero percent of people' yang berarti kita bisa masuk ke dunia digital. Kalau ada simulasi memasak dalam dunia digital, kita benar- benar seolah menggunakan kedua tangan kita. Katanya berasa seperti memasak, memegang, dan menggerakan lengan sendiri. Tentu beda yang ada di film (belum saja) dimana kamu bisa merasakan sakit dan sensasi lain; HTC belum.

Artikel Terbaru Kami